Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 25


__ADS_3

selang beberapa jam luyi menelfon Rendy dia menghubungi nya lagi.


tring, tring


setelah melihat nomor yg menghubungi nya Rendy langsung mengangkat nya.


"rangga kamu di mana kamu baik baik aja kan" tanya Rendy karena mendengar rangga yang menelfon.


"bang aku baik. baik saja aku ingin mengatakan sesuatu"


"apa kamu di mana sekarang apa kamu tahu mereka membawamu ke mana"


"bang jangan mencari ku lagi" ucap rangga


"kenapa apa yang kau katakan" Rendy terkejut mendengar perkataan rangga.


"ini semua jebakan dan mungkin aku menghubungimu juga rencana mereka bang kalian jangan kesini aku menghubungi mu hanya untuk berterima kasih karena abang telah menemukan ku. sebenarnya aku selalu merasa bahwa ada seseorang orang yang selalu melindungi ku makanya aku tidak pernah takut aku selalu penasaran siapa dia aku berpikir mungkin itu cuma perasaan ku saja tapi sekarang aku tahu ternyata orang itu adalah abang ku. abang yang paling baik dan abang yang selalu melindungi ku kamu abang terbaik di dunia . bang Terima kasih karena telah menemukan ku. "telepon terputus rangga mematikan ponselnya.


" rangga, rangga "Rendy mengusap wajahnya ponsel nya berdering lagi dia lngsung mengangkat nya.


" luyi kembalikan adiku gw akan kasih apapun yang lo mau"ucap Rendy


"baik lah yg gw mau kalian datang kesini tidak boleh kurang satu orang pun" luyi langsung mematikan ponsel nya "akan ku pastikan kalian membayar apa yang kalian lakukan kepada adiku.


Rendy Rafa dimas deniel dan juga alex sudah duduk diruang tengah.


" Aku ingin berbicara dengan kalian sebenarnya tadi luyi menelfon dia bilang.. "Rendy berhenti bicara.


" Ayo kita pergi menyelamatkan rangga kita tidak boleh kalah dari nya apa kau lupa kita disebut mesin pembunuh"ucap dimas


"baiklah ayo kita pergi sudah lama kita tidak melakukan nya" ucap deniel


"apa boleh buat aku sudah terlanjur berteman dengan kalian yang gila ayo" sambung Rafa


"baiklah kita tunjukan kemereka jangan berurusan dengan keluarga Wijaya ayo dan alex tetaplah disini jaga calon nyonya mu " baik tuan


mereka berempat akhirnya berangkat tanpa anak buah dan tanpa senjata.

__ADS_1


"dimas entah mengapa mendengar kata membunuh dari wajah dan suara mu yang lembut itu aku merasa merinding" ucap Rafa yang membuat mereka tertawa."ayo kita beraksi"Rafa membawa mobil dengan kecepatan penuh.


sementara aisya yang dari tadi mengawasi mereka juga mulai beraksi. dia mengambil ponselnya.


"bagaimana mau beraksi menumpas kejahatan lagi" ucap aisya penuh semangat


"......... "


"hubungi para kakak juga"


"......... "


"tentu saja mereka mau bilang saja ini tentang masa depan adik mereka"


"......... "


"sampai ketemu di sana ya"


aisya turun ke bawah dan melihat alex yang sedang duduk di sofa dan menghampiri nya.


"alex"


"iya nyonya"


"iya nyonya"


"sekarang ikut dengan ku aku mau olahraga sebentar sudah lama aku tidak melakukan nya aku tidak tahu apa aku akan kaku nanti" ucap aisya


meskipun tidak mengerti alex tetap mengikuti aisya karena tugas nya adalah melindungi aisya.


sementara Rendy dan teman temannya juga sudah sampai di tempat yang dikatakan luyi mereka langsung di serbu oleh anak buah luyi yang kurang lebih seribu orang. jika ada senjata mungkin mereka tidak akan kelelahan tapi mereka hanya datang dengan tangan kosong dan mereka jadi kelelahan.


"dari mana luyi mendapatkan anak buah sebanyak ini" Rafa yang sudah mulai kewalahan.


"dia bekerja sama dengan youto untuk melawan kita" ucap deniel


mereka benar-benar sudah kelelahan tidak ada yang sanggup lagi mereka berfikir apakah ini benar benar akhir dari mereka sementara Rendy yang terus melawan juga sudah kewalahan.

__ADS_1


"aisya apakah aku tidak bisa bertemu dengan mu lagi apakah aku tidak bisa menyelamatkan rangga apakah semua akan berakhir" batin Rendy


di tengah ke putus asaan mereka datang lah seberkas cahaya menyilaukan mata mereka.


"kalian semua cari mati" suara yang imut tapi menakutkan


"habislah kalian berani membangun kan singa yang sedang tidur" ucap salah satu kakak disana


"aisya kamu memanggilku di saat yang tidak tepat apa kau tahu aku harus memukul suamiku hingga pingsan".


" selesaikan lah dengan cepat nanti anakku bangun "


"ayo para kakak habisi mereka semua karena mereka telah mengganggu kita, Sinta ayo"


"baiklah sudah lama aku tidak melakukan ini aku sangat bersemangat"


"para gadis kembalilah kerumah kalian ini sudah malam tidak baik bagi wanita untuk berkeliaran di malam hari" ucap salah satu orang di sana.


"itu bagi wanita biasa tapi bukan untuk 7mawar.apakau tahu mawar memang indah dan wangi tapi juga berduri hati hati lah memetik nya nanti bisa sakit seperti kami memang indah tapi jangan pernah menyentuh kami karena kami beracun" ucap aisya


"aisya, ahh" seseorang memukul Rendy dari belakang.


"mas, " aisya mengepalkan tangan nya dan tatapan membunuh nya sangat mengerikan.


"mereka sudah gila" ucap Sinta


"bunuh mereka semua lagi pula mereka tidak pantas hidup kalian juga sudah tahu apa saja yang mereka lakukan mereka sudah sering melanggar hukum, bunuh mereka dalam 5menit aku harus menyulam adik ipar ku" ucap aisya siapa dengan pisau ditangan nya.


"Oke " jawab mereka bersamaan


mereka benar-benar menyelesaikan nya dalam lima menit sekarang tempat itu penuh dengan darah dan juga mayat berserakan dan hanya menyisakan satu orang untuk mengetahui lokasi rangga.


"aku bertanya di mana adik kami kalau kau mengatakan nya mungkin aku akan melepaskan mu"


"baiklah aku akan mengatakan nya dia ada di lantai tiga di sana hanya ada satu ruangan"


"Terima kasih, tapi aku hanya akan melepaskan mu dari siksaan ku tidak dari kematian kalian tidak pantas Hidup kalian memperkosa wanita jual organ manusia membunuh merampok dan menculik anak anak dan menjual mereka jadi pelacur pembantu padahal mereka masih memiliki orang tua"ucap aisya dan berlinang air mata dia segera menghampiri Rendy dan kakaknya disana juga ada alex dan andre.

__ADS_1


*mas, kak kalian baik baik saja "


"ada aisya kami pasti baik ayo kita lihat rangga. "


__ADS_2