
BOS MILYADER : Balas dendam
Setelah Lucas Anggara berhasil merenggut kesuciannya itu dia hanya menepiskan senyuman puas didepan Liana, sedangkan Liana matanya hampir membengkak karena menangisi kesialannya itu.
Kesalahan yang sama sekali tidak pernah dilakukan olehnya malah dia yang harus mendapatkan imbasnya, hatinya sungguh sakit perlahan mengeras seperti es.
Kemudian Lucas Anggara mengenakan pakaiannya kembali sedangkan Liana tubuhnya hanya ditutupi balutan selimut. Liana sangat marah masadepannya sudah dihancurkan oleh laki-laki yang ada dihadapannya itu.
“ Lucas Anggara suatu hari nanti aku pasti akan membuatmu menyesal, aku tidak akan pernah tunduk padamu , kamu adalah pria gila yang tidak punya hati nurani . ” ucap Liana lirih sembari menatap tajam kearah Lucas Anggara kemudian menyeringai meremehkan Lucas Anggara.
“ Wanita....... ini masihlah permulaan, dan setiap harinya kamu akan lebih menderita kedepannya , seluruh keluarga Hadinata termasuk papamu aku tidak akan pernah melepaskannya dengan mudah. ” jawab Lucas Anggara dengan nada bicara tidak bersahabat kemudian mencengkram kedua pipi Liana dan menepiskannya dengan kasar.
“ Lucas Anggara aku tidak akan pernah tunduk padamu, kamu mau menjadikanku tawananmu disini ? heh itu tidak akan mungkin terjadi lebih baik kamu jangan mimpi ! aku tidak akan diam saja disini dan membiarkan kamu menyiksaku sesuka hatimu . ” teriak Liana sangat keras dan penuh percaya diri saat mengatakannya, sorot mata Liana masih sama tajam seperti sebelumnya saat dirinya menatap kearah Lucas Anggara.
Setelah mendengar perkataan Liana yang dipenuhi kepercayaan diri tinggi itu Lucas Anggara malah tidak sabaran ingin menghancurkan kepercayaan diri yang dimiliki Liana itu.
“ Kamu tidak akan pernah bisa kabur darisini kecuali atas perintah dariku, lebih baik jangan buang-buang tenagamu ! semuanya akan sia-sia, jangan bilang aku tidak pernah memperingatkanmu untuk hal ini. ” jawab Lucas Anggara menyeringai saat mengatakannya.
Liana tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah itu, Liana hanya berdiam diposisinya saat ini dengan raut wajah nampak muram, kemudian Lucas Anggara pergi dari ruangan itu dan mengunci pintu ruangan itu dari luar.
Kemudian Liana mencoba turun dari ranjangnya seluruh tubuh Liana terasa sakit saat dia menggerakkan badannya, semua ini dikarenakan Lucas Anggara yang memperlakukannya sangat kasar saat merenggut kesuciannya itu.
Kemudian Liana mencari sebuah pakaian yang bisa digunakan olehnya, mata Liana sudah tertuju pada sebuah lemari besar yang ada diruagan itu , Liana menemukan sebuah lemari yang berisikan pakaian pria saja didalamnya.
Tanpa berfikir panjang Liana langsung mengambil salah satu kemeja yang ada didalam almari itu, setelah itu Liana mengenakannya.
Saat ini Liana sudah mengenakan kemeja pria iblis itu.
Liana berfikir sangat keras bagaimana dia akan kabur setelah ini, kemudian Liana berjalan mendekat kearah jendela namun jendela itu terkunci dari luar saat Liana berusaha membukanya ! Liana bahkan sempat berfikir untuk memecahkan jendela itu namun usahanya akan sia-sia jika ada penjaga yang mendengarkan suara pecahan kaca.
Kemudian Liana mengurungkan niatnya itu.
__ADS_1
Liana berusaha keras mencari jalan untuknya kabur sekali lagi, kemudian Liana berjalan kearah kamar mandi yang ada diruangan itu, kamar mandi itu sungguh sangat besar disana juga ada satu jendela namun jendela itu letaknya cukup tinggi. Kemudian Liana mencari cara agar dia bisa naik keatas dan kabur lewat jendela itu.
Liana mencari berbagai benda yang bisa digunakannya untuk memanjat, mulai dari meja kecil dan sebuah kursi pun dikumpulkannya kedalam kamar mandi , hingga dirinya berhasil membuat tumpukan yang tinggi cukup untuk dirinya memanjat ke jendela itu.
Kemudian Liana memanjat tumpukan benda yang sudah dikumpulkannya, “ tidak dikunci ! ” ucapnya dalam hati saat dirinya berhasil membuka jendela kamar mandi itu.
Kemudian Liana menaikan kakinya mencoba keluar dari jendela itu, saat Liana berhasil mencapai jendela itu Liana melihat kearah bawah ternyata jendela itu cukup tinggi ditambah lagi Liana sangat takut akan ketinggian.
“ Yatuhan apa yang harus aku kulakukan ! ini cukup tinggi, apakah aku akan baik-baik saja jika aku melompat dari sini ? ” gumam Liana dalam hati hanya bisa menelan liurnya sembari melihat kebawah.
Kemudian dengan cepat Liana mengesampingkan rasa takutnya itu.
