BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Hidup atau mati !


__ADS_3

BOS MILYADER: Balas dendam



Lalu mengapa air mata itu menetes begitu saja ? apakah hatinya begitu terluka sampai-sampai ia sudah tidak bisa berkata-kata ?


Hidup yang menyedihkan!


“ Nona apakah anda baik-baik saja ? jika anda tidak ingin memakan bubur ini maka tidak masalah, saya akan menaruhnya kembali di atas meja . ” ucap sang dokter sembari memegang semangkuk bubur hangat ditangannya dengan senyum masamnya.


Melihat tak ada jawaban maupun reaksi dokter itu hanya bisa menegukkan liur. Lalu ia mencoba berbicara sekali lagi pada pasiennya.


“ Baiklah nona ini akan dingin jika tidak segera di makan, jika nanti nona menginginkan bubur hangat lagi maka tinggal beritahu saya saja. Saya akan segera memberitahu bibi pelayan agar membuatkan bubur hangat itu lagi untuk nona. Sementara ini saya akan menaruhnya di meja dekat anda , agar anda mudah mengambilnya saat saya tidak ada. ” lanjut dokter tersebut berbicara pada Liana sembari tersenyum dan meletakkan bubur hangat itu di atas meja dekat ranjang Liana berada.


Namun tidak ada reaksi sama sekali dari Liana meskipun ia berceloteh segala macam agar Liana bicara semuanya NIHIL. Ia hanya melihat sesosok wanita lemah tak berdaya yang sedang menangisi nasib buruknya.


Melihat Liana yang menangis tanpa henti dalam diamnya, serta menatap ke arah yang berbeda terus-menerus dengan tatapan kosong dokter yang menangani Liana pun semakin cemas dibuatnya !


Lalu dokter itu mencoba bertanya sekali lagi , mencoba memancing segala cara agar pasiennya mau berbicara padanya.


“ Nona katakanlah sesuatu , apakah anda merasa ada yang tidak enak pada tubuh anda ? ” ucap dokter tersebut bertanya sekali dengan raut wajah cemas.


Bagaimana dokter itu tidak cemas ? pasiennya bahkan tak mau menjawab perkataannya ! jangankan menjawabnya, memalingkan wajahnya sedikit pun saja tidak ada!


Tak lama kemudian datanglah dua orang dokter memasuki ruangan rawat Liana, satu dokter pria dan satunya lagi seorang dokter wanita.



Lalu salah satu dokter tersebut mulai membuka mulut dan bertanya ,


“ Ada apa dengan keadaan pasien ? mengapa pasien menangis seperti itu ? ” tanya salah satu dokter yang baru saja datang itu pada rekannya.


“ Saya tidak tau senior , seharusnya kondisinya sudah lebih membaik daripada sebelumnya ! akan tetapi nona ini tidak mau membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan saya. Tidak mungkin saya salah periksa kan ? ” jawabnya sembari membenarkan posisi kacamatanya, raut wajahnya juga terlihat cemas dan memucat seketika.


Kemudian dokter senior wanita menatap kearah Liana dengan tatapan serius, lalu ia berjalan mendekati tempat Liana berada.


Dokter wanita itu mulai berkata dengan entengnya,


“ Tolong anda menyingkir sebentar biarkan saya yang berbicara padanya. ” ucap dokter wanita menyela , mungkin jika sesama wanita pasiennya akan mau berbicara , begitulah fikir nya.


Perlahan dokter wanita itu duduk didekat Liana lalu memengang tangan Liana sembari berkata ,

__ADS_1


“ Nona katakanlah sesuatu, jika anda terus seperti ini maka kami bertiga akan menjadi bahan pelampiasan tuan muda Lucas Anggara karena kita bertiga tidak bisa menangani anda dengan baik. Tolong katakanlah sepatah kata saja , setidaknya anda bisa memberi kami sedikit reaksi dari tubuh anda. ” ucap dokter wanita itu mencoba membujuk Liana.


Kemudian Liana bereaksi !


Liana mulai menipiskan bibirnya , sedangkan matanya memerah karena menahan tangis. Lalu ia melirik kearah 2 dokter pria yang berdiri di belakang dokter wanita tersebut, tatapan mata Liana seolah menunjukkan ia tidak nyaman akan keberadaan 2 dokter pria tersebut !


Entah mengapa setiap Liana melihat seorang pria hatinya begitu sakit , tubuhnya pun bergemetar tanpa sebab.


Kemudian dokter wanita itu mengerti apa maksud dari reaksi Liana barusan. Dengan cepat ia melambaikan tangannya, mengisyaratkan agar 2 rekannya pergi meninggalkannya.


Setelah kedua dokter pria itu pergi Liana mencoba untuk duduk.


Dengan cepat dokter wanita itu membantunya duduk sembari berkata , ” Hati-hati nona . ” ucapnya sembari membantu Liana duduk bersandar.


Suasana pun menjadi hening sesaat, namun tiba-tiba Liana membuka mulutnya dan bertanya sembari menyengir pahit.


