
setelah kejadian hari minggu rangga benar benar tidak bicara dengan siapapun waktu makan dia juga gabung bersama mereka
hari ini rangga akan masuk sekolah sendiri saat dia melihat mereka di ruang makan dia hanya melewati nya.
"rangga kamu tidak makan ini makan gak baik pergi kesekolah dengan perut kosong nanti kamu sakit lho. " bujuk aisya
"nggak usah aku makan dikantin aja nanti..
mereka hanya menghela nafas kasar tapi Rendy hanya bersikap seperti biasa nya
saat rangga berjalan keluar andre datang menghampiri nya.
" tuan ini kunci mobilnya. "ucap andre dan menyerahkan kuncinya
" aku bukan tuan mu dan aku tidak akan membawa mobil aku akan naik angkutan umum saja. .
"rangga" panggil rendy tapi rangga tidak Mengubris panggilan rendy"rangga "rendy memukul meja makan yang membuat semua orang terkejut aisya memegang tangan rendy untuk menenangkan nya.
" tenang lah dia hanya sedang marah sekarang kau tidak usah khawatir suruh orang aja untuk mengawasi nya lagi pula dia hanya anak kecil"ucap aisya
"kalian yang menganggap nya menjadi anak kecil"
"bukankah kau juga? " jawab mereka serentak di sambung dengan gelak tawa.
mereka melanjutkan sarapan pagi mereka dan berangkat ke tujuan masing-masing.
hari ini rendy kembali bekerja seperti biasa.
dan seperti biasa saat mereka kekantor para karyawan menyambut mereka.
mereka sepakat untuk menyembunyikan hubungan mereka rendy masuk keruangan nya begitu pula dengan aisya mereka mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
waktu menunjukkan pukul 5 waktu biasa semua karyawan pulang semua karyawan sudah pulang dan ada beberapa yang lembur.
"aisya tolong keruangan saya sebentar. "
"....
rendy meletakkan kembali telepon nya, aisya segera keruangan rendy saat masuk. dia tersenyum dan rendy juga membalas senyuman nya.
__ADS_1
" ada apa tuan. "
"Mendekatlah.. "
aisya mendekat ke samping rendy, rendy menarik tangan aisya dan duduk di pangkuan nya dan memeluk aisya.
"aisya aku lelah sekali hari ini beri aku energi. " ucap rendy dan tersenyum penuh arti.
"hah.. tidak bisa bagaimana kalau ada yang melihat" jawab aisya dengan wajah yang sudah memerah.
"tidak akan mereka kan sudah pulang, lagi pula
kenapa bila mereka melihat kan nggak ada peraturan di sini nggak boleh pacaran. "
"kan kita udah sepakat kalau kita akan menyembunyikan hubungan kita sementara. "
"iya ia tapi beri aku sedikit saja aku sangat merindukanmu hari ini" ucap rendy merengek
"baiklah tapi sebentar aja ya..
rendy menatap wajah dan manik mata aisya, wajah mereka sekarang hanya berjarak satu cm
"hah hah hah kenapa kau selalu membuat ku kehabisan nafas" ucap aisya dan memukul pelan dada bidang rendy "coba lihat bibirku jadi bengkak. "
"aku juga tidak tau karena sangat manis saat aku melakukan nya jadi aku tidak bisa berhenti. " wajah aisya jadi semerah tomat.
"ayo kita pulang " ajak rendy yang di angguki aisya
kira kira tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di Rumah mereka di sambut oleh para pelayan sekarang sudah ada beberapa pelayan
wanita sesuai permintaan aisya.
selamat datang tuan nona "sapa para pelayan
sekarang mereka sudah boleh memanggil tuan karena aisya tidak memanggilnya lagi seperti itu jika di rumah dia akan memanggil mas kalau di rumah.
"apa semua udah pulang bi" tanya aisya pada salah satu pelayan
"sudah nona semua nya sudah pulang"
__ADS_1
aisya hanya mengangguk.
"mas aku mandi dulu ya lengket banget badan ku. "
"iya" jawab rendy dan mengecup kening aisya
aisya kekamar nya begitu juga dengan rendy sekitar tiga puluh menit mereka turun untuk makan malam dan sudah ada dimas Rafa dan juga Daniel yang menunggu mereka karena di rumah itu tidak boleh makan jika semua orang belum kumpul kecuali ada keperluan.
"rangga mana" tanya aisya pada salah satu pelayan
"tadi sudah saya panggil nona tapi tidak ada jawaban. "
"coba panggil sekali lagi bi mungkin dia ketiduran. "
tok tok tok suara pintu rangga
rangga membuka pintu.
"ada apa bi" tanya rangga dengan suara lemah
"tuan sudah di tunggu di meja makan. " jawab pelayan
"baiklah" jawab rangga dia menutup pintu dan menuju ke meja makan
saat berjalan dia merasa sangat pusing kepala sangat sakit dia pelan pelan menuruni tangga
"tuh rangga datang udah ku bilang kan tadi pagi dia cuma marah kak Rafa aku menang siap siap kakak menerima hukuman nanti"
Rafa hanya menarik nafas karena dia bertaruh dengan aisya bahwa rangga tidak akan turun
mereka melihat rangga turun mereka merasa ada yang aneh saat rangga menuruni tangga. kepala rangga semakin pusing.
Bruk
rangga jatuh dari tangga untung dia jatuh dari anak tangga terakhir .
mereka segera menghampiri rangga yang sudah tidak sadarkan diri.
"badannya sangat panas" ucap rendy mereka mengangkat tubuh rangga kedalam kamar dan menghubungi rey untuk memeriksanya.
__ADS_1
bersambung , jangan lupa tinggal kan jejak ya like sama coment.