
sudah tiga hari rangga menghilang tapi belum ada kabar. rendy, aisya dan teman-temannya terus mencari nya tapi hasil nya nihil rangga tetap tidak bisa di temukan bahkan Rendy sudah menyuruh semua anak buahnya tapi tetap tidak di temukan. mereka semua berkumpul di ruang tengah tidak ada yang berbicara mereka hanya duduk dan wajah yang tampak lesu. baru kali ini mereka merasa kesulitan mencari informasi seseorang rangga menghilang seperti di telan bumi tidak ada jejak sama sekali siapa yang bisa melakukan semua ini.
"sebenarnya siapa mereka ren siapa yang berhasil mengelabui kita" ucap Dimas
"nggak peduli siapa orang nya sedikit saja dia melukai rangga akan kubuat hidup nya seperti di neraka akan kubuat memohon kematiannya sendiri" ucap Rendy penuh kemarahan, Rendy mengepal tangan nya dia mengusap wajah nya
dan melepas nafas kasar.
"tenang lah tidak akan terjadi apa apa padanya, dan cobalah berfikir siapa kira kira yang bisa melakukan ini " ucap aisya dan mengusap kepala Rendy.
mereka mulai berfikir dengan tenang siapa yang bisa melakukan ini .
"apakah benar mereka? " ucap Daniel penuh arti,
mereka mengerti maksud Daniel.
aisya menatap mereka dengan wajah penasaran "siapa mereka? " tanya aisya
"Youto sayang, tapi kami belum pasti karena ini bukan gaya nya mereka tapi cuma mereka yang bisa melakukan ini yang bisa. tapi untuk apa mereka menculik rangga kalau mereka ingin mengancam kita pasti sudah melakukan nya tapi kenapa mereka tidak melakukan nya? "
ditengah tengah kekhawatiran mereka terdengar suara pesan masuk dari ponsel mereka semua kecuali aisya. lalu muncul lah sebuah video yang membuat kemarahan mereka memuncak. itu adalah video rangga yang sedang kesakitan tapi bukan fisik nya melainkan batinnya. rangga dikurung di sebuah ruangan yang gelap dan sempit dan gelap wajah nya pucat dia gemetar seluruh tubuh nya berkeringat rangga punya fobia gelap dia juga takut sendirian.
__ADS_1
praaak
suara Rendy mengebrak meja teman tamannya juga mengepal tangan nya aisya menitikkan air mata nya melihat keadaan rangga.
trut
trut
suara ponsel Rendy.
"halo, bagaimana bagus kan video nya, Rendy ini adalah balasan atas apa yang kau lakukan terhadap adikku dan sekarang akan kubuat dia juga merasakan hal yang sama bahkan berkali-kali lipat. "
"ternyata kau, kembalikan dia jika kau ingin balas dendam datang padaku dia tidak ada hubungannya dengan ini"
Tiba-tiba sambungan telepon nya terputus, Rendy membanting ponsel nya dan mengusap kasar wajahnya. Rendy menarik nafas panjang dan air mata mengalir di wajah tampan nya aisya yang melihat nya mendekati Rendy dan memeluknya.
"tidak apa apa rangga akan baik baik saja kau tau kan dia sangat kuat tidak apa" aisya menepuk punggung Rendy.
"ini semua salahku aku harus bagaimana untuk pertama kalinya aku merasa tidak bisa melakukan apa apa dan merasa tidak berguna dan semua yang kumiliki, aku juga tidak bisa melindungi nya aku sekarang berpikir apa aku bisa melindungi mu nanti dan orang orang disekitar ku entah mengapa aku merasa sangat lemah"
"kamu tidak perlu terus melindungi semua orang dan tidak perlu menanggung semua beban diatas pundak mu lagi pula kau tidak perlu melindungi ku kan seharusnya aku yang melindungi mu aku kan asisten pribadi mu dan juga kamu bos tampan milikku. " Rendy terkekeh dengan perkataan aisya.
__ADS_1
tak lama kemudian Rendy terlelap di pelukan aisya karena kelelahan. aisya perlahan mengangkat kepala Rendy dan menaruh bantal dikepalanya dan mengambil selimut dan menyelimuti nya. aisya berjongkok dan menatap wajah Rendy yang kelelahan.
"seperti nya dia sangat lelah, ini tidak baik untuk kesehatan nya, siapa yang berani melakukan nya yang membuat pacar ku sampai seperti ini akan ku beri pelajaran dia" gumam aisya dia mengecup kepala Rendy "tenang lah akan kubuat orang yang membuat mu sedih akan kubuat mereka membayar harga nya"
Aisya menghampiri dimas, Rafa dan juga Daniel yang sedang duduk di meja makan dengan wajah khawatir.
"kak"
emmm"mereka menoleh dan dan melihat aisya.
"di mana Rendy" tanya dimas
"ketiduran kak " jawab aisya
"bagus lah setidaknya dia tidur udah beberapa hari dia tidak tidur dia pasti lelah" ucap dimas.
"kak aku mau tanya, apa kalian kenal orang yang menelfon tadi"
mereka menghela nafas bersama dan mengangguk.
"kami mengenalnya " jawab Rafa sambil membayangkan kajadian 10 tahun lalu.
__ADS_1
🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🥰🥰🥰🥰🥰