BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Kehamilan yang terungkap


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Kediaman Lucas Anggara,


Kamar pribadi.


Kini Liana sudah berada di atas tempat tidur Lucas Anggara . Seperti biasanya lagi-lagi kedua kaki dan tangan Liana diikat akan tetapi mulutnya tidak disumpal oleh penutup apapun. Liana tau jelas walaupun mulutnya disumpal atau tidak tetap saja dia tidak akan pernah bisa lari dari genggaman Lucas Anggara.


Memberontak, berteriak ? percuma saja semuanya akan sia-sia jika berhadapan dengan Lucas Anggara , yang ada malah buang-buang tenaga.


Pada akhirnya Liana memilih menyerah dan tidak memberontak untuk sementara waktu, Liana hanya diam , tenaganya sudah tidak lagi cukup untuk melawan Lucas Anggara seperti sebelumnya ditambah lagi kondisinya yang sedang hamil muda saat ini membuatnya sulit berkutik.


Semua ini sungguh sangat menyiksanya. Hatinya perlahan-lahan mulai mati rasa. Kemudian Liana mulai menipiskan bibirnya dan berkata dalam hatinya. “ Lagi dan lagi aku harus kembali ketempat ini , tempat yang sudah bagaikan neraka tempat yang hanya meninggalkan kesan buruk untukku. Mengapa.....? mengapa pria ini tidak pernah puas menyiksaku. ” tanya Liana dalam hatinya, air matanya mengalir deras sedangkan mulutnya tertutup rapat-rapat , batinnya terasa sangat terktekan semenjak mamanya meninggal ditambah lagi Liana harus menjadi tawanan Lucas Anggara untuk yang kesekian kalinya.


Apakah takdir sungguh sedang mempermainkan hidupnya ?


Kemudian kedua tangan Liana yang masih terikat itu mulai mengepal diam-diam menahan rasa sakit di hatinya. Hati kecilnya itu sangat perih jika Liana mengingat kembali luka yang disebabkan pria kejam Lucas Anggara padanya.


Disisi Lain Lucas Anggara masih berdiri tegap di dekat ranjang miliknya, sedangkan sorot kedua matanya menatap tajam kearah Liana yang tergeletak diatas tempat tidurnya. Kemudian Lucas Anggara berkata memecahkan keheningan itu,


“ Apa kau tau akibat dari melawanku dan tidak patuh ? ” tanya Lucas Anggara pada Liana memecahkan keheningan yang ada sembari melirik kearah Liana dengan tatapan membunuh.


Sedangkan Liana tidak bereaksi ataupun berbicara sepatah kata pun.


Kemudian Lucas Anggara berjalan mendekat kearah Liana, Lucas Anggara mulai mengulurkan tangannya dan mencengkram kedua pipi Liana sembari berkata ,


“ Orang yang berani melawanku pada akhirnya tidak akan pernah berakhir baik dan jalan satu-satunya hanyalah kematian. ” ucap Lucas Anggara sekali lagi dengan nada bicara penuh ancaman , sorot matanya menatap Liana dengan tatapan penuh amarah sekaligus tatapan membunuh , sedangkan tangannya itu masih mencengkram kedua pipi Liana dengan sangat erat.


Liana mulai mendesis kesakitan, begitupun juga airmatanya masih tetap sama mengalir deras bagaikan hujan.


Melihat Liana mulai kesakitan karena cengkramannya Lucas Anggara langsung menghempaskan tangannya dengan sangat kasar sampai wajah Liana berpaling, kemudian Lucas Anggara mendesis kesal melihat ekspresi Liana yang begitu memuakkan baginya.


Wajah ketidakberdayaannya itu.....


Kemudian Liana mengangkat kepalanya sampai menatap Lucas Anggara . Liana mulai angkat bicara saat Lucas Anggara baru saja selesai memperlakukan dirinya dengan sangat kasarnya .


Liana mencoba menahan tangisnya sejenak dan berkata secara pelan, “ Lucas Anggara tidak bisakah kau mengampuniku ? tidak bisakah kau melepaskanku ? tidak bisakah kau membiarkan aku hidup dengan tenang ? tidak bisakah kau membiarkan aku menjalani hari-hari yang normal ? ” ucap Liana pelan sembari menatap kedua mata Lucas Anggara dengan tatapan penuh keputusasaan .


Kemudian Liana menurunkan tatapannya sejenak, Liana berusaha merendah dihadapan pria yang sudah menghancurkan hidupnya itu, Liana mulai memohon pada Lucas Anggara dengan berat hati .


