
BOS MILYADER: Balas dendam
Semenjak insiden hari itu, ini adalah hari ke tiga Liana tidak sadarkan diri.
Namun hal bagusnya adalah dokter bilang bahwa Liana akan segera sadarkan diri dalam kurun waktu dekat , hal itu mulai meredakan kecemasan Lucas Anggara dalam waktu singkat.
Kini mereka berdua sedang berbincang-bincang mengenai kesehatan tubuh Aluna beserta janin yang ada dalam kandungannya.
“ Tapi tuan muda, nona Liana telah menerima berbagai macam obat-obatan dalam tubuhnya, saya khawatir bayi yang ada dalam kandungannya pun kesehatannya akan ikut terpengaruh juga. ” ucap sang dokter cemas ketika ia sedang berbicara empat mata dengan Lucas Anggara.
“ Bukankah kamu adalah dokter terhebat di negara ini ? aku memanggilmu kemari bukan untuk bersantai-santai saja ataupun bersenang-senang ! Aku tidak mau tau kalian semua harus memastikan keadaan ibu dan anak tetap aman! jika tidak , kalian tau sendiri konsekuensinya bukan ? ” ucap Lucas Anggara dengan nada bicara penuh ancaman.
“ Berikan suplemen terbaik yang ada untuk menjaga kesehatan bayinya! Apapun caranya jangan sampai terjadi apa-apa pada mereka berdua. Terutama pada bayinya, pastikan selamat ! ” tegas Lucas Anggara sekali lagi dengan raut wajah cukup serius saat mengatakannya.
Dokter itu merasa sangat tertekan, keringat dinginnya mulai bercucuran membasahi keningnya , kemudian sang dokter menganggukan kepalanya dengan cepat.
“ Baik tuan muda saya akan berusaha semaksimal mungkin ! ” jawabnya sembari menganggukkan kepalanya, mengiyakan ucapan Lucas Anggara dengan cepatnya.
Kemudian di saat yang bersamaan ponsel Lucas Anggara berdering dari dalam kantung sakunya. Lucas Anggara mulai mengambil ponselnya , lalu ia melihat siapa yang menelfonnya itu. Ternyata sekretaris di perusahaannya!
“ Katakan . ” ucapnya menjawab panggilan tersebut, lalu berjalan keluar meninggalkan dokter beserta ruangan Liana dirawat.
Lucas Anggara berjalan pergi dengan terburu, entah panggilan apa yang sedang ia bicarakan itu ? sepertinya terdengar sangat penting.
“ Pak presdir ! rapat dengan perusahaan grub Lin beberapa puluh menit lagi akan segera di mulai, saya sudah menyiapkan beberapa proposalnya untuk presentasi nanti. Tuan Lin dari perusahaan Lin grub juga baru saja tiba di perusahaan, mohon anda segera datang beliau sudah menunggu kedatangan anda. " ucap sekertaris itu secara rinci mengingatkan bosnya akan jadwal rapat perusahaan hari ini.
Karena terlalu sibuk mengurusi permasalahan di rumah Lucas Anggara hampir saja melupakan pekerjaan perusahaannya bahkan rapat penting sekalipun ia tidak mengingatnya.
“ Baiklah aku akan datang sebentar lagi, berikan pelayanan terbaik untuk tuan Lin dan rekannya. Aku akan segera sampai di perusahaan beberapa menit lagi ! ” jawabnya cepat kemudian mengakhiri panggilannya.
Tuan Lin dari perusahaan Lin groub adalah pemuda yang sangat berbakat, menurut kabar yang di dapat tuan Lin baru saja kembali dari luar negeri beberapa hari yang lalu dan berhasil mengembangkan perusahaannya begitu pesat dalam kurun waktu yang sangat singkat !
Sehingga perusahaannya hampir saja setara dengan perusahaan Anggara group milik Lucas Anggara.
Namun sayang sekali, perusahaan Anggara group masih jauh lebih unggul di bandingkan perusahaan lainnya ! Tidak akan pernah ada seorangpun yang bisa menandingi maupun mengungguli perusahaan tersebut saat masih berada di bawah kendali Lucas Anggara.
Beberapa jam kemudian sampailah Lucas Anggara di perusahaan, ia langsung menuju ruangan rapat di ikuti oleh sekretaris utamanya ketika ia baru saja menapakan kakinya di perusahaan.
