Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
Part 44


__ADS_3

Andre melihat tuanya di job belakang dan bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi, Rendy yang menyadari menatap wajah andre yang seperti nya memiliki banyak pertanyaan.


"ini semua agar mereka tidak terlalu sedih, saat aku pergi dan aku juga berharap dia menjalani hidup bahagia nanti nya dan melupakan ku" ucap Rendy dan memejamkan matanya dia menarik nafas panjang dan melepaskan nya "andre pesan tiket pesawat kita akan berangkat Sekarang juga" titah Rendy


"tapi tuan kesehatan tuan bagaimana saya tidak setuju tuan" kekeh andre


"andre" Rendy meninggikan suaranya


"tidak tuan kita akan berangkat besok" Rendy tidak membantah dia juga tahu andre melakukan untuk nya. "baiklah kita akan berangkat besok.


Di villa mereka mengetok pintu kamar aisya, mereka bergantian mengetok nya tapi aisya tidak membuka nya.


" Aisya cepat keluar, kamu belum makan dari tadi pagi lo nanti sakit "ucap Syan tapi aisya tetap tidak keluar.


Syan menghampiri semua orang yang sedang duduk terdiam tidak ada yang berbicara, mereka masih terngiang ngiang dengan ucapan Rendy. syan juga tidak tahu harus apa lalu terdengar suara pintu terbuka. aisya keluar penuh kemarahan, dia duduk di meja makan dan melahap makanannya. setelah memakan makanan nya dengan lahap aisya menggebrak meja.


"ingin hidup tenang, akan ku buat hidup kamu tidak tenang" ucap aisya penuh kemarahan yang membuat mereka bergidik ngeri.


Keesokan harinya Rendy bersiap pergi ke bandara, dia keluar dari pintu hotel dan masuk kedalam mobil, andre melaju mobil dengan kecepatan sedang, Rendy memejamkan kepalanya. Andre melihat ke belakang seperti nya ada yang mengikuti mereka andre menambah kecepatan mobil nya yang membuat Rendy membuka matanya dia melihat kebelakang ternyata ada yang mengikuti mereka, andre menambah kecepatan mobil nya. Tiba-tiba ada yang menghadang mobil mereka, andre segera keluar untuk menghadapi mereka.


"tuan saya akan menghadapi mereka tunggu lah di mobil"


"hati hatilah" ucap Rendy dan andre mengangguk


saat menghadapi para penculik itu tiba tiba ada yang menyemprotkan obat bius dan andre langsung jatuh pingsan melihat itu Rendy segera turun dari mobil, tiba tiba ada yang membius nya dari belakang, Sama-sama andre melihat tuan nya di bawa oleh orang orang itu"tuan.. "andre langsung tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Rendy membuka matanya dia melihat sekeliling tempat itu dia mengenali ruangan ini, itu adalah kamarnya, dia bangun dan turun dari ranjang nya dan keluar dari kamar dengan kepala yang masih Sangat pusing, dia menuruni tangga satu persatu dengan pandangan yang sedikit kabur, dia melihat seluruh rumah itu dan melihat orang berkumpul


di ruang tamu, mereka tertawa riang tapi Rendy tidak menghiraukan mereka, dengan kepala yang masih pusing Rendy langsung pergi ke pintu utama, tapi para pengawal menghadangnya.


"minggir" ucap Rendy tapi para pengawal tidak menghiraukan nya "aku bilang minggir" Rendy mengeraskan suaranya hingga terdengar ke dalam, mereka langsung menghampiri sumber suara tersebut "


"mereka tidak akan menuruti perintah mu karena kamu bukan majikan mereka lagi" ucap Syan.


"di mana andre" hanya itu yang keluar dari mulut Rendy tapi tidak ada yang berbicara "aku


tanya di mana andre" sekarang kepalanya benar benar pusing dia bahkan tidak kuat berdiri "aku tanya sekali lagi di mana andre" suaranya sudah mulai melemas"aku mohon, andre di mana"sekarang Rendy sudah terduduk dia tidak kuat berdiri lagi.


"Andre dia baik baik saja " jawab aisya yang tidak tega"apa kamu sakit, kamu demam"Rendy bangun dari duduknya "hubungi andre" ucap Rendy singkat "aku ingin kamu di sini selama sebulan dan buktikan bahwa kamu tidak mencintai ku dan kamu juga tidak membutuhkan kami dan kalo kamu berhasil membuktikannya maka kami tidak akan menggangu mu lagi."


"kalo aku menolak" tanya Rendy tanpa menoleh ke belakang.


"hubungi andre" hanya itu yang Rendy katakan,


aisya pasrah dan menghubungi Andre.


Keesokan harinya andre langsung datang ke kediaman Wijaya, dia ingin masuk tapi para pengawal itu tidak membiarkan nya masuk. setelah beberapa saat semua orang keluar termasuk Rendy, andre melihat majikan nya yang sangat pucat, dia juga membawa beberapa orang dia sudah siap bertarung.


"biarkan dia masuk" ucap aisya Rendy segera menghampiri andre ada rasa takut di hati aisya tapi dia mencoba untuk menahan nya.


"Andre kita akan menunda penerbangan sebulan lagi" ucap Rendy

__ADS_1


"tapi tuan" ucap andre wajah khawatir


"aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan begitu saja" ucap Rendy penuh arti dan akhirnya andre mengangguk.mereka berbicara cukup jauh dan membuat nya penasaran sampai akhir nya andre pergi membuat aisya tersenyum kemenangan.


Rendy kembali masuk rumah dan saat ingin


ke kamar nya aisya memanggilnya.


"tunggu" Rendy menghentikan langkah nya dan berbalik"selama kamu di sini aku ingin kamu melakukan sesuatu, anggap saja sebagai tebusan perasaan ku"


"apa itu" tanya Rendy


"aku mau kamu memasak untuk kami dan kamu juga harus menyiapkan keperluan ku saat


pagi hari yang" ucap aisya


"apa kalian kekurangan uang" ucap Rendy


"tentu tidak kami ingin memakan masakan mu" lama Rendy tidak menjawab dan tatapan intimidasi nya sangat menakutkan "baiklah" ucap Rendy terkejut aisya pikir Rendy akan marah atau mengamuk tapi dia malah setuju.


"dan satu lagi, tersenyumlah ke padaku sekarang juga" dengan patuh Rendy langsung tersenyum, aisya melihat senyum itu sangat indah dan menawan dan juga penuh ketulusan seperti senyuman Rendy untuk nya dulu. Rendy


langsung masuk ke kamar nya dan mengistirahatkan tubuh nya yang sangat lemah tak lama kemudian dia terlelap dan masuklah aisya dia berjalan pelan agar tidak membangunkan Rendy dia mendekat dan melihat wajah Rendy dari dekat dan melihat wajah Rendy yang pucat.


"kenapa wajahnya sangat pucat apa mereka menaruh obat terlalu banyak, aku akan menghabisi mereka" aisya mengecup kening Rendy dan keluar dari kamar.

__ADS_1


bersambung❤❤❤ like like 🥺🥺🥺coment ya 🦁👩‍🦳🥰🤍❤🐭👍


*


__ADS_2