BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Hasinya tidak cocok


__ADS_3

...BOS MILYADER : BALAS DENDAM...


...Chapter 74...


Lucas Anggara kembali ke kamarnya setelah menolak ajakan putrinya , perlahan ia melepas bajunya dan berjalan ke kamar mandi . Di dalam kamar mandi terdapat sebuah kaca yang di gantungkan tepat diatas wastafel..... sejenak ia terdiam ! wajahnya lesu dan tidak bertenaga sama sekali . Ia terbayang wajah putrinya tadi , entah kenapa hatinya sedikit tersentuh saat melihat putrinya sangat menurutinya.


" Kenapa aku jadi merasa iba pada anak penyakitan itu ? semua yang ku lakukan hanyalah sandiwara semata ! jangan sampai hatiku goyah atau aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri . " mengguyur wajahnya dengan air yang ada di tangannya.


Kemudian ia berjalan ke bathup dan melepaskan celananya. Dinginnya air ! memang sengaja ia mandi pakai air dingin bukan air hangat di malam hari .. dikarenakan suasana hatinya sedang kacau . Berharap air dingin itu bisa menyadarkan pikirannya . Namun saat ia baru saja berendam beberapa menit tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu , tok!tok!tok ! Lucas hanya diam sampai orang yang mengetuk pintu itu berkata ,


" Tuan muda Lucas Anggara , saya dokter Jay . Apa anda di dalam ? "


Lucas Anggara hanya diam tak berkata apapun, ia keluar dari bathup dan mengambil handuk ! Setelah selesai memakai handuk ia keluar dari kamar mandi.


" Tuan ... " doktor Jay mengetuk pintu sekali lagi.


" Tunggu sebentar ! " Sahutnya sambil berjalan membukakan pintu. Melihat Lucas Anggara tanpa busana apapun selain handuk dokter Jay hanya bisa menunduk .


" Maafkan saya tuan karena datang di waktu yang tidak tepat ! " sambil tetap menundukan kepala.


" Sudahlah ada apa kamu mencari saya ? " tanya Lucas Anggara dingin.


" Saya mau memberikan ini tuan muda , hasil tesnya . Tadi pagi anda keluar jadi saya menunggu waktu anda pulang baru kasihkan . " sambil mengulurkan hasil tesnya. Kemudian Lucas Anggara mengambilnya , perlahan ia mengeluarkan hasil tesnya dan membacanya .


Ternyata sumsum tulang belakang mereka kecocokannya hanya 40% sedangkan operasi transplantasi sumsum tulang belakang hanya bisa dilakukan minimal kecocokan 50% . Apakah ini kabar baik karena ia jadi tidak perlu mendonorkan sumsum tulang belakangnya ? ataukah ini kabar buruk gadis kecil itu cepat atau lambat akan mendekati ajalnya ?


Lucas Anggara terdiam muram .


" Tuan muda hasilnya menunjukkan bahwa kecocokan anda dan putri anda hanya 40% saja , sedangkan operasi bisa dilakukan minimal kecocokannya 50% . Saya khawatir jika dalam 6 bulan masih tidak ditemukan donor yang cocok hanya tuhan yang tau apa yang akan terjadi kedepannya . Semoga ada keajaiban ! "


" Ini memang sudah biasa terjadi, jika tidak cocok dengan orang tua laki-laki ... biasanya pasti cocok dengan ibunya . Bagaimana kalau kita mencoba kecocokannya dengan sang ibu ? . " jawab dokter jay serius. sampai dia keceplosan bilang begitu. Tamatlah riwayatnya karena sudah menyangkutkan wanita yang paling dibenci tuan muda Lucas Anggara. Padahal bibi Lu sudah memperingatinya , jangan pernah membahas ibunya nona kecil dihadapannya ! tapi mulutnya benar-benar sulit dikontrol saat berbicara mengenai pasiennya .


" Ah ! maafkan saya tuan muda bila saya lancang mengatakan ini ! saya bersalah ! mohon belas kasihannya jangan hukum saya ! " khawatir , cemas .

__ADS_1


Rumornya tuan muda Lucas orang yang sama sekali tidak boleh disinggung dalam bentuk apapun ! bagaimana ini ?


" Maksudmu kamu sedang mencoba membujuk saya agar ibunya bisa mendonorkan sumsum tulang belakang itu untuknya ? " sambil meremas hasil tes yang ada ditangannya.


Namun dokter Jay hanya bisa diam tidak berani berkomentar takut salah bicara .


" Lebih baik kau buang saja pemikiran itu , karena sa... ya.... tidak akan mungkin membawa ibunya kemari untuk melakukan hal yang kamu inginkan ! "


" Sampai kapanpun.. tidak akan ! ” memlototi dokter Jay dengan nada bicara menekan . Kemudian Lucas Anggara menutup pintunya , menandakan ia tidak mau bicara lebih lama lagi dengan dokter Jay .


Di dalam ruangan sangat hening , Lucas Anggara meremas hasil tes itu sampai membentuk bola lalu melemparkannya ke tempat sampah.