“ Lucas Anggara anggap saja aku sedang memohon padamu, tolong lepaskan aku dan biarkan aku pergi . Aku sudah lelah . ” ucap Liana dingin tanpa menatap raut wajah Lucas Anggara. Hati kecilnya sangat sakit saat dia harus memohon didepan pria yang sudah menyebabkan penderitaannya, namun apalah daya ? hanya itu yang bisa Liana lakukan saat ini , berharap Lucas Anggara bisa merubah keputusannya dengan segala keajaiban yang ada.

__ADS_1


Liana hanya memiliki satu keinginan saja saat ini yaitu kebebasan , tidak peduli jika ia harus mendapatkannya dengan cara memohon dan menjatuhkan harga dirinya didepan Lucas Anggara , Liana akan melakuknya . Lagipula dimata Lucas Anggara Liana adalah wanita yang sama sekali tidak berharga, dimatanya Liana hanyalah seorang pion balas dendamnya.


Sungguh miris bukan ?


Semua yang dilakukan Liana hanya semata demi kebaikannya dan anaknya dimasa depan kelak. Namun apa jawaban yang Liana dapatkan setelah memohon belas kasih pada Lucas Anggara ? ya benar sekali, hanya sebuah penghinaan.


“ Putri dari seorang pembunuh tidak layak memohon padaku. ” jawab Lucas Anggara dingin. Kemudian Lucas Anggara begitu cepat merubah ekspresi wajahnya jadi tersenyum iblis.


“ Wanita.... tadi apa katamu ? melepaskanmu ? lebih baik kamu jangan bermimpi. Aku tidak akan pernah melepaskan wanita tawananku , aku masih belum puas mempermainkan dan memperalatmu untuk menyiksa Daniel Hadinata. ” jawab Lucas Anggara sembari tersenyum licik dan memainkan rambut panjang Liana.


Seketika Liana tertegun, Liana jadi muram seketika. Kata-kata tidak asing itu mulai muncul lagi.


“ Memleralat ? Lucas Anggara kau anggap aku ini apa ? manusia atau boneka mu hah . ” tanya Liana spontan sangat marah setelah mendapatkan jawaban dari Lucas Anggara baru saja itu.


Tiba-tiba Lucas Anggara langsung menyeringai dan menarik pelan rambut Liana yang baru saja dia mainkan itu .


“ Wanita, kamu terlalu memandang tinggi dirimu sendiri bahkan jika hanya menjadi boneka kau sama sekali tidak layak menjadi boneka Lucas Anggara . ” jawab Lucas Anggara menyeringai sembari menarik pelan rambut Liana sampai Liana mendongkakkan kepalanya .


Kemudian Liana menipiskan bibirnya, Liana mulai berbicara lagi sembari menatap Lucas Anggara dengan tatapan enggan.


“ Lucas Anggara tidakkah kau lihat aku sudah sangat menderita ? menjadikanku pion balas dendammu, merenggut kesucianku, dan menahanku sebagai tawananmu bahkan kau tidak membiarkan aku menemani mama didetik-detik terakhirnya. ”


“ Tidakkah kau fikir aku sangat menderita ! tidakkah kau tau aku adalah korban yang paling menderita diantara dendam kalian ! tidakkah kau tau jelas itu Lucas Anggara !?? dendam diantara kalian berdua sudah melibatkan gadis tidak berdosa ! ” ucap Liana dengan nada tinggi menjelaskan penderitanya pada Lucas Anggara, Liana mulai menangis lagi tak kuasa menahan sakit hatinya.


“ Lucas Anggara aku baru saja kehilangan mama ! tapi kamu malah bersikeras ingin secepatnya menyiksaku ! aku hampir seperti mayat hidup , aku hidup tapi seakan sudah mati ! semua ini karena kalian, kalianlah yang sudah mengahancurkan hidupku. ” ucap Liana dengan nada tinggi, kemudian menangis histeris dihadapan Lucas Anggara.


Sedangkan Lucas Anggara masih menarik rambut Liana, melihat Liana menangis histeris Lucas Anggara sangat terkejut dengan setiap perkataannya, hatinya mulai tersentuh kemudian ia melepaskan tangannya dari rambut Liana perlahan.


“ Beritahu aku , apakah takdir dan nyawa seseorang hanyalah lelucon dimatamu !? ” ucap Liana dingin . Kemudian Liana menyeringai menertawakan nasibnya yang malang, sedangkan kedua alisnya mengerut sedih.


Lucas Anggara hanya diam mendengarkan keluhan Liana terhadapnya. Namun tiba-tiba ditengah amarahnya itu perlahan-lahan padangan Liana semakin kabur begitupun juga kepalanya yang semakin pusing.


