
Saat Rendy datang seru orang menundukkan kepalanya tidak ada yang berani bicara, tatapan nya membuat orang takut.
"kenapa kalian diam, lanjut kan hari ini aku hanya ingin menonton sambil mengupas apel yang ku beli tadi, Andre"andre menaruh sekeranjang apel di depan Rendy" ini apa, aku cuma minta satu apel kenapa kamu beli banyak sekali "
"bukankah tadi tuan bilang beli untuk semua orang di sini" ucap andre
"kamu bicara apa, maksudku itu untuk di bawa pulang ke rumah, memang kamu pikir mereka tidak sanggup membeli apel , tapi tidak apa kerena sudah di bawa ke sini aku kupas untuk kalian" Rendy mengambil salah satu apel dan mengupas nya "ah.. sakit seperti nya aku tidak bisa mengupas nya karena tangan ku terluka coba kalian lihat bahkan aku terluka lagi, siapa
dari kalian ingin membantu ku mengupas apel ini' irwan apa kau mau membantu ku"
"baik Pak " irwan langsung mengambil apel di depan Rendy dan mengupas nya satu persatu.
"hati hati jangan sampai jari mu teriris seperti ku, itu sangat sakit coba lihat tangan ku terluka oleh beling satu lagi teriris pisau ini sangat sakit" ucap Rendy "Rendy plester" bisik Rendy
"saya tidak bawa plester tuan, anda tidak bilang akan melakukan ini"
"kamu tidak bisa di andalkan, yasudah lah cuma luka kecil" Tiba-tiba aisya menarik tangan nya.
"berapa kali aku bilang jangan melukai diri mu sendiri" aisya memasang plester di jari Rendy
"terimakasih" ucap Rendy "ya sudah rapat sudah selesai, andre ayo kita pulang aku harus pulang untuk masak makan malam kalau tidak anak anak akan bisa mati kelaparan" rapat selesai tidak ada yang berani bicara kalau sudah berhadapan dengan Rendy.
"tunggu, siapa yang anak anak dia bilang kita anak anak" ucap rafa kesal
__ADS_1
"sudah jangan ribut bukankah tadi lho senang dengan permainan nya" ucap Daniel
"tapi dia bilang kita anak siapa anak dia"
Aisya Dima dan Daniel hanya menggeleng kepala.
*******
Aisya sedang duduk di meja makan dan fokus dengan leptop nya, dia sedang mengerjakan proyek besar sekarang dia sedang menyiapkan presentasi untuk besok ini adalah proyek besar pertama yang di tangani nya tanpa bantuan Rendy.saking fokus nya bahwa Rendy sedang memperhatikan nya, Rendy mengambil segelas air putih dan berdiri di samping aisya dan memperhatikannya.
"bagus" ucap Rendy yang tiba tiba melbu aisya terkejut dan tanpa sengaja menyenggol air yang Rendy pegang dan jatuh ke leptop nya.
"kamu ngapain, apa yang kamu lakukan" wajah aisya Sangat marah "kamu sengaja"
"maaf aku tidak sengaja"
Rendy mengambil semua berkas di atas meja dan mempelajari nya dan mengambil leptop nya tidak lupa dia menghubungi andre menanyakan soal proyek yang aisya kerjakan.
Keesokan harinya aisya bangun dengan mata yang sembab dia melihat leptop dan catatan di samping nya' maaf dan semua ada di dalam leptop ini dan satu lagi aku tidak sengaja'
"aku tau kamu tidak sengaja semalam aku hanya terlalu marah kalau tidak mana tega aku memarahimu" ucap aisya dia bangun dari tempat tidur nya dari melakukan ritual mandinya dan turun untuk sarapan. "dia bergadang semalam tapi juga masih sempat masak"setelah selesai sarapan aisya berangkat ke kantor.
Aisya pulang ke rumah dengan gembira dia membawa kotak berisi kue , dia masuk ke rumah dengan gembira dia memeluk kakaknya dan rangga.
__ADS_1
" kak aku berhasil mendapatkan proyek nya "aisya sampai melompat-lompat karena senang" mas Rendy di mana aku ingin berterima kasih pada nya"ucap aisya sambil mencari cari Rendy
"kata nia dia keluar dari kami pulang dia sudah tidak ada" jawab dimas
Aisya teringat dengan perkataan nya"jangan jangan dia benar benar pergi"gumam aisya "aku akan mencari nya " saat aisya ingin pergi dia melihat Rendy pulang dan segera berlari ke pelukan Rendy, sekarang tangan Rendy menggendong aisya.
"aisya apa yang kamu lakukan kita sudah putus" ucap Rendy "cepat turun"
"baiklah tapi katakan tadi kamu kemana" tanya aisya.
"kenapa aku harus memberi tahumu kemana aku pergi, cepat turun atau aku akan menjatuhkan mu"
"kamu tidak akan melakukan nya" aisya mengalungkan tangan nya di leher Rendy.
Rendy membawa aisya ke sofa dan menurunkan nya tapi aisya tidak melepaskan tangan nya, Rendy berusaha melepaskan tangan nya, aisya malam menarik kerah Rendy dan mencium bibir Rendy. rendy membulat kan matanya.
"aku sudah melepaskan kamu sudah bisa pergi kekamar " ucap aisya dan meninggal kan Rendy yang mematung, Rendy memegang bibir nya.
"maniskah" tanya Rafa
Rendy lansung meninggal kan mereka dengan cepat dan masuk ke kamar nya.
"apa mereka sudah baikan" tanya Rafa
__ADS_1
"kau tanya saja sendiri" jawab Daniel yang membuat Rafa mendengus kesal.
bersambung❤❤❤❤ like like 🥺🥺🥺😃❤🐭🦁👩🦳🤍