Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
Part 52


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur entah apa yang terjadi minggu ini yang membuat mereka bangun cepat dan mengacaukan semua nya, semua orang menuju meja makan untuk sarapan, tapi mereka melihat Rendy sedang memasak, karena khawatir mereka ingin membantu, tapi mereka bukan membantu tapi malah mengacaukan.


"mas, apa yang kamu lakukan biar aku yang melakukan nya"ucap aisya dan mengambil pisau Rendy.


" bang biar aku yang membuat telur nya"rangga mengambil telur dari Rendy.


"biar aku yang memotong nya" Rafa mengambil bawang saat Rendy sedang memotong nya, awal nya semua nya tenang tapi tidak lagi.


bruk, pum.. Rafa dan Daniel bertabrakan dan menjatuhkan nasi yang ingin di goreng nya.


"ah.. telur nya" rangga menjatuhkan telur nya. begitu pula dengan aisya yang memotong sayur nya tidak ada dari mereka yang bisa membantu, berbeda dengan dimas yang hanya melihat dari samping karena sudah tahu apa yang akan terjadi di dapur ini, orang yang belum pernah ke dapur tapi masuk ke dapur.


Rendy menarik nafas panjang "keluar" ucap Rendy dengan tatapan tajam nya yang membuat mereka langsung keluar. Rendy melanjutkan kegiatan melanjutkan kegiatan memasak dengan tenang sampai selesai dan menatanya di atas meja.


Saat mereka siap melahapnya tiba tiba dia menyuruh mereka ke berhenti.


"tunggu dulu" Rafa yang sedang mengunyah makanan jadi tersedak.


"Rendy bisa tidak bicara jangan tiba-tiba" ucap Rafa


"hari ini ada apa dengan kalian" tanya Rafa. "kenapa tiba-tiba membantu ku, sebenarnya aku cuma mau bilang jangan pernah masuk dapur lagi, oke" ucap Rendy dan mereka mengangguk.


"kami cuma ingin membantu, coba lihat kaki kamu masih terluka, kami ini berniat baik" ucap aisya agar Rendy tidak curiga.


"aku Terima niat baik kalian tapi tidak perbuatan baik kalian, jadi kalian tidak perlu membantu ku di dapur lagi" ucap Rendy, mereka hanya mengangguk dan melanjutkan makan mereka.


"dan hari ini juga hari minggu aku mau ajak kalian jalan jalan ke taman bermain yang baru buka"


"sejak kapan lo suka ke taman bermain" ucap Rafa.


"kalian mau ikut atau tidak, kalau tidak aku pergi dengan aisya"

__ADS_1


"kamu ikut" ucap mereka bersamaan


"apa aku suruh mereka mengosongkan taman bermain nya" tanya dimas


"tidak perlu, aku rasa pergi ke taman bermain kalau ramai lebih menyenangkan, kalo perlu kita geratis kan saja malam ini" ucap Rendy dengan senyuman yang jarang dia perlihatkan "aku sering pergi ke taman bermain saat tidak bersama kalian"


"dengan siapa" tatapan aisya jadi menakutkan.


"dengan andre kadang-kadang dengan Alex" jawab Rendy biasa saja


brak..aisya memukul meja"andre alex berani kalian membawa mas Rendy ke taman bermain tanpa ku, gimana kalo ada yg menggoda nya kalo ke temu... "Rendy langsung membungkam mulut aisya dengan menyuapi nya makanan.


" tenang hanya kamu yang bisa menggoda ku... cup"Rendy mencium pipi aisya.


"ekhm.. apa kalian tidak tahu di sini hanya ada para lelaki jomblo, jangan mengumbar ke mesraan di depan kami, kalian melanggar hak asasi para jomblo" protes Rafa


"hak asasi jomblo itu nggak berlaku buat lo" sambung Daniel


********


"kamu itu milikku dan akan ku tunjukkkan kepada mereka tidak boleh ada yang menggoda mu" ucap aisya dan makin erat memeluk tangan Rendy yang membuat Rendy gemes.


