Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 12


__ADS_3

keesokan harinya seperti biasa mereka makan bersama dan di meja makan mereka bertambah satu orang lagi. rangga melihat semua orang dimeja makan saat turun tangga dia masih bingung dengan semua yang terjadi


dia masih sibuk dengan pikiran nya hingga dia tidak menyadari bahwa aisya memanggilnya.


"rangga.. rangga.. rangga" panggil aisya tapi rangga masih tidak mengubrisnya akhirnya dia berdiri dan menghampiri rangga karena melihat rangga yang sedang melamun dia berniat mengerjai nya "rangga.. " teriak aisya yang membuat rangga terkejut


"apaan sih mbak saya belum budek mbak ngapain mbak teriak bisa tuli beneran nanti aku mbak" rangga yang memasang wajah kesal dan memerah karena kesal


"kalau kamu tidak tuli kenapa aku panggil kamu tiga kali kamu tidak jawab. pakek ngelamun lagi sambil turun tangga lagi bahaya tau" jelas aisya dan mencubit pipi rangga yang merah karena kesal. mereka yang melihat tingkah mereka hanya tersenyum tipis dan menggeleng kepala dengan tingkah mereka berdua yang kekanakan


"ya sudah kakak minta maaf ayo kita makan dari tadi kami nungguin kamu lo kalau kita terlambat nanti harimau bisa marah" bisik aisya dan menarik tangan rangga.


mereka semua makan dengan tenang tidak ada suara hanya suara detingan sendok dan garpu sampai mereka selesai makan dan rendy yang pertama berbicara


"rangga kamu akan melanjutkan sekolah aku sudah mengurus semua nya"" ucap rendy dengan tegas


"tapi.. " rendy memotong perkataan rangga


"aku tidak suka dibantah" jawab rendy tegas dan menatap tajam rangga membuat rangga takut


"tuan apa yang kau lakukan kau membuat nya takut " aisya memegang tangan rendy "rangga tuan melakukan ini untuk kebaikan kamu jadi ku harus melanjutkan sekolah untuk masa depan kamu ok" ucap aisya lembut, rangga hanya mengangguk.


"tuh kan ren kenapa nggak kayak aisya bisa kan jelasin nya lembut dikit. kalau lo bicara kayak gitu dengan tatapan lo itu yang ada orang itu bakal mati ketakutan " Rafa mendapat tatapan tajam dari rendy dan yang membuat Rafa langsung diam.


"nanti kamu akan diantar oleh andre " sambung rendy datar


"nggak usah tuan saya bisa pergi sendiri" jawab rangga

__ADS_1


"aku sudah bilang aku tidak suka dibantah" ucap rendy dingin yang membuat rangga bertambah takut.


"rangga dengan aja yg dia bilang ini semua untuk kebaikan kamu " sambung aisya "dan satu lagi jangan panggil dia tuan dan jangan panggil aku mbak" ucap aisya lagi


"emang kenapa " tanya rendy


"pokoknya cuma aku yang bisa memanggilnya tuan bahkan orang dirumah ini sudah kusuruh ganti jadi bos di markas juga sudah kusuruh alex untuk mengganti panggilannya" ucapan aisya membuat rendy terkejut dia baru sadar sekarang sebelum nya dia tidak menghiraukan nya ternyata perubahan nya karena aisya yang membuat nya tersenyum "dan ya kamu panggil aku kak asyi aja dan panggil mereka dengan sebutan abang aja boleh kan kak, tuan" tanya aisya semua nya mengangguk kecuali rendy


"iya... " jawab rendy datar "yaudah gue berangkat sekarang" ucap rendy sambil berdiri "kalian kerja hari ini" tanya rendy


"nggak ren hari kita ada urusan penting" ucap dimas dengan senyum penuh arti


"baiklah tapi kalian harus hati hati" ucap rendy lalu pergi dan diikuti oleh aisya


setelah itu dimas Rafa dan juga Daniel juga pergi dan tinggal rangga di meja itu yang menunggu andre datang.


"kau memanggilku tuan" tanya rangga bingung


"iya, ayo tuan kita pergi nanti kita terlambat" lanjut andre dan mempersilahkan rangga dengan sopan dan membuka pintu untuk rangga walaupun rangga bingung dia tidak mengatakan apa apa. didalam mobil rangga yang sudah di banjiri dengan pertanyaan akhirnya bertanya pada andre


"bang andre kamu tau nggak tentang bang rendy dan teman-temannya kenapa mereka tidak membunuh ku dan kenapa malah membawaku kerumah mereka dan memperlakukan ku dengan baik dan apa yang terjadi sebenarnya dengan ayah ku" tanya rangga


"tuan saya tidak bisa menjawab pertanyaan tuan" jawab andre


"kenapa emang nya berapa lama kamu bekerja dengan mereka" tanya rangga lagi


"sudah Sangat lama tuan tapi saya tetap tidak bisa mengatakan itu semua untuk kebaikan tuan" ucap andre

__ADS_1


"semua untuk kebaikan ku kalian semua bilang begitu aku bukan lagi anak anak yg bisa kalian atur. kalau kalian tidak memberitahu aku akan cari tau sendiri karena kalau aku ingin tau aku pasti akan tau" ucap rangga kesal karena tidak mendapat kan jawaban yang dia mau, andre hanya melepaskan nafas kasar.


kembali ke rendy dan aisya


"tuan sebenarnya rangga siapa dia kenapa kalian baik sekali pada nya apa benar kalian cuma merasa bersalah karena membunuh ayah nya" tanya aisya


"aisya ada beberapa hal yang sebaiknya kamu tidak tahu karena bisa berbahaya" jawab rendy


"apa yang lebih berbahaya selain aku sangat mencintaimu dan " jawab aisya tersenyum penuh arti "apa kau menerima cinta ku tuan" sambung aisya dan mendekatkan wajahnya ke rendy dan wajah mereka hanya berjarak tiga senti dan menatap dalam mata rendy, rendy juga menatap mata aisya dan membuat jantung mereka berdegup kencang


"aisya jangan salah kan aku " batin rendy dan mulai mendekatkan bibir nya ke bibir aisya dan aisya memejamkan mata nya


tok tok tok suara pintu


mengganggu saja"batin aisya


"maaf Pak rendy ada pak ilham menunggu di ruangan miting" Riska menejer keuangan


"ilham bukan nya kita sudah menolak mereka" tanya rendy lagi pada Riska


"ia pak tapi mereka meminta penjelasan pak rendy dan apa alasan nya pak rendy menolak mereka" jawab Riska lagi


"apa hak mereka meminta penjelasan dari ku" ucap rendy datar


"sudah tuan temui saja mereka aku juga ingin melihat siapa orang yang berani meminta penjelasan dari tuan ku " jawab aisya tersenyum penuh arti


bersambung jangan lupa vote and commentπŸ˜„πŸ‘πŸ‘©β€πŸ¦³πŸ‘©β€πŸ¦³

__ADS_1


__ADS_2