
Mereka naik pesawat pribadi dan telah sampai di tempat tujuan dan melanjutkan perjalanan sambil menikmati pemandangan yang indah.
kurang lebih satu jam mereka sampai di Vila.
"selamat datang tuan" sapa dadang dan bi suti yang mengurus Vila.
"bi, mang dadang gimana keadaan nya baik" tanya dimas
"baik tuan, semua nya sudah siap tuan silahkan masuk" ucap bi suti
mereka masuk kedalam dan merebahkan tubuh mereka di sofa.
"ah.. aku lelah sekali" ucap aldi
"eh.. aku sangat lapar, ada makanan bi" ucap Rafa
"ada tuan bibi udah siapin semua "
"makasih ya bi " Rafa langsung ke meja makan.
"tuan bibi permisi dulu ya mau ke belakang"
"iya bi makasih ya bi" ucap dimas
"Sama-sama tuan" bi suti menunduk kan kepalanya dan pergi melanjutkan pekerjaan nya
__ADS_1
"mas aku ngantuk aku tidur duluan ya" ucap aisya yang dari tadi sudah menguap karena lelah.
"baiklah mimpi indah ya" Rendy mencium kening aisya dan mengelus kepala nya.
"rangga kamu tidur sama abang" tanya Rendy pada rangga.
"tidak aku nggak mau jadi obat nyamuk abang sama kak aisya" jawab rangga datar yang membuat semua orang ketawa tapi rangga tidak menghiraukan mereka.
"terus lo tidur sama gw aja " sambung aldi
"tidak kalian kalo tidur tidak tenang sama sekali terakhir aku tidur sama kalian gw nggak tidur semalam" ucap rangga
"ah.. bro sakit hati kita bagaimana dia mengatakan hal seperti itu" ucap aldi
"iya iya kenapa kamu tega mengatakan hal seperti itu rangga kamu sangat menyakiti hatiku oh rangga terbuat dari apa dirimu aku baru menyadari ternyata selain dingin lidah mu juga setajam Silet"
"oh banyak yang belum kalian tau tentang ku, kalian juga kan yang mau berteman dengan ku jadi terimalah itu"
"ah.. bang dimas liat tatapan nya itu dan perkataan nya itu sangat sangat sangat menusuk" dimas hanya tersenyum mendengar mereka berbicara .
"itu belum seberapa dengan abang nya kalian Terima aja" raka baru selesai sarapan dengan Daniel.
"bang Daniel aku tidur sama abang ya"
"kenapa tidak dengan yang lain aja" tanya Daniel
__ADS_1
"abang keberatan"
"nggak sih kamu kan bisa tidur sama temen kamu"
"karena abang yang paling tenang saat tidur selain bang Rendy, aku ke kamar dulu ya"
rangga juga ke kamar nya sementara mereka tertawa dengan jawaban rangga.
"emang kita gw nggak tenang saat tidur" ucap Rafa
"bagi orang lain itu cukup tenang tapi tidak untuk dua orang ini" ucap dimas sambil melirik Rendy "Rendy dulu juga sama kayak gitu saat kita keluar kota dia juga tidur sama Daniel"
"iya karena Daniel itu tidur nya tenang banget pernah ya gw pikir dia itu udah mati masa tidur nggak gerak sedikit pun" sambung Rafa yang membuat mereka tertawa "
"brengsek lo " Daniel melempar bantal ke wajah
Rafa.
"udah udah, lo pada kayak anak kecil aja, tidur nanti malam kita mau bergadang sampai pagi" ucap dimas
mereka semua masuk ke kamar masing-masing mengistirahatkan tubuh mereka, setelah melakukan perjalanan yang melelahkan.
bersambung. coment like like likeπππππ ππππππππππππππ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°ππππsemoga kalian suka. maaf ya jarang apload soal nya lagi
mikir alur cerita nya gimana cara nya supaya nggak monoton terimakasih buat kalian yang sudah baca ya jangan lupa likeπ
__ADS_1