Kemudian Liana berkata untuk yang terakhir kalinya. “ Lucas Anggara aku benar-benar membencimu.” ucap Liana bergelimang airmata, kemudian dengan cepatnya menutup matanya.


Liana mulai tak sadarkan diri.


Melihat Liana jatuh pingsan Lucas Anggara sempat tidak percaya dan menganggap Liana sedang berpura-pura didepannya, kemudian Lucas Anggara menyeringai dan berkata pada Liana yang pingsan itu.


“ Untuk apa kau berpura-pura pingsan didepanku , cepat buka matamu atau kau akan tau sendiri akibatnya jika kau berani berbohong padaku. ” perintah Lucas Anggara marah menyuruh Liana agar segera terbangun.


Namun tidak ada jawaban sama sekali, kemudian Lucas Anggara mulai menepuk-nepuk pipi Liana pelan sembari memerintahkan Liana segera bangun berulang kali.


“ Hei wanita bangunlah , jika kau tidak bangun aku akan menguburmu bersama mama tercintamu. ” ancam Lucas Anggara menakuti Liana namun ancamannya itu tidak berpengaruh sama sekali bagi Liana.

__ADS_1


“ Jangan bercanda denganku ! ” ucap Lucas Anggara dengan nada tinggi , nada bicaranya pun terdengar cemas, kemudian Lucas Anggara menggulingkan tubuh Liana dan melepaskan seluruh ikatan tangan dan kaki Liana.


“ Sial dia benar-benar pingsan , cih benar-benar sangat merepotkan. ” gerutu Lucas Anggara kesal, kemudian beranjak turun dari ranjangnya.


Setelah beberapa jam kemudian dokter pun datang ke kediaman Lucas Anggara atas perintah dari Lucas Anggara. Kini sang dokter baru saja selesai memeriksa keadaan Liana.


Kemudian Lucas Anggara bertanya, “ Bagaimana dengan keadaanya ? ” tanya Lucas Anggara dingin sembari berjalan menghampiri sang dokter.


Dokter itu terlihat ketakutan dan berkeringat dingin saat berhadapan dengan Lucas Anggara, kemudian dengan tekad bulat dokter itu menjawab pertanyaan Lucas Anggara.


“ Tuan muda Lucas keadaanya sekarang sudah baik-baik saja, karena pukulan terlalu berat dan banyaknya beban yang ia fikirkan jadi ada gejala hampir keguguran. ” jelas sang dokter begitu serius saat mengatakannya.


Mendengar penjelasan sang dokter Lucas Anggara begitu terkejut, kemudian Lucas Anggara meraih kerah dokter itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi, Lucas Anggara memberi tatapan tajam pada sang dokter.


“ Katakan padaku sekali lagi apa yang baru saja kau katakan ! ” perintah Lucas Anggara dingin, dokter itu semakin ketakutan saat berhadapan dengan Lucas Anggara.


“ Tuan muda Lucas tolong anda jangan salahkan saya, nona ini karena pukulan terlalu berat dan banyaknya fikiran yang ia rasakan jadi membuat dirinya semakin tertekan. Itulah sebabnya nona ini hampir saja keguguran kandungannya. Mohon tuan muda memberi saya ampun jangan hukum saya. ” jelas sang dokter sekali lagi ketakutan , kemudian Lucas Anggara semakin kaget mendengarnya.


“ Apa katamu keguguran. ” Lucas Anggara mulai melepaskan tangannya dari dokter itu, pikirannya jadi semakin kacau, emosinya semakin membuldak.


Lucas Anggara mulai berteriak memerintahkan dokter itu keluar dari kamarnya. “ KELUAR ! ” teriak Lucas Anggara marah, seketika dokter itu langsung bergegas pergi keluar dari kamar Lucas Anggara dengan terburu-buru.


“ Hamil ? keguguran ? tidak , aku tidak bisa membiarkan anak ini lahir ! terlebih lagi kenapa harus wanita itu , putri kandung dari laki-laki yang sudah merenggut nyawa kekasihku . Ini tidak bisa dibiarkan ! ” ucap Lucas Anggara berfikir keras, fikirannya benar-benar kacau saat dirinya mengetahui kehamilan Liana.


“ Anak ini tidak boleh lahir . ” ucap Lucas Anggara dingin kemudian keluar dari kamarnya dan membanting pintu kamar itu sekeras-kerasnya.


to be continue....



AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman❤️❤️ jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️


Tip ⭐

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️


__ADS_2