BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Hidup dan mati dipertaruhkan


__ADS_3

BOS MILYADER: balas dendam



Setelah beberapa jam kemudian.


Ruangan perawatan Liana.


Liana kembali menjalani perawatan intensif secara pribadi di kediaman Lucas Anggara, selang-selang infus pun harus di pasangkan di tubuhnya. Sedangkan alat pasien monitor di sebelah ranjangnya itu tak ada henti-hentinya menujukkan detak jantung Liana yang semakin melemah dari sebelumnya.


“ Katakan apa yang terjadi dengannya, mengapa wanita ini bisa sampai seperti ini ! ? ” tanya Lucas Anggara sembari duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, kakinya menyilang, sedangkan sorot matanya menatap kedua dokter yang berdiri di hadapannya.


Kemudian rekan dokter Lea membuka suara, ia pun menjawab pertanyaan dari Lucas Anggara.


“ Tuan muda , ini disebabkan karena pasien merasakan tekanan yang amat dahsyat, sehingga kondisi seperti saat ini bisa terjadi. Saya sudah pernah mengatakan ini sebelumnya, pasien tidak boleh menerima tekanan yang berlebihan saat masih dalam tahap pemulihan. Inilah yang saya khawatirkan. ” jelas rekan dokter Lea serius sembari membenarkan kacamatanya ,kemudian menatap kearah Lucas Anggara dengan tatapan seriusnya.


“ Apa maksudmu dengan berkata seperti itu sembari menatapku begitu ? apa kau fikir akulah yang memberikan dia tekanan besar ? Lancang sekali ! ” jawab Lucas Anggara dengan nada tinggi di akhir kalimatnya.


Mendengar teriakkan Lucas Anggara yang sangat marah , suasana pun menjadi sangat hening seketika.


“ Tuan, saya tidak bermaksud seperti apa yang ada fikirkan . Saya hanya mengatakan apa yang sesuai dengan diagnosa saya, saya benar-benar tidak bermaksud menyinggung anda sama sekali . Saya benar-benar tidak berani ! ” jawabnya dengan cepat mencoba menjelaskan.


Kemudian Lucas Anggara menahan amarahnya , ia mengepalkan tangannya diam diam. Lalu dengan beratnya ia pun berkata,


“ Lanjutkan bagaimana hasil pemeriksaanmu padanya , apakah dia sudah dalam keadaan baik-baik saja. ? ” tanya Lucas Anggara sembari memejamkan matanya sejenak,nada bicaranya terdengar berat, sedangkan alisnya mengerut kesal.


“ Tu, Tuan ..... ” ucapnya terbata-bata , ia sangat takut saat Lucas Anggara menanyakan kondisi Liana.


Andaikan Lucas Anggara mendengar apa yang akan dia katakan setelah ini ? mungkinkah Lucas Anggara akan murka ? batin rekan dokter Lea berkeringat dingin di sekujur wajahnya, kemudian ia meneguk Liurnya dan mempersiapkan mentalnya untuk mengatakan hal yang hendak ia katakan pada Lucas Anggara.

__ADS_1


“ Tuan , karena halusinasi tinggi yang di derita nona Liana adalah halusinasi tingkat tinggi , hal ini mengakibatkan kesadarannya terkikis habis, dan karena inilah pasien mengalami koma , sesuatu telah terjadi pada otaknya , kemungkinan besar nona Liana tidak akan sadarkan diri dalam jangka waktu yang panjang. ”


“ Apa katamu ? koma jangka panjang ! ” ucap Lucas Anggara terkejut setelah mendengarkan penjelasan dokter , ia pun tak tahan untuk memotong ucapan sang dokter sejenak.


“ Benar tuan muda , koma jangka panjang. ”


“ Entah apa yang membuatnya masih bertahan samapai saat ini, kemungkinan besar ia memiliki tekad hidup yang sangat besar kali ini . Biasanya pasien yang mengalami hal ini syaraf otaknya bisa putus dan mengakibatkannya meninggal . Tapi nona Liana......? ia bisa bertahan sampai titik ini sudah seperti sebuah berkah tak terduga baginya ! dia masih bernafas , tapi saya tidak bisa memastikan kapan beliau bisa sadar kembali. ”


“ Dia masih hidup, tapi bagaikan orang sudah mati ! Sungguh ironis..... ” jelas rekan dokter Lea panjang dan lebar , kemudian mengakhiri ucapannya setelah menghela nafas panjangnya.


