Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 16


__ADS_3

mereka semua diam tidak mengatakan apa apa dalam hati mereka masih merasa bersalah apa yang terjadi pada rendy. karena kecerobohan mereka rendy hampir kehilangan nyawa.


"tolong bantu gua bangun dim" ucap rendy memecah keheningan di dalam sana dimas perlahan membantu rendy duduk"yang lalu biarlah berlalu itu semua adalah takdir tidak ada orang yang bisa melawan takdir jadi kalian jangan menyalahkan diri lagi"ucap rendy menepuk tangan Dimas.


"kalau lho nggak mau kita menyalahkan diri lho jaga kesehatan lho" ucap Rafa memalingkan wajahnya karena matanya sudah memerah


rendy yang melihat teman nya yang sangat mengkhawatirkan nya merasa beruntung karena mempunyai teman yang sudah seperti keluarga.


"lho nangis ya raf udah jangan nangis gua nggak akan mati sebelum lho" rendy menggoda Rafa


"bre*g"ek lho" upat Rafa dan memukul pelan rendy dengan bantal. ruangan yang tadi sunyi sekarang penuh dengan gelak tawa aisya yang mendengar pembicaraan mereka juga tersenyum.


"ekhm.. tuan ini bubur nya tuan makan terus minum obat" ucap aisya sambil menyuapi rendy. dimas memberi isyarat kepada temannya untuk meninggalkan mereka berdua


tinggal lah aisya disana menyuapi rendy.


rendy menghabiskan semua bubur yang dibawakan aisya mungkin karena bubur yang dibuat aisya pakek bumbu cinta kalian makanya rendy menghabiskan semua nya 😅


"tuan sekarang tuan minum obatnya ya" aisya memberikan obat ke pada rendy tapi rendy tidak mau mengambil nya


"aisya boleh tidak obatnya tidak diminum" rendy menatap aisya dan memasang wajah manja


"jangan dengar kan dia" sahut dia dimas dari luar "dia akan selalu memasang wajah seperti itu kalau disuruh minum obat...


aisya menatap rendy dan tersenyum melihat kelakuan rendy yang tidak suka dengan obat dan dia perlahan membujuk rendy.


" tuan kalau tuan tidak meminum obat tuan tidak akan sembuh "bujuk aisya


" tapi obat pahit aisya "jawab rendy dengan wajah merajuk aisya merasa lucu dengan sikap tuan nya yang manja pada nya.


dimas yang melihat sikap rendy yang manja pada merasa terkekeh memang biasa nya rendy susah untuk minum obat tapi dia tidak akan bersikap manja seperti itu awal nya dia merasa jijik dengan sikap rendy tapi dia juga bahagia karena rendy sudah bisa membuka hati untuk wanita yang selama ini dia tutup rapat.

__ADS_1


"tuan minumlah obat nya aku janji obat ini akan sangat manis tidak akan pahit kok" ucap aisya penuh arti. mendengar ucapan aisya rendy mengambil obatnya meski dia tidak paham yang dimaksud aisya karena yang dikatakan aisya pasti benar.


rendy meminum obat nya tapi tetap merasa pahit.


"tetap pa...


saat rendy ingin berbicara aisya langsung mencium bibir rendy mata rendy membelak dia tidak membalas atau menolak dia hanya diam jantung nya berdetak kencang dimas yang melihat adegan mereka segara keluar.


" jadi manis kan...


rendy hanya mengangguk yang membuat aisya terkekeh lucu


"tuan kau sangat manis tadi hingga aku tidak tahan untuk menciummu dan seharusnya kau tahu jika maksud dari memaniskan obatnya" aisya melingkar tangan di leher rendy dan menatap manik mata rendy dalam dan menggenggam tangannya dan air bening jatuh dari matanya


"ada apa kenapa kamu menangis...


" saya sangat takut tuan saya mohon jangan lagi seperti itu melihat mu sakit aku juga merasa sakit dan kalau kau memang merasa sakit katakan lah padaku saat melihat mu tidak sadar aku begitu takut, hikss "jawab aisya terisak...


" tuan ini tidak adil kau menyatakan Cinta seperti ini kau bahkan tidak memberiku bunga atau hadiah "ucap aisya penuh maksud.


" kau ingin hadiah hadiah pertama, ciuman di dahi, hadiah kedua "ucap rendy terus menatap aisya" hadiah kedua di kedua matamu, cup"aisya tersenyum bahagia "hadiah terakhir, cup di pipi" sontak wajah aisya berubah


"hadiah selanjutnya" tanya aisya sambil memo nyong bibir nya


"kau kan sudah mengambil nya tadi" ucap rendy dengan maksud


"itu tidak dihitung" ucap aisya merengek


"tidak...


" benarkah tidak"tanya aisya,rendy hanya mengangguk

__ADS_1


aisya naik dan duduk di paha rendy dan melingkar tangan nya dileher rendy


"aisya aku sedang sakit..


" aku tidak peduli siapa suruh kau tidak memberi hadiah ku..


"baiklah karena kamu sangat ingin hadiah aku akan berikan" rendy membelai kepala aisya dan memegang tungkuk dan mendekatkan bibir nya akhirnya adegan panas di mulai mereka saling menukar saliva ciuman itu tidak berhenti sampai mereka kehilangan nafas, aisya terengah tapi dia juga sangat bahagia


"sudah hadiah nya" tanya rendy yang membuat wajah aisya memerah dan tersipu


"oh ya tadi dokter Rey bilang kalo kamu sakit lagi dia tidak akan merawat tuan lagi karena katanya kamu keras kepala" ucap aisya mencairkan suasana


"biarkan saja lagi pula dia tidak akan tega..


" kenapa...


"karena dia dokter tidak ada dokter yang tega bila melihat pasien nya meninggal ...


" tuan memang sangat pintar"aisya langsung memeluk rendy


"itu bukan kepintaran ku aisya itu memang kenyataan apalagi rey adalah dokter yang selalu mengutamakan pasien nya" jelas rendy


"kalau begitu kamu sebagai pasien juga harus patuh.. ucap aisya menatap wajah rendy dan mempererat pelukan nya" aku tidak suka kalau kau sakit jadi jaga kesehatan mu"ucap aisya lirih. rendy mengangguk dan tersenyum mereka saling memeluk sampai aisya tertidur didalam pelukan rendy. rendy merasa terkekeh melihat wajah polos aisya ketika tertidur.


"aisya mulai sekarang aku akan menjadi milikmu dan aku akan selalu melindungi mu dan jangan pernah meninggalkan ku aku tidak suka ditinggal kan sudah banyak yang pergi dan aku tidak ingin kau pergi" ucap rendy lirih aisya sebenarnya belum tidur dia hanya memejamkan matanya.


"aisya berjanji tidak akan pernah meninggalkan rendy....


rendy tersenyum mendengar perkataan aisya dan dia mencium pucuk Kepala aisya dan mereka akhirnya tertidur dan saling berpelukan.


bersambung, jangan lupa like and comment 👍❤👩‍🦳

__ADS_1


__ADS_2