
Rendy membuka pelan pintu kamar aisya, setelah masuk ke kamar aisya rendy tidak melihat nya, lalu dia pergi ke balkon ternyata aisya sedang melamun di sana, rendy memeluk nya dari belakang.
"ada apa, kepikiran soal kemarin" tanya rendy lembut aisya hanya mengangguk"sebenarnya aku yang merencanakan ini, aku ingin kamu bertemu keluarga kamu yang sudah lama kamu rindukan, aku pikir kamu akan bahagia tapi sekarang kamu malah sedih"ucap rendy merasa bersalah .
aisya membalikkan badan nya dan menggenggam tangan rendy"ini bukan salah kamu, sebenarnya saat aku pertama kali liat abang aku sangat senang, aku merasa sangat bahagia sekaligus marah, kenapa mereka meninggal kan ku saat itu sama papa, kenapa mereka membuang ku saat itu.
"sayang, sebenarnya aku sudah tanya sama abang kamu, mereka sama sekali tidak membuang kamu saat itu mama sama abang kamu ada kesulitan makanya mereka tidak membawa kamu".
" kesulitan apa mas, jika mereka kesulitan aku juga bisa menghadapi nya bersama mereka tapi mereka tidak percaya pada ku, hanya karena aku anak perempuan jadi mereka menganggap aku tidak bisa menghadapi p kesulitan, apa karena abang laki-laki jadi mama lebih memilih dia dari pada aku dan karena aku wanita mama membuang ku karena aku tidak bisa memberikan uang kepada nya ".
" aisya... "rendy berteriak sehingga membuat semua orang terkejut" kenapa kamu bisa mengatakan semua itu tentang ibu kamu sendiri,kenapa kamu bisa mengatakan hal seperti itu, sekarang kata kata kamu sangat mirip dengan papa kamu ".
" jangan samain aku sama papa dan mungkin yang di katakan papa benar "
"aisya... "
"jangan berteriak padaku mas apa hak kamu berteriak kamu dan jangan pernah ikut campur urusan keluargaku" aisya tanpa sadar telah mengatakan hal yang menyakiti rendy. rendy tidak mengatakan apapun dia keluar dari kamar
__ADS_1
aisya dan masuk kedalam kamar nya.
mereka yang melihat rendy keluar kamar bertanya tanya apa yang terjadi tidak biasa nya mereka bertengkar sehebat itu dan rendy juga berteriak pada aisya ini tidak seperti biasa nya.
"apa yang terjadi" tanya dimas
"ya bertengkar lah emang nya apa lagi" jawab Rafa
"aku juga tahu mereka bertengkar tapi kenapa " sambung dimas
"mana ku tahu " jawab Rafa yang membuat dimas kesal.
"aisya kalian bertengkar semalam ya" tanyakan dimas yang melihat aisya hanya mengaduk makanan nya"bukan maksud kak dimas ikut campur tapi kalau ada masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin jangan sampai berlarut larut "
"iya kak, aku samperin mas rendy dulu ya"
"iya"
__ADS_1
Aisya pergi ke kamar rendy dan mengetuk pintu tapi tidak ada yang membukanya, dia pun memanggilnya juga tidak di jawab "apa mas rendy marah ya sama aku" gumam aisya"tapi gimana kalo terjadi sesuatu "aisya membuka pintu dan melihat rendy masih tertidur" tidak biasanya mas rendy masih tertidur jam segini"aisya mendekati rendy dan membangun kannya tapi rendy tidak bangun bangun "mas.. mas.. kak dimas... rangga" setelah mendengar Suara aisya mereka yang sedang makan segera berlari ke kamar rendy, di dalam kamar aisya ingin memeriksa nafas rendy dan saat itu lah rendy menarik tangan aisya dan menindih badan aisya "mas kamu mengerjaiku" ucap aisya kesal
"siapa suruh kamu membuatku sedih tadi malam sekarang aku ingin membalasnya"
"aku.. aku minta maaf mas aku tidak bermaksud seperti itu aku mengatakan nya karena marah bukan dari hati hatiku" ucap aisya penuh penyesalan.
"aku akan memaafkan mu tapi ada bayaran nya"
"apa bayaran nya pasti ak.. " rendy langsung mencium bibir aisya awal nya aisya merasa terkejut tapi dia juga mengikuti rendy
"apa ini alasan kak aisya berteriak"ucap rangga dan pergi dari sana
" wah aku sangat ingin "ucap Rafa
" udah jangan liat lagi lap air liur lo tuh, kayak nggak pernah aja lo"ucap Daniel dan menarik Rafa.
"ingat belum nikah" ucap dimas yang membuat mereka sadar bahwa ada yang melihat aksi mereka tadi, wajah aisya memerah dia segera berlari ke kamar nya yg membuat rendy gemes.
__ADS_1
"dia sangat manis" ucap rendy.
bersambung❤❤❤❤ 👩🦳🤍🐭👍🥰