"kalau begitu jaga aku baik baik jangan sampai hilang" ucap Rendy sambil mencubit hidungnya


Mereka mengelilingi taman bermain tiba-tiba rangga menarik tangan Rafa dan Daniel dan juga mengajak dimas.


"bang ayo ke tempat ke sukaan ku " mereka menuruti ke inginan rangga tinggal aisya dan Rendy di sana.


"seperti yang ku pikirkan kalo rangga bilang ada keinginan tidak ada hal baik" bisik Rafa pada Daniel yang berdiri tepat di rumah hantu yang mereka takuti.


"apa perlu kita kabur" bisik Daniel

__ADS_1


"kalo kabur bisa habis harga diri kita sebagai mantan mafia kejam" ucap dimas dan di angguki temannya


"ayo kita masuk, aku ingin lihat apa kali ini aku akan teriak" ucap rangga penuh semangat berbeda dengan abang abang nya.


Rendy dan aisya sedang mengelilingi taman bermain dengan bahagia.


"mas apa kamu ingat saat kita ke taman bermain dulu kamu membuat ku kesal karena tidak menghiraukan ku, apa kamu rasanya waktu itu aku mau menenggelamkan kamu ke laut Timur utara tahu nggak, untungnya setelah itu kamu memberiku kejutan romantis saat itu aku bahagia" ucap aisya sambil mengingat kejadian itu. "apa kamu tau saat aku pulang, dan saat aku tahu kamu menghilang saat itu aku sangat ketakutan, bagaimana kalo aku tidak bertemu kamu lagi, aku hampir gila saat itu. "


"bukankah sekarang aku sudah kembali, dan aku janji tidak pernah pergi lagi sampai maut memisahkan" saat mendengar kata maut jantung aisya seperti berhenti berdetak, raut wajahnya berubah.


"kenapa" Rendy melihat raut wajahnya aisya


"tidak apa" aisya berkilah


trut.. trut.. trut. suara ponsel Rendy "aku angkat dulu ya, tunggu di sini" aisya mengangguk. aisya melihat komedi putar sambil tersenyum dan teringat saat dia menaiki nya bersama Rendy.


"aku akan meminta mas Rendy untuk menaikinya lagi" gumam aisya, tiba tiba ada yang menepuk bahunya "mas Rendy" ternyata bukan Rendy yang muncul tapi dimas Rafa dan juga Daniel yang seperti orang setelah lari maraton "kak kalian kenapa, kok ngos ngosan gitu sih" ucap aisya yang menahan tawa.


"mereka takut kak bahkan mereka memukul semua hantu di sana" jawab rangga sambil tertawa.


"diamlah kalo tidak ku jahit mulut mu" ucap Rafa, rangga tidak menghiraukan nya.


"oh iya kak bang Rendy di mana" tanya rangga sambil mencari cari Rendy.


"tadi bilangnya mau angkat telfon tapi kok lama banget ya" ucap aisya yang mulai gelisah. "kak mas Rendy di mana ya, dia tidak mungkin pergi lagikan"


"tenang aisya mungkin Rendy di sekitar sini, ayo kita cari" ucap dimas, mereka mulai mencari cari Rendy tapi tidak ke temu.


"bagaimana kak"mereka menggeleng" bagaimana ini mas Rendy kondisi nya sedang tidak fit "


"bagaimana kalo kita cari di mobil" ucap Rafa mereka berlari menuju mobil tapi Rendy juga tidak ada di sana. tapi mereka menemukan ponsel Rendy di sana yang membuat mereka tambah khawatir.

__ADS_1


"cepat hubungi semua anak buah kita cari Rendy" ucap dimas dan menghubungi semua anak buah mereka.


bersambung❤❤❤❤


__ADS_2