“ Bagaimana dengan kondisi rapatnya, apakah sudah hadir semua ? ” tanya Lucas Anggara sembari berjalan dan mengkibaskan jas yang ia kenakan .
Sedangkan karyawan lainnya membungkukan setengah badannya menyambut kedatangan bos besar perusahaan.
Tidak diragukan lagi, kharisma Lucas Anggara benar-benar sangat kuat! dia begitu sangat disegani oleh setiap karyawannya.
“ Semuanya sudah berkumpul di ruangan rapat pak presdir, hanya menunggu kedatangan anda saja lalu rapat bisa segera dimulai. ” jawab sekretarisnya dengan sopan sembari mempercepat langkah kakinya agar setara dengan langkah kaki bosnya.
Setelah mendapatkan jawaban dari sekretaris nya Lucas Anggara hanya diam , lalu memasuki lift pribadi khusus bersama dengan sekretarisnya menuju ruangan rapat.
Tak lama kemudian sampailah mereka berdua di depan pintu rapat.
Para penjaga yang ada di depan ruangan rapat tersebut mulai membukakan pintu dengan rasa hormat.
“ Selamat datang dan selamat siang pak presdir ! ” sapanya memberi salam , sedangkan tangannya membukakan pintu ruangan rapat untuk Lucas Anggara dan sekretaris nya.
Melihat kedatangan Lucas Anggara semua peserta rapat hanya terdiam.
Ya begitulah , tak ada seorangpun yang berani berbicara sepatah katapun ketika Lucas Anggara sudah memasuki ruangan rapat .
Jikalau memang mereka di haruskan untuk berbicara para peserta rapat selalu berhati-hati dengan setiap ucapannya ! Jika tidak ? mereka tidak tau apa konsekuensinya bila mereka tidak sengaja menyinggung pria terhormat seperti Lucas Anggara!
__ADS_1
Hanya membayangkan saja mereka tidak berani macam-macam.
Rapat bersama Lucas Anggara benar-benar seperti menguji nyali, berasa sulit bergerak. Jangankan bergerak ! bernafas saja mereka harus memperhatikan suasana hati Lucas Anggara.
“ Senang anda datang berkunjung ke perusahaan kami tuan Lin ! ” ucap Lucas Anggara sembari mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan rekan bisnisnya itu.
Kemudian tuan Lin membalas uluran tangan itu , kini keduanya saling berjabat tangan , tuan Lin mulai tersenyum ramah.
“ Anda terlalu segan tuan Lucas Anggara , sungguh suatu kehormatan bagi saya bisa datang kemari dan bekerja sama dengan perusahaan anda! ” balas tuan Lin memuji.
Setelah saling berjabat tangan Lucas Anggara mulai kembali memasang wajah seriusnya , lalu duduk di kursi kehormatan miliknya !
“ Baiklah mari kita mulai segera rapatnya! ” ucapnya dengan raut wajah serius sembari mengatupkan kedua tangannya.
Disisi lain kediaman Lucas Anggara, tepatnya di lantai dua lokasi Liana dirawat saat ini.
Terlihat Liana mulai menggerakkan jari jemarinya di ruangan yang sepi itu , tidak ada seorangpun dokter yang menjaganya di sana, entah kemana perginya semua dokter itu menghilang ? Matanya perlahan mulai membuka sayu , begitupun juga tubuhnya yang masih lemas !
Liana hanya mampu mengkedip-kedipkan matanya saja , ia mulai menatapi dinding-dinding langit yang masih terlihat samar itu.
Tubuhnya terasa bergemetar dahsyat , ia tiba-tiba saja merasa ketakutan tidak jelas ketika ia baru saja sadarkan diri.
Hatinya terasa perih seperti tersayat belati ! Aluna tidak mengerti, ada apa dengan hatinya ?
Di ruangan sehening itu Liana mulai meneteskan air mata yang mengalir tiada henti dengan sendirinya. Hatinya terasa sakit, sangat sakit saat ia melihat selang-selang infus yang ditancapkan di tangannya itu ! pertanda bahwa ia masih hidup di dunianya.
Lagi dan lagi upaya mengakhiri hidupnya GAGAL.
Apakah tuhan tidak mau menerima dirinya yang bernasib menyedihkan dan malang ini ? semua orang di dunia tidak menginginkannya, apakah tuhan juga tidak ingin menerima kematiannya !?