“ Menurutmu apakah bicara sangat berguna bagiku saat ini ? ” tanya Liana menyeringai sembari menunjukkan senyuman pahit di wajahnya.


“ Apa yang nona katakan saya sungguh tidak mengerti. ” jawab dokter wanita itu sembari mengerutkan kedua alisnya penasaran.


“ Tidak ada seorangpun yang mengerti diriku, tidak ada yang mendengarkan keluhanku. Lalu untuk apa aku berbicara lagi ? ”


Mendengar keluhan Liana dokter itu hanya diam , ia tau jelas penderitaan yang dialami pasiennya sangatlah sulit ! Bagaimanapun juga wanita mana yang tidak akan gila ketika harus menerima berita kemati,an anaknya setelah dirinya mengalami kesedihan hidup bertubi-tubi tiada henti itu ?


Lalu Liana melanjutkan perkataannya, ia mulai menatap wajah dokter wanita itu dengan derai an air mata , sedangkan tanganya mengepal menyentuh bagian dadanya yang teramat sakit bagaikan tersayat belati ribuan kali lipat !


“ Aku telah kehilangan segalanya, kebahagiaanku di renggut, mama meninggalkanku ! dan sekarang..... ? pria kejam itu melenyapkan anakku ! satu-satunya harapan hidup yang kumiliki setelah semua hal berharga milikku telah direnggut ! ”


“ Apakah kau fikir aku bisa hidup sekarang ? Hatiku...... hatiku sudah mati ! hatiku sudah mati apa kau dengar itu dokter !? ” ucapnya dengan nada sedikit tinggi, lalu Liana menggigit kecil bibir bawahnya, ia berusaha menahan rasa sakit hatinya ! sedangkan tangannya mencengkram erat bagian dadanya yang terasa nyeri saat mengatakan hal itu.


“ Kau pasti sangat kasihan denganku yang sial ini kan ? bisakah kau membantu wanita malang ini untuk mati lebih cepat ! tolong bunuh aku ! setidaknya itu tidak jauh menyakitkan daripada aku harus hidup dengan pria yang menyebabkan tumpukan penderitaan pada diriku ! bantu aku mengakhiri hidupku ! ” ucap Liana sembari menangis histeris , tangannya mulai menarik tangan dokter wanita itu untuk mencekik lehernya.


Dengan sekuat tenaga dokter wanita itu ketakutan dan menarik tangannya dari leher Liana.


“ Nona apa yang anda lakukan ! ini tidak benar ! tolong jangan begini ! saya dan keluarga saya bisa mati jika anda seperti ini. Mohon jangan mempersulit saya ! ” ucap dokter wanita itu langsung beranjak dari duduknya, tubuhnya pun bergemetar !


Kemudian Liana tersenyum pahit lagi, ” Liana kau wanita yang sangat tidak beruntung di dunia ini, lebih baik kau mati saja daripada harus menjadi tawanan Lucas Anggara di neraka yang mengerikan ini ! ” batinnya dalam hati menertawai dirinya sendiri.


Lalu Liana membuka mulutnya, ia berkata dengan dinginnya tanpa ekspresi.


“ Tolong pergi dari sini, Saya tidak ingin menemui siapapun. Saya mohon biarkan saya tenang. ” ucap Liana bergetar sembari diiringi tetesan air mata yang tak ada hentinya mengalir.

__ADS_1


“ Tapi nona ? ” ucap dokter wanita itu menyela, namun dengan cepat Liana membentaknya.


“ Pergi ! ” teriak Liana bergemetar, tubuhnya sangat lemas namun ia tidak ingin seseorang datang untuk melihat tangisanya yang menyedihkan itu.


“ Baiklah nyonya saya permisi dahulu, jangan lupa untuk memakan bubur anda . ” pamit Dokter wanita itu dengan sopan sembari membungkukan setengah badannya, lalu bergegas pergi meninggalkan Liana seorang diri di ruangan itu.


“ Makan ? huh lebih baik aku mati daripada harus menelan makanan hasil dari Lucas Anggara ! ”


“ Dengan begitu aku tidak perlu menderita dengan setiap siksaanya yang tidak masuk akal itu ! ” batinnya dalam hati sembari terduduk muram.


Airmatanya mulai menetes begitu deras bagaikan rintikan hujan membasahi sekujur pipinya.


Hatinya....... terasa begitu sakit...... !


Hanya ada dua jalan sekarang ! yaitu bertaruh HIDUP DAN MATI . Jikalau Liana harus hidup maka ia harus menerima kekalahan dan menjadi tawanan seumur hidup dibawah kaki Lucas Anggara !


Haruskah Liana mengakhiri kehidupannya yang malang itu secepatnya ?


“ Mama jemput Liana untuk ikut bersmamu! ” Liana mulai mengusap air matanya, namun semakin difikiran semakin sakit pula hatinya.


Mengapa hidup sebagai gadis normal begitu sulit baginya ? yang dibutuhkan hanyalah kebebasan, ketenangan, dan kebahagiaan !


Apakah takdir seburuk itu untuknya ?


>>>>>To be continue<<<<<



AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️


Tip ⭐

__ADS_1


__ADS_2