
Aisya memutar kenop pintu melihat orang yang di cintainya terbaring lemah,aisya terduduk lemas, menutup mulutnya dan menangis sampai terisak.
"Hai gadis cantik, kamu kenapa menangis boleh aku tahu" aisya mendengar suara Rendy langsung terbangun dan menghampiri nya "bukankah gadis ini tadi ngambek sama pacar nya, apa sekarang dia tidak mata lagi karena pacar nya sakit, kalau begitu pacar nya gadis ini lebih baik sakit agar pacar nya tidak marah lagi" ucap Rendy dengan suara lemah berusaha menghibur aisya.
"tapi gadis ini tidak suka orang yang di cintainya sakit, karena jika melihatnya sakit gadis ini akan lebih sakit" ucap aisya dengan berlinang air mata.
"tidak apa, aku baik"Rendy menghapus air matanya aisya, dan memeluk nya dan membelai kepalanya dengan lembut" tidak apa, semua akan baik baik saja "ucapan dan pelukan Rendy membuat aisya merasa damai.
"kita kemoterapi ya supaya kamu bisa sembuh" ucap aisya sambil menggenggam tangan Rendy "aku sangat takut jika harus kehilangan kamu, aku akan menemani mu."
"baiklah, aku akan mendengarkan mu, tapi jika memang aku tidak sembuh kamu jangan sedih jangan putus asa dan hidup dengan baik. "
"tidak akan kamu pasti sembuh, pasti" ucap aisya dengan air mata yang terus mengalir. sudah beberapa hari Rendy menjalani kemo, selama Rendy menjalani kemo mereka akan menjaganya bergantian, kondisi tubuh Rendy semakin lemah dia bahkan harus naik kursi roda sekarang dia juga sering merasa mual mual jadi harus selalu ada yang menjaganya dan beruntung nya Rendy mempunyai keluarga dan juga kekasih yang selalu menjaganya dan merawat nya.
Pagi ini aisya membawa Rendy keliling dengan kursi roda di taman untuk menghirup udara segar, setelah berkeliling cukup lama aisya berhenti di salah satu kursi dan duduk berhadapan dengan Rendy dan menggenggam tangannya.
__ADS_1
"apa kamu merasa lebih baik setelah kita keluar" ucap aisya dengan tatapan sendu, lama Rendy tidak menjawab.
"aku ingin pulang"
"tapi kamu belum sembuh"
"tapi dokter juga tidak menjamin aku akan sembuh jika terus melakukan perawatan"
"kamu ingin menyerah" aisya berlinang air mata "apa kamu tidak tahu rangga setiap hari nya dia menangis tapi dia menyembunyikan nya dari kami dan juga semua orang apa kamu tahu mereka setiap hari setelah pulang kerja padahal mereka sangat lelah tapi mereka datang ke sini karena ingin merawat mu, dan aku adalah orang yang sangat mencintaimu dan kamu bilang ingin menyerah, kamu egois tahu nggak"aisya pergi meninggalkan Rendy di sana, lalu mendatangi salah satu perawat untuk membawa Rendy ke kamar nya. setelah sampai di kamar Rendy merebahkan dirinya, setelah beberapa saat Rendy mendengar suara pintu terbuka dia pikir itu aisya yang ternyata itu adalah rey dia langsung mengubah raut wajahnya.
"heh.. ada apa dengan wajah itu seperti nya kau kecewa setelah melihat ku, apa kau pikir itu kekasih mu, apa kalian bertengkar"
"kenapa kau bertengkar dengan nya, jangan bertengkar dengan nya dia pasti sangat kelelahan, dia harus mengurus masalah di kantor mu dan juga harus menjagamu setelah pulang" rey memberi nasehat sambil memeriksa perkembangan Rendy.
"aku berkata hanya ingin pulang, bukan aku ingin menyerah tapi aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga ku, aku tidak ingin menghabiskan waktu di rumah sakit dan menunggu ajalku"
__ADS_1
"jangan mengatakan hal seperti itu, sudah banyak pasien kanker yang sembuh"
"tapi aku sudah bertahan bertahan bertahun-tahun sekarang aku sudah mulai lelah, sekarang aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga ku dan orang yang ku cintai" ucap Rendy, sebenarnya aisya dari tadi berdiri di pintu dan mendengarkan pembicaraan mereka, dia merasa bersalah karena menyalahkan Rendy.
,'sebenarnya dia menyetujui kemo itu karena aku meminta nya dia bertahan melewati sakit nya, dan aku malah mengatakan nya egois sebenarnya aisya kamu lah yg egois karena takut kehilangan dia aku tidak memikirkan kebahagiaan nya"batin aisya.
aisya membuka pintu dan menghampiri Rendy dan duduk di samping nya "maaf, ayo kita pulang, dokter tolong ijin kan kami pulang" aisya melihat rey.
"baiklah, tapi kamu juga harus membawa nya untuk perawatan dan jaga makanan nya dan pastikan dia minum obat tepat waktu" rey berbicara sangat banyak.
"baiklah aku tahu, aku pasti akan menjaganya baik baik"
"kita bisa pulang, yeayyy... " Rendy bersorak seperti anak kecil.
"aku akan mengabari yang lainnya" tapi Rendy menghentikan nya.
__ADS_1
"tidak perlu aku ingin memberi mereka kejutan"
bersambung β€β€β€β€π€ππ©βπ¦³πππ¦π₯°π€π₯Ίπ€πβ€π€