BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Aku tidak bahagia


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Kamar Lucas Anggara.


Helian datang untuk membincangkan beberapa hal mengenai kondisi Liana pada tuannya. Wajah Helian bahkan terlihat sangat bahagia ketika dia mengetahui tuannya telah memiliki seorang putri yang sangat cantik dan menggemaskan. Melihat wajah bayi itu di ruangan intensif walaupun hanya bisa memandangnya dari kaca.....Helian sudah senang !


Begitupun juga harapan kecil mulai terlintas dalam benaknya, semoga kelak dengan kehadiran bayi ini bisa membuat tuannya tidak berhati es lagi. Menjadi tuan muda yang normal , tidak berkabung selamanya mengenang masalalu lagi, serta bisa memiliki keluarga kecil yang bahagia .


Begitulah harapan kecil dilubuk hatinya .Berharap tuannya bisa kembali ceria dan hangat seperti saat dirinya bersama nona Shi nian, kekasihnya yang sudah meninggal. Dengan harapan besar Helian berharap , kelak semoga bayi nona Liana bisa merubah tuannya menjadi lebih baik dari sekarang.


Saat ini Helian sedang berdiri tegap sejauh 2 meter dari meja kerja Lucas Anggara, lalu ia dengan berani mulai angkat bicara .


" Tuan..,. ada hal yang ingin saya bicarakan dengan anda, apa anda ada waktu sebentar tuan ? Jika tidak ada waktu, tidak apa-apa, saya akan kembali lagi nanti saat tuan muda sudah tidak sibuk. " panggil Helian terhati-hati memanggil tuannya, sebab Lucas Anggara sejak tadi sibuk dengan laptop kerjanya. Helian takut jika kedatangannya akan menggangu, jadi ia lebih baik bertanya terlebih dahulu . Apakah dirinya mengganggunya atau tidak?


" Tidak apa-apa , tidak menggangguku juga, ada apa memangnya ? . " Lucas Anggara langsung berhenti sejenak dari pekerjaannya.


" Itu tuan... saya datang kemari untuk menyampaikan beberapa hal pada anda. " jawab Helian sembari nampak ragu-ragu.


" Hal apa? katakan saja apa yang ingin kamu sampaikan padaku? aku akan mendengarkannya sambil kerja. Jadi jangan bertele-tele okey? " Lucas Anggara menjawab, namun ia kembali berfokus pada laptopnya.

__ADS_1


Mendengar itu Helian merasa lega, kemudian ia menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan bicaranya.


" Baiklah tuan, saya ingin menyampaikan bahwa operasi nona Liana berjalan dengan sangat lancar, hanya saja keadaan nona masih seperti biasanya, tidak tahu prediksi sampai berapa lama nona akan tersadar, dokter masih tidak bisa memprediksi hal itu. " ucap Helian menjelaskan, lalu terdiam sejenak.


" Oh, lalu? " jawab Lucas Anggara singkat , padat dan terdengar acuh, tidak tergerak sedikitpun dengan apa yang dikatakan Helian. Bukankah seharusnya ini adalah hari bahagia untuknya karena untuk pertama kalinya dia menjadi seorang ayah? apakah dia sungguh tidak ingin pergi walau sekedar untuk menengok bayinya? batin Helian sembari menatap tuannya dengan tatapan terheran.


" Ada apa kamu menatapku terus seperti itu? " Lucas Anggara melirik kearah Helian, nada bicaranya pun terdengar sedikit tidak senang.


Kemudian Helian membalasnya dengan senyuman, Helian mulai maju selangkah sembari tersenyum gembira.


" Tuan.... apakah anda tidak ingin pergi melihat putri kecil anda? tadi saya baru saja melihatnya, dia sangat kecil dan menggemaskan! " Helian berkata dengan nada bersemangat, akan tetapi reaksi Lucas Anggara justru bertolak belakang dengan reaksi Helian.


BRAKKKK! ( Suara Lucas Anggara menggebrakkan kedua tangannya di meja, membuat Helian terbungkam ! )


" Helian sudah cukup ,jangan diteruskan lagi! " teriak Lucas menghentikan kegembiraan yang ingin di ucapkan Helian lebih banyak lagi atas kelahiran nona kecil.


Kemudian Lucas Anggara memijit kecil dahinya,


" Tolong kamu jangan bicara tentang anak wanita itu didepanku lagi bisa tidak ? aku sangat tidak ingin mendengar tentangnya saat ini ! apa kamu mengerti itu? Jika kamu disini hanya untuk merayuku melihat anak itu... maka kamu keluar saja! telingaku bisa meledak jika kamu membicarakan anak itu lebih lanjut lagi! " Lucas anggara berkata dengan nada kesal sembari memijit kecil dahinya .


" Tapii tuan.... sebentar lagi anak ini akan dibawa ke luar negri, ke tempat yang telah anda siapkan untuknya! apa anda sungguh tidak mau melihatnya sekali saja???!!! Tuan , saya mohon, hanya kali ini saja ! lihatlah putri anda sebelum putri anda meninggalkan tempat ini. " Helian memohon.

__ADS_1


" Tidak ! aku bilang tidak ya tidak! " Lucas Anggara masih bersikukuh dengan keputusannya.


" Tapi tuannnnn..... anda bahkan belum memberikan sebuah nama untuknya. Apakah begini anda tidak terlalu kejam padanya tuan. ? anak ini tidak bersalah, untuk apa tuan juga dendam padanya ? "kedua mata Helian berkaca-kaca saat membicarakan hal ini.


" Cukup Helian!sudah cukup! apa kamu sudah mulai berani melawan keputusanku? " Teriak Lucas Anggara dengan lantang.


Mendengar teriakan itu Helian bagai tersambar petir, ia langsung tersadar.


" Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud membuat anda tidak senang. Saya berjanji tidak akan mengungkit hal ini dengan anda lagi ! mohon tuan memaafkannya. " Helian menunduk, tidak bisa berkata-kata lagi.


" KELUAR! " jari telunjuk Lucas Anggara menunjuk kearah pintu. Kemudian Helian bergegas pergi tanpa berkata-kata.!


Setelah Helian keluar dari kamarnya, ruangan itu kembali hening . Lucas Anggara merasa tubuh dan otaknya terasa sangat panas bila mengingat tentang hal yang berhubungan dengan Liana.


Kemudian ia mengambil segelas air yang ada di dalam kamarnya, gelas kaca itu sangat tipis, hingga Lucas Anggara yang kehilangan kendali tak sadar menggenggamnya hingga pecah. " Aku sudah menjadi seorang ayah, tapi aku sama sekali tidak bahagia... "




Gambar ilustrasion by Lucas Anggara.

__ADS_1


To be continue, jangan lupa like, komen dan vote yah. dukungan kalian sangat berharga untukku.


Thanks by suport : @ kaka fatan~


__ADS_2