Mengapa ? mengapa ia harus hidup dengan keadaan yang begitu memalukan serta penyiksaan yang bertubi-tubi ?
Mengapa semua seakan tidak adil padanya!
“ Dosa apa aku sebenarnya ? mengapa tuhan tidak puas melihatku menderita ! mengapa tuhan tidak mengambil saja kehidupanku yang malang ini . Mengapa aku masih saja di biarkan hidup ! ” ucapnya dalam hati sembari menangis, bibir kecilnya pun menipis menahan rasa sakit di hatinya.
Lagi dan lagi ia lolos dari jurang kematian yang ia buat sendiri.
Saat Aluna mulai berhenti menangis dan terisak, ia seperti mendengar suara tangisan anak kecil. Kemudian Liana berusaha sekuat tenaga dan mecari asal suara tangisan itu.
Yang benar saja ! ia melihat anak kecil menangis di dekat balkon ruangan tempat ia berada, kemudian anak kecil itu menatapi Liana dengan deraian air mata yang membasahi pipi merahnya.
Gadis mungil itu perlahan menujuk Liana dengan jari telunjuknya, lalu berjalan mundur hingga ia berada di ujung balkon yang letaknya di lantai dua.
“ Gadis kecil , jangan mundur lagi atau kamu akan terjatuh ! ” ucap Liana melemas , Liana hanya bisa mengulurkan tangannya tanpa bergerak turun dari ranjangnya.
Namun apa yang gadis itu katakan setelahnya ?
“ Mama.... kamu sangat jahat ! mengapa mama tidak menginginkanku ? mengapa mama membunuhku ? bahkan mama tidak bisa mengenaliku anaknya sendiri ! apakah aku sangat memalukan untuk menjadi anakmu, apakah aku tidak layak sehingga kamu melenyapkanku ? apakah aku tidak pantas ! mangapa mama membuatku tiada , mama jahat ! mama tidak menginginkanku hadir di dunia ini ! ” teriak anak kecil itu sembari menangis dan terisak menatapi Liana.
Air mata anak kecil itu mengalir tak terbendung saat dia mengatakan hal itu pada Liana.
“ Anak ? ” batin Liana begitu cepat dalam hatinya sembari memfokuskan tatapan matanya pada gadis kecil itu, ia melihat wajah anak itu begitu mirip dengan dirinya semasa kecil.
“ Selamat tinggal mama! aku harap mama bisa menyayangiku kelak ! ” kemudian gadis kecil itu melambaikan tangannya dengan penuh air mata di pipinya , hati Liana begitu sakit saat menyaksikan gadis itu menangis, kemudian gadis kecil itu mulai melompat dari atas balkon tepat di depan matanya.
Melihat gadis kecil itu melompat Liana sangat terkejut, matanya terbelalak lebar-lebar lalu ia berteriak histeris !
“ Tidaaaaaakkkkkkk ! ” ucapnya menjerit histeris sembari menyaksikan gadis kecil itu melompat dari atas balkon kamarnya.
Anak kecil itu memanggilnya dengan sebutan mama, kemudian Liana melepaskan seluruh selang infus dengan paksa ! ia berusaha mengejar gadis kecil yang melompat dari atas balkon itu ! saat semua selang infus telah terlepas dari tangannya ia mendekati balkon itu dengan jalan yang tertatih-tatih.
__ADS_1
“ Apakah anak kecil tadi adalah nyawa anakku yang tiada dengan ketidak tenangan nya ? dia menyalahkanku atas kematiannya ? Ya benar sekali, aku memang ibu yang tidak berguna! aku tidak bisa melindungi anakku sendiri dari ayahnya ! ”
“ Aku memang pantas mati untuk menemaninya ! ” ucapnya berbicara seorang diri memaki dirinya sendiri tak berguna berulang kali . Kemudian Liana mulai mengepalkan kedua tangannya , ia berusaha menahan sakit hati akibat kehilangan anaknya.
Lalu Liana yang malang dan menyedihkan itu jatuh tersungkur di dekat balkon , rambutnya terurai menutupi wajah cantiknya dan air matanya.
Kakinya melemas.
