
Setelah aisya memerintah agar alex masuk, rendy segera menghampiri nya yang membuat mereka penasaran.
"kak kira kira apa yang mereka bicara kan" ucap aisya penasaran tapi semua orang tidak menjawab "ya sudah aku cari tau sendiri" aisya meninggal kan meja makan dan berjalan pelan dan bersembunyi di sudut dan melihat rendy dan alex, tanpa dia sadari semua orang berada
di belakang nya "kenapa kalian di sini"
"isht.. kami juga penasaran sebenarnya apa yang mereka lakukan diam diam" ucap Rafa pelan
"iya, aku rasa dia menyembunyikan sesuatu" ucap dimas
"Ooooo... " terdengar suara boy
"kak boy, kamu o.. ooo.. emang ngerti" tanya aisya. boy menggeleng.
"diamlah" ucap Daniel
Mereka melihat rendy dan alex tapi tidak kedengeran mereka mencoba untuk mendekat,
tapi mereka malah terjatuh dan di ketahui oleh rendy.
"kalian sedang melakukan apa" rendy yang melihat mereka bertingkah aneh
__ADS_1
"kami sedang bermain, iya kan " aisya mencubit pinggang Rafa
"iya iya ia" jawab mereka bersamaan
"oh, kalau begitu kalian lanjut kan saja, alex lanjut bicara" mereka lanjut membicarakan masalah mereka sedang kan aisya dan yang lainnya melanjutkan makan mereka yang tertunda walau di landa rasa penasaran.
Setelah berbicara alex langsung pergi dan tinggal rendy dengan tatapan penuh amarah dia
pergi ke dapur dan mengambil segelas air putih dan ingin kembali ke kamarnya. karena penasaran dengan amplop kuning yang di berikan alex aisya memilih untuk bertanya.
"mas, amplop apa itu" tanya aisya
"hal yang sangat ku benci" mata rendy penuh ke marahan bahkan terlihat jelas di wajah nya, tanpa sadar memecahkan gelas di tangan nya hingga tangan nya banyak mengeluarkan darah , aisya mengambil tisu dan mengelap tangan rendy"hal yang paling ku benci adalah pengkhianat dan pencuri, dasar rubah tua"
"bukan kah mereka ingin bermain, kalau begitu
baiklah ku temani mereka bermain sampai selesai" rendy tersenyum smirk dan mengambil ponsel nya dan menelfon seseorang.
"memang nya permainan apa kali ini" ucap aisya dengan wajah polos tapi menakutkan.
"aku ingin menangkap rubah tua dan mengupas kulit mereka dan mengiris daging mereka sedikit demi sedikit dan akan ku masak mereka dan ku beri makan para kucing ku yang sudah sangat banyak" ucap rendy dengan senyuman menakutkan
__ADS_1
"baiklah kutemani, lagi pula sudah lama aku tidak melakukan nya, aku mungkin nanti akan sedikit kaku" Ucap aisya
"apa yang akan kalian lakukan, Syan apa yang akan mereka lakukan, apa mereka akan membunuh orang" boy ketakutan dengan suana rumah itu.
"tenang lah kami bukan mau membunuh orang tapi lebih buruk dari itu" ucap Rafa
"jika takut jangan pernah masuk rumah ini, permainan di mulai 3 2 1" suara HP aisya berdering.
"kak ada rapat anggota dewan" ucap aisya, mereka langsung menuju kantor pusat.
Sekarang seluruh anggota dewan telah berkumpul aisya dimas Rafa dan Daniel juga masuk karena mereka juga pemegang saham terbesar di perusahaan kecuali aisya dia datang untuk mewakili rendy.
"bukan kah dia ilham kenapa dia kesini" tanya Rafa
"dia membeli saham di perusahaan kita dari para pemegang saham sekarang dia juga termasuk orang yang mempunyai saham yang besar" jelas aisya
"kami ingin menurunkan pak Rendy dari jabatan presdir" ucap ilham yang memang punya dendam dengan Rendy.
"apa alasan nya, " tanya aisya
"dia menghilang tanpa kabar bahkan hidup matinya tidak jelas, bukankah sudah seharusnya kita mencari pemimpin perusahaan, " jawab irwan salah satu pendukung ilham dan semua anggota dewan setuju dengan itu
__ADS_1
"kalo begitu menurut mu siapa yang sanggup menggantikan ku" suara lelaki yang tenang tapi menakutkan, berwibawa tatapannya membuat orang segan melihat nya. "kenapa diam, aku tanya padamu siapa yang bisa menggantikan ku"
bersambung❤❤❤❤❤❤❤ 🦁👩🦳❤🐭🤑👍🤍😃🥺