" Jika aku tidak bisa mendonorkan sumsumku untuk dia , maka bagaimanapun caranya aku tidak akan mungkin menggunakan wanita itu dalam apapun keadaannya ! Walau aku harus membayar orang untuk mencarikan pendonor itu ke pelosok dunia dan membayar mahal untuk harganya ... aku tidak keberatan asal bukan wanita itu ! " Lucas Anggara kesal, kenapa hidupnya tidak bisa lepas dari putri musuhnya itu


Disisi Lain.


Hotel Bintang 5 Milik keluarga Lin . Ditempat inilah Liana Modigit tinggal selama 1 bulan kedepan . Saat ini Liana duduk di depan laptopnya , ia sedang mencari tempat wisata yang paling bagus di negara F untuk di kunjungi . Setelah melihat beberapa wisata akhirnya Liana memutuskan untuk liburan pertamanya yaitu ke pantai .


Saat ini sudah sangat larut, Liana menutup laptopnya dan segera menuju tempat tidur . Baru beberapa menit ia membaringkan tubuhnya ia langsung tertidur pulas.


*Mimpi*


" Aku tidak menginginkan kehadirannya , lebih baik gugurkan saja anakmu itu ! "


" Tidak jangan , jangan ! " menangis histeris , sebuah belati tiba-tiba menusuk perutnya !


" Aaaakkkkkkkkkkkkhhhhhhh! " teriak histeris sambil menangis darah.


Mimpi mengerikan itu membuat Liana terbagun dari tidurnya ditengah malam !


" Anakkku ! " sambil mengelus perutnya dan menagis , Liana masih terbawa arus mimpinya , anehnya mimpi itu terasa sangat nyata. Lalu laki-laki yang menusuk perutnya itu benar-benar sangat kejam dan menakutkan !


Kemudian Liana melihat perutnya dan berkata . " Anak ? aku kan tidak pernah hamil ! tapi kenapa mimpi itu terasa nyata .. bahkan rasa sakit dalam mimpi itu sampai terbawa kedunia nyata . hah.... " menghela nafas , keringatnya sebesar jagung . Padahal ruangan ini ber AC.

__ADS_1


Kemudian Liana mencoba tidur lagi.


" Semoga mimpi mengerikan itu tidak datang lagi , ini masih jam 2 pagi . Aku masih sangat ngantuk ! " Liana mencoba memejamkan matanya. Setelah berusaha keras akhirnya ia tidur lagi.


Disisi Lain , kastil .


Bibi Lu menangis di kamar Lucas Anggara pagi-pagi . Ia memohon... berulangkali memohon tanpa henti, hanya demi menahan Lucas Anggara agar tidak pergi secepat ini. Hasil tes sudah keluar dan menunjukkan bahwa sumsum tulang belakang Lucas Anggara tidak begitu cocok dengan Elenia . Hal ini membuat Lucas Anggara tidak bisa bertahan lebih lama lagi di kastil , karena waktunya di sini sudah berakhir !


" Saya mohon tuan, tinggalah di sini beberapa hari lagi ! Setidaknya beri waktu nona kecil waktu untuk menikmati waktunya dengan anda . Sejak anda datang nona kecil bahkan belum pernah menghabiskan waktu dengan anda lebih dari 10 menit . Jadi tetaplah disini beberapa hari saja , saya mohon tuan muda . " ucap bibi Lu gemetar sambil menangis.


" Memangnya kamu ini siapa ? hanya seorang pengasuh apa pantas kamu memohon pada saya agar saya tetap tinggal ? Sudah berani kamu mengatur-atur saya ? " Lucas Anggara menatap bibi Lu dengan sorot mata tajam.


" Saya tidak bermaksud begitu tuan. Tapi anda tau sendiri kan kalau nona kecil hanya memiliki sedikit waktu kata dokter . Syukur jika nanti bisa mendapatkan pendonor, tapi bagaimana jika nona tidak mendapatkan pendonor itu...? "


" Saya aya benar-benar tidak tau lagi harus bagaimana ? " menagis tersedu-sedu , namun Lucas Anggara mengabaikannya.


" Tuan... saya yang membesarkannya sejak kecil, saya yang menyuapinya makan, saya yang memandikannya , saya juga yang menuntunnya berjalan . Tapi di sisa waktunya yang tidak banyak ini.... saya bahkan belum bisa menuruti keinginannya untuk bersama dengan orangtuanya . "


" Saya tidak mungkin diam saja dan tidak melakukan apa-apa , setidaknya saya harus mewujudkan keinginan terakhirnya ! Jadi saya mohon tuan ..... tolong tetaplah disini beberapa hari untuk menemani nona kecil tuan muda ... saya mohon . "


Lucas Anggara masih acuh tak acuh, ia benar-benar tidak ingin tinggal lebih lama lagi disini. Waktunya disini sudah habis , tidak ada lagi yang harus diselesaikan.


" Tuan muda Lucas... saya mohon . " Memegang kaki Lucas Anggara, bibi Lu bersungguh-sungguh memohon demi nona kecilnya , akan tetapi Lucas Anggara malah menarik kakinya dengan kasar ! sehingga bibi lu tersungkur dan membuat kepalanya terbentur meja .


" Jangan sentuh saya dengan tangan kotormu itu ! " teriak Lucas Anggara murka .


Ditengah perdebatan mereka rupanya ada Elenia yang sudah mendegar dan melihat semuanya .


" Hetikan papa ! "


.


__ADS_1


__ADS_2