Kemudian Lucas Anggara terdiam muram, ia mulai berdiri dari duduknya , sedangkan kedua tangannya berada di saku celananya. Tatapan muram itu seketika berubah menjadi tatapan membunuh,


“ Lalu katakan padaku apakah kondisi bayinya bisa bertahan hidup dengan kondisi wanita itu saat ini ? ” tanya Lucas Anggara dengan tatapan membunuh.


“ Tuan muda kondisi ibunya sudah begitu menghawatirkan, janin dalam kandungannya hanya berusia beberapa minggu. Saya takut, kemungkinan besar bayinya pun tidak akan bisa bertahan ! ” jawab dokter itu ketakutan, tubuhnya bergemetar .


Namun saat Lucas Anggara mendengar bahwa bayi wanita itu tidak mungkin bisa diselamatkan Lucas Anggara langsung meraih kerah dokter tersebut , dengan penuh amarah Lucas pun berkata,


Kemudian Lucas Anggara melanjutkan bicaranya dengan nada tinggi,


“ Kau adalah dokter terhebat di negara ini ! apa kau tidak bisa menyelamatkan nyawa kecil itu dan membuatnya tetap aman hah ! jika kau hal sekecil ini saja tidak bisa untuk apa kau menjadi dokter terhebat ! benar-benar memalukan ! ” teriak Lucas Anggara , kemudian menghempaskan dokter tersebut sampai terjatuh.


“ Tuan kondisi nona Liana yang seperti ini bukanlah kondisi yang saya harapkan, saya tidak menduga orang mana yang bisa bisanya membuat kondisi nona Liana jadi seperti ini . Pasti ada seseorang yang telah memicu hal ini terjadi ! tuan hidup dan mati seseorang hanyalah tuhan yang tau . ”


“ Saya sebagai seorang dokter hanya menjalankan tugas dan melakukan yang terbaik dari yang terbaik, untuk nyawa kecil ini jika kondisi ibunya saja sangat menghawatirkan apalagi janin kecil yang masih berusia beberapa Minggu itu..... ? ”


“ Harapan untuk bertahan hidup untuk sang bayi sangatlah kecil tuan muda. ” jelas sang dokter sembari tersungkur di bawah kaki Lucas Anggara.


Kemudian Lucas Anggara semakin muram, bibirnya menipis kesal.

__ADS_1


“ Tapi kau jangan lupa, hidup dan matimu ada ditanganku ! jika kau tidak bisa menyelamatkan keduanya. Maka aku akan mengubur kalian bersama! ” lirik tajam Lucas Anggara saat mengatakan hal itu pada dokter.


Kemudian Lucas Anggara meninggalkan ruangan Liana tanpa berkata-kata, dan membanting pintu ruangan Liana dengan kasarnya.


- Suara gebrakan pintu-


Seketika itu juga kaki dokter Lea melemas, ia pun jatuh terduduk setelah mendengar perkataan Lucas Anggara sekaligus melihat rekannya yang berada di ujung ketidakberdayaannya.


Namun baru saja mereka berdua menenangkan hatinya, tiba-tiba sesuatu terjadi pada Liana , nafas Liana tidak stabil, pasien monitor menujukan penurunan drastis detak jantung Liana! Karena di kediaman Lucas Anggara sudah tersedia berbagai alat kedokteran canggih, dokter Lea dan rekannya langsung terjungkat, mereka berdua pun berlari untuk menyelamatkan nyawa Liana.


“ Dokter Lea ambilkan defibrilator , cepat ! detak jantung pasien melemah ! " teriak rekan dokter Lea khawatir .


Hidup dan mati Liana kini akan dipertaruhkan.....


>>>>To be continue<<<<



AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️

__ADS_1


Tip ⭐


__ADS_2