
Sekarang mereka sampai di rumah sakit, rangga mengikuti Rendy dari belakang, Rendy langsung menuju ruangan rey.
"kamu tunggu di luar ada yang ingin aku bicara kan dengan rey" ucap Rendy yang di angguki rangga.
Sudah setengah jan Rangga menunggu Rendy hingga membuat nya penasaran.
"apa yang mereka bicarakan sehingga aku tidak boleh masuk" gumam rangga dia berjalan mondar mandir memutuskan masuk atau tidak, kalo dia nggak masuk dia sangat penasaran kalo dia masuk Rendy pasti akan memarahinya.
"aku masuk saja paling juga di marahin" ucap rangga dan dia langsung masuk dan benar dia mendapat tatapan tajam dari Rendy.
"rangga tidak sopan" ucap Rendy, rangga menundukkan kepala nya "kenapa tidak mengetok pintu"
"kalo begitu kau pasti tidak akan membiarkan ku masuk" gumam rangga
"kamu bilang apa " ucap Rendy menatap tajam rangga
"tidak ada, aku tunggu di mobil kamu cepatlah " rangga segera pergi agar tidak di marahi.
"jangan terlalu keras pada nya" ucap rey
"kamu ngerti apa" balas Rendy
"iya iya kami semua tidak paham hanya kamu yang mengerti segala nya" ucap rey"dasar es balok"
"kamu bilang apa"
"aku bilang jaga kesehatan agar umur panjang"ucap rey
" gw pergi ya"ucap Rendy
"emm, ingat yang gw bilang tadi"
"iya bawel"
"gw bawel juga agar umur lo panjang"
"iya Pak dokter, aku pergi dulu"
__ADS_1
Rangga yang menunggu nya dari tadi sudah kesal karena Rendy tidak keluar. tak lama Rendy muncul dan masuk ke mobil.
"kenapa lama sekali apa yang kalian bicara kan" tanya Rangga menginterogasi Rendy
"sudah aku bilang jangan ikut" rangga kesal dengan jawaban Rendy. "pak kita ke supermarket.
" ngapain kita ke sana "
"belanja agar kalian bisa makan"
Setelah belanja mereka pulang ke rumah setelah menyuruh pak supir untuk membawa
belanjaan mereka masuk ke rumah. di dalam sudah ada dimas Rafa dan juga Daniel, tapi Rendy tidak menghiraukan nya dia langsung pergi melewati mereka yang membuat Rafa kesal.
"nanti ada tamu" ucap Rafa
"emm, berapa orang" balas rendy
"dua orang Arsyan sama temen nya yg datang dari paris" jawab Rafa, rendy segera meninggal kan mereka dan pergi ke dapur"kenapa dia tidak kesal"
"rangga tadi kalian ke mana" tanya dimas
"kami ke rumah sakit bertemu dokter rey"
"rey" ucap mereka kompak "kenapa dia menemui rey" sambung dimas
"aku juga tidak tahu mereka berbicara cukup lama dan tidak memperbolehkan ku masuk" jawab rangga kesal saat memikirkan bahwa dia menunggu lama.
"apa yang di rencana kan nya sekarang" ucap Rafa
"tidak ada yang tahu apa yang dia pikir kan" sambung Daniel.
Tak lama kemudian aisya pulang dan di ikuti dua orang di belakang nya Arsyan dan temannya boy.
Boy adalah teman baik Arsyan dan dia cukup dekat dengan aisya saat aisya di Paris.
"kak dimas kak Rafa kak Daniel rangga ini kak boy, kak boy ini kakak ku dan juga adiku yang aku ceritakan kepada mu" aisya memperkenalkan mereka satu persatu.
__ADS_1
"ayo kita makan seperti nya dia juga sudah selesai" ucap dimas
"wah aisya wangi masakan siapa ini, pasti yang masak nya cantik, kalo dia cantik aku akan menjadi kan nya istri ku boleh kan." ucap boy yg membuat semua orang menahan tawa mereka
"tidak boleh, dia milikku" aisya memperlihatkan siapa yang masak di dapur.
"kalo begitu aku membatalkan nya, tapi aku ingin berkenalan dengan nya ucap boy menghampiri rendy.
"bang sya aku kasihan dengan kak boy" mereka juga menyusul boy untuk melihat sedikit adegan sebelum makan.
"hei apa kau yang memasak makanan ini" tanya boy.
"emm" jawab rendy singkat sambil menata makanan di atas meja
"hei siapa nama lo, gw boy" boy sambil menjulurkan tangan nya tapi tidak di balas oleh rendy.
"rendy" boy merasa sangat canggung.
"hei apa kau tertarik menjadi kokiku" tanya boy
"tidak tertarik" jawab rendy
"berapa mereka membayar mu aku akan membayar sepuluh kali lipat"
"rendy Wijaya apa kau sanggup membayar nya, dan kau juga sangat berisik, makanlah dan tutup mulut mu" boy benar-benar merasa malu semua orang di sana sudah menertawakan nya, dia segera duduk dan mengambil makanan dan memakan nya.
Di saat rendy sedang membereskan dapur ponsel nya berdering semua orang melihat ke arah nya, dia mengangkat HP nya dan mematikan nya lagi.
"aisya" panggil rendy
"emmm"
"perintah kan mereka untuk membiarkan alex masuk ada hal penting yang ingin aku bicara kan dengan nya"
"baiklah" aisya mengambil HP nya dan menelfon penjaga gerbang.
bersambung β€β€ππ€£π¦like and comment π©βπ¦³π©βπ¦³
__ADS_1