
mereka semua menunggu rey yang sedang meriksa rangga mereka sangat panik bahkan mereka lupa dengan makan malam. setelah beberap menit rey keluar.
"rey bagaimana keadaan nya dia baik baik aja kan kenapa dia tadi pingsan" tanya rendy yang sudah sangat panik.
rey menghela nafas kasar yang membuat semua orang panik.
"rey cepat jawab" rendy setengah berteriak
"kalau lho nggak kasih gw makan gw juga akan pingsan seperti dia lho tahu nggak lho panggil gw kesini pas gw mau makan lho tau nggak gw laper banget sekarang" jawab rey dengan wajah memalas.
"rey lho bicara yang jelas jangan bikin kita bingung" sambung Rafa
"ok gw tanya kalian miskin banget sampai tuh anak nggak kalian kasih makan dia itu udah dua hari nggak makan" ucap andre kesal karena dia di bentak oleh mereka.
mereka semua terkejut dan memanggil semua pelayan, semua pelayan ketakutan saat di panggil tiba-tiba.
"Yaaaaak.. apa kerja kalian kenapa rangga bisa tidak makan" rendy memasang wajah membunuh nya "andre kenapa ini bagaimana kalian bisa ceroboh seperti ini
mereka semua hanya diam tidak ada yang berani bicara.
" kami telah mengantar makanan nya kekamar tuan rangga tuan dan setiap kami mengambil piring nya makanan nya selalu habis tuan "jawab seorang pelayan ketakutan.
" rendy suruh mereka pergi ada hal yang mau gw bicarain sama kalian "ucap rey dengan wajah serius.
" ada apa tanya rendy. "
__ADS_1
"begini rey kayak nya rangga punya masalah sedikit dengan mental nya. "
"apa" jawab mereka
"jadi begini saat gue ke toilet diruangan rangga gw lihat di dalam tempat sampah di ruangan rangga ada makanan yang dia buang."
mereka semua terkejut mendengar penjelasan rey.
"seperti nya dia punya trauma akan sesuatu yang membuat dia takut" sambung rey lalu dia pergi ke meja makan untuk melanjutkan makan malam nya yang tertunda.
"kenapa alex nggak pernah bilang kalau rangga punya trauma" ucap rendy
"itu karena rangga tidak pernah memperlihatkan nya dia saja tidak tau itu bukan
karena kejadian mengerikan cobalah kalian berkomunikasi lebih banyak dengan nya" jawab rey.
"aku ikut dengan mu " ucap aisya rendy hanya mengangguk, mereka berdua masuk kedalam, dimas Rafa dan Daniel kembali ke meja makan untuk melanjutkan ritual makan mereka.
rendy memutar kenop pintu dan masuk ke dalam diikuti oleh aisya di belakangnya.
rendy duduk dan menatap wajah pucat rangga ada penyesalan di wajahnya, aisya yang melihat wajah rendy memegang bahu rendy.
"Aisya apa aku salah karena tidak terus terang kepada nya" ucap rendy penuh penyesalan.
"itu tergantung apa alasan mu tidak mengatakan pada nya itu semua untuk kebaikan nya" jawab aisya menghibur rendy "apa kau tahu trauma apa yang di deritanya sampai dia membuang makanan nya.. "
__ADS_1
"Aku tidak tahu" jawab rendy
"tapi menurut penjelasan Rey seperti nya dia terlalu sering merasa kecewa dan sesuatu yang sangat melukai perasaan nya.
sejenak rendy berfikiran dan menatap wajah rangga. karena menjaga rangga mereka sampai ketiduran, aisya tertidur di sofa sementara rendy tidur dengan menopang Kepala nya di samping rangga.
jam sudah menunjukkan jam tiga dini hari rangga perlahan membuka mata nya dia melihat sekeliling nya dia melihat aisya dan rendy rangga mengulas senyuman di wajahnya.
rangga merasa haus dia ingin minum, dia menepuk tangan rendy, rendy yang merasa tidurnya terganggu membuka matanya.
"sudah sadar syukur lah"
aisya juga terbangun mendengar suara rendy
"kamu sudah sadar rangga apa ada yang sakit cepat kasih tahu kakak. "
rangga menggeleng "air" ucap rangga
aisya mengambil air dan rendy membantu membuat rangga duduk .
suasana menjadi hening saat rendy bertanya pada rangga yang membuang makanan.
"aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan itu yang jelas aku tidak merasa lapar aku tidak sadar kalau aku membuang makanan nya" jawab rangga sambil memainkan jarinya
"rangga apa ada yang kau takutkan"
__ADS_1
bersambung jangan lupa like and comment 👍❤💙👩🦳🤍