Bagi Liana kabur darisini jauh lebih penting sekarang dibandingkan ketakutannya saat ini , tanpa berfikir panjang Liana pun memejamkan matanya dan melompat , kebetulan dibawahnya adalah rumput hijau yang sangat empuk jadi rasa sakit saat ia terjatuh mungkin tidak seberapa sakit.
Akhirnya Liana berhasil lolos melewati jendela itu dan terjun kebawah, “ ouch ini sangat menyakitkan . ” desis Liana kesakitan sembari memegangi pinggulnya.
Kemudian Liana terdiam sejenak melihati sekelilingnya ternyata masih sangat sepi tidak ada penjaga yang datang ataupun melihatnya.
Liana mencoba berdiri walaupun seluruh tubuhnya sudah merasa kesakitan sehabis melompat itu, setelah itu Liana berjalan secara sembunyi-sembunyi mencari lokasi yang sangat sepi dan cocok untuk melarikan diri lebih lanjut.
Kemudian mata Liana tertuju pada sebuah pohon yang tumbuh didekat pagar tembok itu membuat Liana terfikir akan hal ekstrim.
“ Yatuhan kenapa engkau memberiku banyak sekali cobaan, kenapa kau memberiku jalan untuk kabur sesulit ini tidak bisakah engkau memberiku jalan sedikit lebih mudah untukku kabur ? lagi-lagi aku harus memanjat untung saja waktu aku kecil aku pernah jago memanjat pohon walaupun pada akhirnya aku terjatuh karena tidak bisa turun, hal itu membuatku jadi takut akan ketinggian sampai saat ini. ” gumam Liana dalam hati ingin menangisi nasibnya, kemudian dengan tekad bulat Liana mulai mendekat kearah pohon yang ada didekat pagar tembok itu .
Liana yang tidak memakai alas kaki itu berusaha memanjat pohon itu setelah belasan tahun dia sudah tidak pernah memanjat pohon lagi , mau bagaimana lagi ? ini adalah jalan satu-satunya untuk kabur ! Liana tidak mau melewatkan sedikitpun kesempatan untuk kabur ini.
“ Liana kamu pasti bisa ! kamu harus bisa kabur dari kediaman pria gila ini , jika tidak kamu bisa mati menjadi tawanannya. ” gumam Liana dalam hati saat dirinya sudah berhasil memanjat pohon itu, namun kaki Liana terasa gemetar saat dirinya sudah memanjat begitu tinggi dipohon itu.
Kemudian Liana bergerak sedikit demi sedikit melewati ranting pohon yang kokoh itu sampai keatas pagar tembok. Saat Liana berhasil menapakan kakinya dipagar tembok itu Liana menghembuskan nafas panjangnya merasa lega akhirnya dia bisa melewatinya walaupun jantungnya seakan mau copot saat melewatinya .
“ Oh tuhan kali ini pasti jauh lebih sakit rasanya. ” kemudian Liana melompat kebawah dengan penuh keberanian, mau bagaimana lagi dia tidak memiliki cara lain untuk kabur.
Setelah berhasil melompat itu kaki Liana terkilir dan berdarah , kedua tangannya juga terluka karena berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya itu . Namun Liana tidak memperdulikannya , yang ada difikiran Liana hanya satu yaitu kabur kabur dan kabur.
__ADS_1
Kemudian Liana berdiri dari posisinya saat ini, Liana berjalan tertaih-tatih menahan rasa sakit kakinya yang terkilir itu. Liana sangat takut jika ada penjaga atau orang Lucas Anggara yang melihatnya, Liana tidak mau tertangkap olehnya dan menjadi tawanan lagi !
Kemudian Liana mencoba berlari semakin cepat walaupun satu kakinya cidera Liana berusaha berlari secepat mungkin.
Setelah berjam-jam lamanya Liana kabur sampai malam bertemu dengan pagi akhirnya Liana berhasil sampai dijalan raya dan naik taksi.
“ Syukurlah kurasa pria iblis itu masih belum sadar aku tidak ada ditempat, lebih beruntungnya lagi pria itu tidak mengambil kartu atm milikku, jika dia mengambilnya maka aku tidak akan pernah bisa mendapatkan uang untuk biaya pengobatan mama. ” gumam Liana dalam hati saat dirinya masih berada didalam taksi.
“ Nona anda ingin diantar kemana ? ” tanya pak supir sembari melihat Liana dari spion mobil, pak supir itu bahkan memberikan tatapan heran kenapa ada wanita yang keluar rumah memakai kemeja saja tanpa mengenakan alas kaki dan rambut berantakan.
“ Tolong antar saya ke jalan rxx pak . ” jawab Liana memberitahu alamat rumahnya, Liana tidak membawa uang tunai sama sekali jadi dia harus pulang mengambil uang tunai di rumahnya terlebih dahulu sekaligus berganti baju dan pergi kerumah sakit untuk menjenguk mamanya.
“ Baik nona. ” jawab pak supir kemudian mengemudikan mobilnya menuju alamat yang dikatakan Liana.
“ Tidak menyangka akhirnya aku bisa kabur dari rumah iblis itu, aku tidak yakin dia bisa menemukanku di rumah, baik Daniel maupun dia tidak ada yang tau keberadaan rumahku. Untuk sementara aku rasa masih sangat aman. ” gumam Liana dalam hati melamun sembari menatapi keramaian jalan raya dipagi hari itu.
AUTHOR
selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman❤️❤️
jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.
JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU
komentar 💬
Like 👍
Favorit ❤️
Tip ⭐
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️