
Sekarang di rumah semua orang sedang sibuk mempersiapkan kejutan ulang tahun aisya, sedang kan yang ulang tahun malah sibuk di kantor dan sedang marah marah sendiri.
"mereka yang mau liburan malah menjebakku di sini, liburan nya juga barengan apa nggak liat pekerjaan banyak malah gw yg harus ngurusin ini semua jadi nggak bisa ketemu mas Rendy hari ini" saking banyaknya pekerjaan nya dia sampai lupa hari ulang tahunnya, sebenarnya mereka sengaja memberi aisya pekerjaan yang banyak agar mereka ada waktu untuk mempersiapkan kejutan untuk nya.
Di saat aisya sedang sibuk di kantor Rendy dan yang lainnya sedang sibuk menyiapkan kejutan untuk aisya, Rendy membuat sendiri kue untuk aisya. arsyan dan boy juga ada di sana, saat melihat Rendy menghias kue dengan sangat indah dia benar benar ingin menjadi kan Rendy sebagai koki pribadi nya, tapi sayang itu tidak mungkin.
"jangan berpikir yang tidak mungkin" arsyan menepuk bahu sahabat nya itu karena tahu apa yang di pikiran sahabat nya itu.
"aku tahu tidak usah mengingat kan ku"
"dari pada cari koki mending cari istri" canda Arsyan yang membuat boy kesal.
Aisya meregangkan badan nya karena sudah selesai bekerja, dia tidak sabar ingin melihat wajah Rendy meskipun dia sudah tertidur tapi aisya tetap menyukai nya. aisya mengemudi kan mobil, kurang lebih setengah jam aisya sudah sampai di rumah.
"kenapa rumah ini sangat gelap, apa mereka lupa bayar listrik, ah.. pasti mereka lupa akan ku potong gaji mereka. aisya mengambil ponsel nya dan menghidupi senter di ponsel nya dan masuk ke dalam rumah. " ah.. aku lelah sekali "aisya menghempas kan tubuh nya di atas sofa.
tup
tup kira kira begitu suaranya
__ADS_1
Lampu menyala semua orang keluar dari persembunyian mereka
'happy birthday to you"
"happy birthday to you" dinyanyikan oleh semua orang, aisya melihat seseorang yang sangat di cintainya datang dengan membawakan kue yang sangat indah untuk nya, aisya menutup mulutnya dan hampir menangis karena terharu.
"happy birthday sayang" ucap Rendy yang membuat aisya tidak bisa menahan air matanya "kenapa menangis ini kan hari ulang tahun mu"
"ini air mata kebahagiaan" aisya menghapus air matanya.
"kalau bahagia itu ketawa bukan menangis" sahut boy,"sambung boy
"ayo sayang tiup lilinnya, jangan lupa buat permohonan dulu" aisya menyamai tinggi nya dengan Rendy dan membuat permohonan dan meniup lilin nya semua orang bertepuk tangan.
"permintaan ku.. aku tidak akan memberitahu mu, permohonan itu tidak bisa di katakan" ucap aisya"jadi ini maksud liburan kalian "ucap aisya menatap tiga orang di depan nya, yang di tatap malah memalingkan wajah nya" sudah lah mengingat kalian melakukan nya untuk ulang tahun ku kali ini aku memaafkan kalian, dan mana hadiah ku"saat aisya menanyakan hadiah mereka jadi terdiam "kalian pasti lupa kan" aisya memasang wajah cemberut "mas kamu pasti tidak lupakan" Rendy juga tidak menjawab "kamu juga lupa" Rendy tersenyum melihat tingkah aisya, Rendy bangun dari kursi roda nya.
"sayang peluk aku" aisya melakukan yang di katakan Rendy walaupun dia sedih , Rendy memeluk pinggang aisya dan mencium pipinya di depan semua orang "ini hadiah nya"
"cuma ini, mana cukup.. " aisya tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Seperti nya akan ada adegan panas ini" ucap Rafa"sebaiknya kita pergi"mereka semua pergi tinggal Rendy dan aisya.
cup
cup
cup
Rendy mencium semua bagian wajah aisya "tinggal satu lagi" ucap aisya sambil menunjukkan Bibir Rendy, tanpa menunggu aisya langsung mencium Rendy.
"apa kalian tau aku pikir aisya lebih hebat dari pada Rendy dalam melakukan itu, coba lihat cara dia menuntun Rendy, syan lihat adikmu" ucap boy. mereka melihat dari jauh.
"aku tidak tahu ternyata adikku Sangat ******" ucap arsyan saat melihat aksi adiknya.
"apa kalian tahu, aisya yang pertama mencium Rendy" ucap Rafa
"apa.. " kompak mereka berdua
Saat mendengar suara arsyan dan boy aisya dan Rendy segera melepaskan ciuman mereka, aisya membantu Rendy kembali ke kursi roda nya, wajah aisya jadi semerah tomat.
__ADS_1
"ekhm.. sayang bantu aku ke kamar" ucap Rendy
"iya.. " aisya mendorong kursi roda Rendy ke kamar nya Rendy.