“ Jangan tinggalkan mama sendiri di sini ! ajak mama pergi bersamamu . Mari kita bertemu dengan nenekmu! ” ucap Liana Lirih sembari menangis dan mengepalkan tangannya.
Lalu Liana berteriak ! ia menangisi kepergian anaknya, teriakan itu membuat sang dokter yang baru saja memasuki kamar rawat Liana langsung membuang obat yang ada di tangannya.
Ia melihat Liana berada di ujung balkon hampir menjatuhkan diri. Dengan cepat dokter itu menarik Liana menjauhi balkon itu, sembari berteriak .
“ Nyonya apa yang anda lakukan disini ! Anda bisa saja terjatuh jika anda dekat dekat disana ! aku bisa mati jika nyonya tiada dengan cara seperti ini ! ” ucap sang dokter ketakutan, akhirnya ia berhasil menjauhkan Liana dari ujung balkon.
“ Kalian semua sama saja ! tidak ada yang mengerti diriku, tidak ada yang peduli padaku ataupun anakku yang malang ! aku melihat dengan mata kepalaku sendiri anakku melompat dari sini, dia menyalahkanku atas kematiannya ! dia sangat tidak beruntung karena memiliki ayah seperti Lucas Anggara....... ! anakku tiada karena ia tidak beruntung memiliki ayah pembunuh seperti Lucas Anggara ! ” ucap Liana berteriak sembari memandang wajah dokter tersebut, tatapan mata Liana benar-benar terlihat tak berdaya.
Dokter itupun merasa sangat tersentuh, lalu dokter itu hanya diam menyaksikan keluhan Liana.
“ Dokter anakku tiada karenanya, aku baru saja melihatnya menangis ! dia begitu kasihan! aku harus menyusulnya sekarang! dia baru saja melompat dari balkon sini, tolong lepaskan aku ! biarkan aku melompat menemaninya ! ” ucap Liana terisak,Lalu ia menggertakan giginya, hatinya sangat sakit , luka di hatinya semakin memarah.
Kemudian Liana memukuli dokter tersebut, airmatanya tak henti mengalir menujukkan penderitaannya.
“ Aku harus menyusulnya , aku harus menyusulnya ! tidak ada yang perduli padanya ! jika bukan aku lalu siapa lagi yang peduli padanya . Tolong lepaskan saya dokter..... tolong lepaskan saya ! ” ucap Liana sembari berusaha melepaskan diri dari sang dokter yang memeluknya erat erat .
Liana memberontak dan menggigit kecil bibir bagian bawahnya menahan rasa sakit di hatinya !
Berulangkali ia melihat kearah balkon untuk segera mengakhiri hidupnya dengan cara melompat, namun sulit sekali terlepas dari dokter suruhan Lucas Anggara itu.
Benar-benar sial.
“ Halusinasi tingkat tinggi , ini adalah salah satu efek pasien yang mengalami depresi berat setelah koma ! ” batin sang dokter terkejut, kedua matanya terbelalak lebar-lebar melihat Liana yang menangisi penderitaan nya .
Apakah nyonya Liana terlalu depresi sehingga menyebabkan ia menderita penyakit Halusinasi berat ? itu sebabnya ia merasa melihat anaknya ! mungkinkah ia sangat tertekan akan kabar kematian anaknya ? jadi ia sampai mengalami hal ini hari ini.
Halusinasi tingkat tinggi biasanya dia akan menyerang memori ingatannya yang paling buruk, ingatan terburuk yang pernah ia alami semasa hidupnya!
” Jika dibiarkan seperti ini nona Liana akan gila dan akan menyebabkan sarafnya terputus ! bisa-bisa dia akan depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri terus-menerus jika ia mengingat penderitaan yang pernah dia alami . Ini sangat gawat aku harus memberitahu tuan muda Lucas setelah ini ! ” ucapnya sembari menggendong Liana kembali ke tempat tidurnya.
Lalu dengan cepat ia menyuntikan obat bius agar Liana merasa tenang sesaat, alhasil Liana melemas dan tertidur.
Panggilan mulai tersambung.
“ Tuan muda Lucas, sesuatu yang buruk telah terjadi ! ” ucap sang dokter langsung membuka mulut ketika panggilannya baru saja tersambung.
to be continue.....
AUTHOR
Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.
JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU
komentar 💬
Like 👍
Favorit ❤️
__ADS_1
Tip ⭐