
Aisya menatap keluar jendela melihat pemandangan kota dan jalan yang pernah di laluinya dulu, saat itu dia tidur di dalam pelukan Rendy, setelah satu jam menempuh perjalanan dari bandara mereka sampai di vila, mereka di
sambut oleh mang dadang dan bi suti sang pengurus villa, mereka menyapa dengan ramah.
"tuan, nona selamat datang" sapa bi suti ramah.
"terimakasih kasih bi, mang gimana kabarnya" balas dimas senyum ramah
"baik tuan, oh iya tuan kok datang nya nggak barengan tuan" tanya bi suti yang membuat mereka bingung.
"apa maksud nya bi, apa ada yang dateng sebelum kita" timpal rangga yang berharap itu adalah abang nya.
"tuan Rendy dateng dua hari yang lalu tapi udah pergi tadi pagi" ter ulas senyuman di wajah mereka setidaknya mereka tahu bahwa Rendy baik baik saja.
"bang syan, kak dimas, mas Rendy baik baik aja" air mata aisya jatuh karena bahagia dia bahkan
sudah berpikir yang tidak tidak, hampir dua bulan aisya mencari Rendy dan sekarang akhirnya ada kabar "ayo kita cari mas Rendy kak" aisya antusias.
__ADS_1
"tenang aisya aku akan menyuruh orang untuk mencari Rendy" ucap dimas
"orang orang itu tidak becus kak, mas Rendy kesini saja mereka tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan" ucap aisya dan menarik tangan syan untuk mencari Rendy, aisya mendatangi semuanya tempat yang pernah di
datangi nya bersama Rendy tapi juga tidak ketemu dan akhirnya ada yang mengabari bahwa mereka melihat Rendy di area taman hiburan. setelah beberapa menit aisya sampai di taman hiburan.
Setelah sampai di taman hiburan aisya langsung turun dari mobil dia segera berlari masuk ke dalam taman hiburan itu, aisya mengelilingi seluruh taman hiburan itu mencari Rendy dan meneriakkan namanya tapi tidak menemukan nya, aisya berjongkok memeluk lutut nya sambil menangis, Syan yang tidak melihat aisya dia memeluk nya untuk menenangkan nya.
"jangan cari lagi, jika dia milik mu dia pasti akan kembali kepada mu" perkataan Syan seolah sangat ajaib, aisya melihat pria tampan dengan senyuman di wajahnya yang sedang melihat anak anak yang naik komedi putar anak anak yang bermain kuda kuda an"mas Rendy "saat mendengar adiknya Syan melepaskan pelukan nya dan melihat arah pandangan aisya, benar yang di lihat nya adalah Rendy" mas Rendy "teriak aisya
orang yang di sebut langsung menoleh dia melihat gadis yang dia kenali berlari ke pelukan nya, tapi dia tidak membalas ke pelukan gadis itu dia hanya terdiam tidak ada kata kata atau pun candaan seperti orang yang sudah lama lainnya, Rendy tidak berbicara hanya aisya yang berbicara dengan melontarkan seribu pertanyaannya.
"Aisya, ayo kita putus" aisya melepaskan pelukan nya dari Rendy."mas kamu ngomong apa, jangan menggoda ku sekarang"aisya memegang lengan Rendy kuat kuat, ini adalah kata yang tidak dia bayangkan saat Rendy akhirnya bertemu dengan nya lagi, mereka yang sudah sampai di sana juga terkejut mendengar perkataan Rendy.
"aku tidak becanda aisya, aku serius" ucap Rendy.
"tapi apa alasan nya dan apakah aku salah, dan kalo memang aku salah kamu katakan kita bicarakan baik baik dan jangan langsung kayak gini."
__ADS_1
"kamu tidak salah aku yang salah" ucap Rendy
"jadi salah kamu apa katakan pada ku, kamu jangan kayak gini, kamu tahu nggak aku cari hampir dua bulan, aku menangis setiap malam mikirin kamu dan sekarang saat aku udah nemuin kamu kamu malah bilang putus maksud nya apa" air mata aisya membasahi pipinya.
"Aku hanya ingin hidup tenang sendirian tidak ada beban dan juga kelemahan makanya aku membubarkan semua anggota mafia dan menghabisi musuh ku dan aku hanya ingin hidup tenang tanpa pengganggu" ucap Rendy juga di dengar rangga dan teman-temannya hati mereka juga sakit setelah mendengar penjelasan Rendy. aisya melepaskan genggamannya, Rendy segera pergi lima langkah aisya memanggilnya.
"apa kamu pernah mencintaiku" tanya aisya
"aku hanya ingin mencoba nya saja aku berharap bisa tumbuh perasaan padamu tapi" Jawab Rendy dengan membelakangi aisya.
"coba.. hanya coba.. " aisya tertawa mengerikan beserta air mata "apa kamu pernah mencintaiku, jawab sambil menatap mataku iya atau tidak" Rendy membalikkan badannya. "tidak" jawaban singkat Rendy membuat hati aisya seperti di iris iris oleh ribuan pisau, seakan seluruh tubuh nya sakit.
Saat Rendy meninggal kan aisya Syan menghampiri Rendy dan ingin memukulnya tapi dihadang oleh andre"kenapa kau setia pada majikan seperti nya "ucap Syan penuh kemarahan.
" Rendy apakah kami hanya beban bagi lho dan kelemahan bagi lho"ucap Rafa
"iya"jawaban Rendy sangat singkat tapi sangat menyakitkan begitu pula untuk rangga, abang yang sangat dia sayangi hanya menganggap nya beban.
__ADS_1
bersambung ❤❤❤🤍🤍🤍like like🥺🥺🥺and coment ya😃😃😃😃
"