
di dalam kegelapan tubuh rangga kedinginan dan demam nya juga semakin parah dia tidak tahu harus apa dia mengalami siksaan secara fisik maupun mental tubuh nya menggigil kedinginan dia tidak punya harapan lagi tubuh nya benar benar tidak sanggup lagi dan akhirnya tubuh nya tumbang.
samar samar rangga mendengar suara pintu terbuka dalam keadaan setengah sadar dia melihat cahaya dan mendengar suara -suara yang membuat harapan nya kembali.
"rangga"
"rangga"
"rangga"
"rangga"
"rangga"
suara lima orang yang sangat menyayangi nya.
"rangga bagaimana kamu baik baik saja" Rendy dan teman-temannya dan aisya terenyuh melihat keadaan rangga yang penuh luka "maaf kami terlambat"
"bang kenapa kalian lama sekali coba lihat mereka menyiksa ku kalau kalian terlambat dua hari lagi mungkin mereka akan menghancurkan wajah tampanku ini" rangga yang masih bercanda dengan tubuh yang penuh luka.
__ADS_1
"kamu ini sampai sekarang masih memikirkan wajah syukur nyawa masih ada ih.. " aisya memukul pelan tangan rangga.
"awww, sakit kak" rintih rangga yang memenangi tangan nya.
"kenapa " tanya Rendy menyentuh tangan rangga.
"aww, sakit bang mereka mematahkan tangan ku" ucap rangga membuat darah Rendy mendidih.
"kurang ngajar kau luyi " ucap Rendy
"bang aku mengantuk" ucap rangga lemas
"kalau begitu tidur lah" ucap Rendy
"dasar kau sebagai lelaki terlalu banyak menonton drama tidurlah abang tidak akan meninggalkan mu"
"kalau begitu nanti kamu menggendong ku seperti waktu kecil dulu" ucap rangga tersenyum.
"baiklah abang gendong tidurlah abang akan membawamu pulang" Rendy paham dengan ucapan rangga mereka yang ada disana merasa terharu dengan kedekatan mereka berdua.
__ADS_1
"bang Terima kasih sudah menemukan ku. aku sangat bahagia" Rendy tersenyum mendengar ucapan rangga. Rendy menggendong rangga dan keluar dari tempat itu dan membawanya pulang kerumah.
flashback off
"dia adalah luyi saudara nya bagas " ucap dimas
"bagas, dia siapa" tanya aisya
dimas berhenti menceritakan nya dan menarik nafas panjang Rafa melanjutkan cerita nya.
"kalau cerita jangan setengah, dia kapten tim basket waktu kami sekolah dulu" sambung rangga
"kalian sekolah juga aku pikir kalian nggak sekolah" ucap aisya tertawa kecil
"aku sambung cerita nya, dia termasuk pemain yang hebat tapi tidak sebaik Rendy semenjak kami gabung di tim basket tim kami lebih unggul dari pada mereka akhirnya bagas meminta Rendy untuk bertanding tapi Rendy menolak karena bagaimana pun kita satu sekolah seharusnya tidak bermusuhan tapi bagas tetap kekeh mengikuti Rendy kemana mana karena kesal Rendy menyetujui nya. sampai hari itu hari dimana mereka bertanding
hari ada yang mendorong bagas dari tangga dan kami ada di sana dan tangan bagas jadi cedera dan dokter bilang dia tidak bisa main basket lagi dia jadi depresi sampai akhir nya bunuh diri dan kami jadi penjahat nya dan Rendy juga tidak mau main basket lagi karena merasa bersalah, apa kamu sudah ngerti"sementara aisya hanya tersenyum sendiri.
"kak, mas Rendy pasti ganteng banget saat main basket kenapa aku tidak ada di sana" ucap aisya yang sibuk menghayal. dimas Rafa juga deniel hanya menggeleng kepala mereka.
__ADS_1
"tapi luyi benar benar bodoh dia bisa menyelidiki tentang Rendy yang bahkan tidak bisa diketahui oleh musuh yang lain dan bahkan bisa menculik orang dalam pengawasan kita kenapa dia tidak menyelidiki tentang adik nya".ucap deniel tersenyum sinis
" karena dia terlalu bodoh kita akan bisa menemukan nya bang"ucap aisya penuh arti.