
Sudah lima jam dokter melakukan operasi tapi juga belum selesai, setiap pintu operasi terbuka dan perawat keluar Aisya selalu bertanya tapi dia tidak mendapat kan Jawaban apa apa, dia hanya bisa menangis karena tidak bisa melakukan apa apa. Syan dan Boy kembali dengan membawa makanan karena mereka belum sarapan sejak pagi.
"Kalian sarapan dulu kalian belum sarapan dari pagi" tapi tidak ada yang menjawab, "paling tidak minum air dulu, kalo kalian sakit siapa yang merawat nya nanti" Arsyan yang biasanya selalu tenang sekarang menaikkan suaranya, "dan kamu Aisya apa Rendy ingin melihat kamu seperti ini, kalo kamu sakit siapa yang akan merawat nya nanti ,"setelah di marahi Syan mereka mengambil makanan yang di bawahnya. Tiga jam kemudian mereka melihat Rey keluar, aisya segera menghampiri Rey dengan mata yang sudah bengkak karena menangis.
" Dokter bagaimana "tanya Aisya penuh harapan, Rey mendesah.
" Jika dalam dua puluh empat jam dia tidak sadar maka kami akan mencabut alat medis nya ,"Aisya terduduk seakan jantung nya seperti berhenti berdetak , dia tidak menangis atau pun bicara pandangannya lurus ke depan mereka yang melihat nya juga tidak bisa berkata apa apa, Rangga juga terdiam, saat melihat keadaan Rangga seperti itu Rafa mendekati nya dan memeluk nya.
"Tidak apa, bukan kah dia bilang akan melindungi mu, jadi dia pasti akan baik baik saja" Rafa menepuk punggung Rangga.
__ADS_1
Setelah Rendy di pindah kan ke ruang ICU, "Aisya, dokter mengatakan bahwa yang bisa masuk hanya satu orang," jelas Rey,semua orang sudah masuk kecuali Aisya yang hanya duduk diam.
"Ais apa kamu tidak masuk" tanya Syan tapi Aisya hanya diam ,"kalau begitu abang akan masuk" Aisya hanya mengangguk dan melihat Syan masuk ke dalam, Syan duduk dan berbicara dengan Rendy"Rendy apa kau tahu saat kau datang dan membawa Aisya ke depan ku aku sangat bahagia dan berterima kasih kepada mu, tapi sekarang aku lebih berharap kau tidak membawanya kepada ku, ternyata kau membawa dia kepada ku karena kau ingin meninggal kan nya, tapi dia tidak bisa hidup tanpamu, jadi kau tidak bisa meninggal kan nya "setelah mengatakan nya Syan keluar dari kamar Rendy.
******
Keesokan harinya Rendy juga belum sadar Aisya memutuskan masuk ke dalam, Aisya melihat tubuh Rendy penuh dengan alat medis membuat hati Aisyah sangat sakit,dia duduk di samping Rendy menggenggam tangan Rendy dan meletakkan tangan Rendy di wajahnya.
sukses. Tapi setelah sukses papaku malah selingkuh dan meninggal kan mama ku dan menikahi wanita lain, jadi aku juga tidak percaya itu cinta dan aku juga mengatakan mamaku bodoh karena sangat mencintai papaku, tapi setelah aku mengalami nya sendiri dan merasakan apa yang di rasakan mamaku, aku paham apa yang dia lakukan saat itu,walaupun dia merasa sakit karena cinta tapi dia juga pernah merasakan kebahagiaan karena nya, tapi mas aku tidak ingin merasakan sakit karena cinta aku hanya ingin merasakan kebahagiaan karena cinta karena aku tidak kuat seperti mama ku, jadi aku mohon tolong kamu bangun, apakah kamu tidak ingin menikahi ku aku mohon tolong bangun mas... "Aisya menangis sampai terisak.
__ADS_1
Rendy membuka matanya dan melihat Aisya sedang menangis terisak di samping nya, tanpa sadar Rendy juga meneteskan air mata, Rendy mengangkat tangannya dan mengelus kepala Aisya. Aisya yang merasakan elusan Rendy terbangun dia menghapus air matanya dan tersenyum senang. Rendy melepaskan alat oksigen nya karena kesusahan bicara.
"Maaf aku membuat mu menangis lagi" ucap Rendy dengan suara lemas dan menghapus air mata Aisya.
"aku pikir kamu tidak akan bangun lagi kamu menakuti ku" ucap Aisya terisak.
"Maaf, bagaimana aku bisa meninggal kan mu aku belum menjadikan mu nyonya Wijaya" wajah Aisya memerah mendengar perkataan Rendy dan memeluknya.
"kalau begitu kamu harus sembuh dengan baik agar bisa menjadikan ku nyonya Rendy Wijaya" ucap Aisya dan mencium kening Rendy.
__ADS_1
tamat. like like like.