
keesokan harinya Rendy membuka matanya, dia melihat sekeliling nya dia melihat aisya rangga dan teman-temannya tertidur di sofa, Rendy dari ranjang dan berjalan pelan menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya, setelah mandi dan memakai pakaian nya yang dia minta kepada pihak hotel, dia keluar dari kamar, diluar kamar dia menghubungi andre dan alex.
"kalian di mana, saya ingin memberi pelajaran kepada seseorang, eh bukan dua orang" ucap Rendy lalu dia pergi ke restoran hotel "sebelum melakukan sesuatu sebaiknya sarapan dulu, hari ini aku sangat bahagia" Rendy dengan senyuman nya yang penuh arti, setengah jam kemudian andre dan alex sampai di hotel dan menghampiri Rendy dengan amplop kuning yang mereka bawa.
"tuan ini berkasnya" andre memberi amplop ke Rendy.
"mereka sudah kuberi kesempatan tapi malah mengkhianati ku, bahkan membuat rencana licik untuk menjebakku" ucap Rendy dengan senyuman smirk nya.
"senyuman anda sangat indah tuan hari ini" alex membuka leptop nya dan mulai memainkan jemarinya, Rendy tersenyum sambil menghitung mundur.
"tiga dua satu.. kalian akan mendapatkan bonus" dalam beberapa menit muncullah bukti bukti perselingkuhan ilham dan irwan dan penggelapan pajak, korupsi dan memanipulasi saham"berani bermain dengan ku makan terimalah akibatnya "ucap Rendy tersenyum ke menangan.
" apa yang kalian lakukan "ucap Rafa datang menghampiri Rendy juga yang lain nya. " apa yang dia lakukan hingga membuat nya sangat bahagia.
__ADS_1
"kalian bisa pergi" ucap Rendy, andre dan alex membungkuk dan pergi, sekarang tinggal satu tinggal aisya Rafa dimas rangga dan Daniel dengan rasa penasaran mereka. "aku sedang membersihkan hama" ucap Rendy dengan senyuman nya.
"apa yang sebenarnya terjadi bagaimana bisa mereka menculik mu, bukankah kau selalu siaga" tanya Rafa
"aku hanya main main" ucap Rendy dan hampir tertawa tapi dia langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang dan langsung menahan tawanya.
"kami ketakutan dan kamu bilang cuma main-main kamu keterlaluan tahu nggak sih mas" aisya bertolak pinggang dan pergi meninggalkan Rendy begitu juga yang lain nya.
"hey kalian jangan marah dengarkan penjelasan ku, hey... kalian"
"kita sangat khawatir tapi dia bilang cuma becanda.. " aisya memasang wajah cemberut nya. "ayo kak dimas kita pulang, tidak usah menunggu nya, dia bahkan tidak mengejar ku untuk minta maaf"
"jadi kamu marah karena dia tidak terus terang atau tidak mengejar mu untuk menjelaskan nya"
__ADS_1
"semua nya, dia selalu menyembunyikan sesuatu dari ku dan memilih untuk menyelesaikan semua nya sendiri tanpa memberitahu ku" saat aisya sedang merepet di dalam mobil dia melihat dari kaca mobil tapi seperti ada yang berbeda.
"mas Rendy... " dengan panik aisya berlari ke arah Rendy yang sudah tergeletak di tanah, begitu pula dengan dimas Rafa Daniel dan juga rangga dan semua orang juga sudah mengerumuni Rendy "mas Rendy.. ayo kita ke rumah sakit" dimas menggendong Rendy di punggung nya dan membawa nya ke mobil dan menuju rumah sakit, dalam perjalanan aisya juga menghubungi Rey. saat sampai di rumah sakit rey suka menunggu mereka, para perawat memindahkan tubuh Rendy ke atas brangkar dan memasukkan nya ke ruang ICU. satu jam kemudian rey keluar.
"bagaimana ke adaan nya" tanya aisya
"dia bikin ulah lagi kan, apa dia tidak bisa istirahat baik baik di rumah"
"bagaimana ke adaan nya" tanya aisya yang mulai panik
"dia baik tapi kalian jaga dia baik baik sekarang keadaan nya sudah stabil, kenapa dia kalo di bilangin kayak anak kecil" rey kesal sekaligus khawatir Rendy bukan hanya pasien nya tapi juga sahabat nya.
"apa kita boleh melihat nya" ucap dimas
__ADS_1
"nanti setelah di pindahkan ke ruang rawat kalian melihat nya, gw minta tolong ke kalian tolong bujuk dia untuk melakukan perawatan" rey melepas nafas kasar dan meninggal kan mereka. aisya mengusap aisya matanya yang hampir jatuh.
bersambung β€β€β€β€ππ€π₯Ίπ€π₯°π¦πππ©βπ¦³π©βπ¦³