
BOS MILYADER: Balas dendam
Tiga hari kemudian.
Dokter Lea mengetuk pintu ruangan Liana, kali ini Liana sudah di pindahkan ke ruangan yang berbeda , selang-selang infus tak lagi di pasangkan di tubuhnya.
Liana di pindahkan ke sebuah ruangan yang lokasinya tak jauh dari kamar pribadi Lucas Anggara ! dimana ruangan tersebut memiliki desain yang cukup sempurna untuk seorang pasien seperti Liana.
Saat dokter Lea masuk kedalam ruangan tersebut hal yang serupa ia lihat adalah seorang gadis cantik tengah duduk di atas tempat tidurnya dengan selimut tebal menutupi kakinya. Sedangkan kepala gadis itu menatapi jendela luar yang penuh dengan cahaya matahari pagi.
Tatapan mata itu terlihat kosong, seolah ia tak memiliki pandangan apapun di dalamnya.
Dokter Lea mulai berjalan mendekati Liana , ia mehadang cahaya matahari yang menyinari Liana dengan tubuhnya sembari berkata,
“ Nona saya membawakan menu bubur bergizi seperti biasanya. Nona tidak pernah mencicipinya , kali ini saya mohon nona cicipi bubur ini sedikit saja ya ? ” ucap dokter Lea dengan ramah dan tersenyum. Namun Liana tak merubah raut wajahnya sedikitpun. Ia hanya terdiam dan mempertahankan tatapan kosongnya saja.
Kemudian dokter Lea duduk di dekat Liana. Sedangkan tangannya mengaduk bubur yang masih hangat itu.
“ Nona saya tau anda mengalami masa yang tidak mengenakan bagi anda ! Normal saja bila anda menolak untuk melakukan komunikasi, saya tau anda ingin melarikan diri dari diri anda sendiri . Tapi nona..... ? nona tidak bisa terpuruk seperti ini terus menerus . Setiap orang pasti akan memiliki masalah dan tekanan di dalam kehidupan mereka masing-masing. Jika nona seperti ini terus , orang yang sangat menyangi anda pasti akan bersedih bukan bila mengetahui kondisi anda seperti ini ? ” ucap dokter Lea sembari mengaduk bubur yang ada di tangannya.
Ia menghela nafasnya , lalu melanjutkan bicaranya sekali lagi.
“ Nona jika anda bisa memberikan saya sedikit harapan kecil , saya akan memberitahu kabar bahagia tentang sesuatu yang sangat anda perdulikan ! saya berjanji dan tidak akan mengingkarinya. ” ucap dokter Lea hampir menyerah, ia tidak tau hal apalagi yang bisa ia lakukan untuk membujuk Liana.
Mendengar apa yang dikatakan dokter Lea , tiba-tiba ekspresi wajah Liana berubah, alisnya mengerut , seolah ia sangat peduli dengan hal yang akan dikatakan dokter Lea barusan.
Melihat reaksi wajah Liana dokter Lea sangat terkejut, ternyata Liana begitu peduli tentang hal yang dikatakan dokter Lea padanya.
Akhirnya ada sedikit harapan kata-kataku berkerja padanya ! batin dokter Lea senang . Namun kesenangan itu berubah menjadi rasa takut dengan cepatnya.
“ Nona Liana sangat malang ! haruskah aku memberitahunya bahwa anak yang ada dalam kandungannya masih hidup ? Apakah jika aku memberitahunya dia akan berbicara kembali......? Kemungkin presentase tebakanku ini 50:50 persen jika aku menggunakan metode ini . Menyerang titik titik yang sangat di pedulikan pasien ini juga penting. ”
“ Namun...... akankah ia bisa keluar dari keterpurukan ini setelah ia mendengar anak dalam kandungannya masih hidup ? semua bergantung pada nona Liana kembali...... ” batin dokter Lea dalam hati begitu cepat, begitu banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dalam otaknya.
Hati kecilnya mulai merasa cemas,
“ Jika aku mengatakannya dan tuan muda Lucas mengetahuinya beliau pasti tidak akan mengampuniku , beliau pasti akan sangat murka ! tapi aku tidak punya cara lain lagi ! ” batinnya sembari menutup matanya, alisnya mengernyit ketakutan.
__ADS_1
Bagaimana tidak ? Apapun yang ia akan lakukan kali ini akan berisiko sangat besar ! Karir dan kehidupannya di pertaruhkan.
“ Tapi jika aku tidak mengatakan hal ini maka nona Liana tidak akan memiliki semangat hidupnya lagi, dia tidak akan pernah punya harapan untuk keluar dari keterpurukan ini ! Tuan muda juga pernah berkata sebelumnya, jika nona Liana selesai melahirkan beliau akan membuat wanita di hadapanku ini kehilangan ingatannya saat di kediaman Lucas Anggara ! Jadi , jika aku mengatakan hal ini untuk menyemangatinya tidak akan apa-apa kan ? Selagi tuan muda tidak mengetahuinya ! ” otak kecilnya mulai berfikir keras .
Rasa takut yang amat besar , serta perjuangan untuk membangkitkan semangat Liana beradu menjadi satu.
Kemudian dalam sekejap ia menyingkirkan lamunannya dan tersenyum ceria dihadapan Liana.
Sendok berisi bubur pun ia layangkan tepat di depan mulut Liana.
“ Buburnya sudah hampir dingin nona, jika anda memakannya beberapa sendok saya akan menepati janji saya. ” ucap dokter Lea sembari tersenyum dan memegangi sendok makan berisi bubur itu.
Sekali lagi dokter Lea melihat reaksi Liana yang mengernyitkan alisnya , bibirnya menipis, namun masih belum mau membuka mulutnya untuk makan. Raut wajah Liana pun terlihat suram.
“ Seseorang yang aku perdulikan ? Siapa ? memangnya siapa yang bisa aku pedulikan lagi ? ” ucap Liana dalam hati, mulutnya sulit sekali dibuka untuk berbicara. Kemudian ia mencoba membuka mulutnya sekuat tenaga untuk menyantap bubur itu , dengan harapan ia bisa mendapatkan jawaban yang ia inginkan.
“ Nona ini mengenai anak dalam perut anda , apa anda tidak ingin mengetahui sesuatu tentangnya. ” bisik dokter Lea tepat di telinga Liana, seketika itu juga mata Liana terbuka lebar-lebar. Tangannya yang kaku diam diam mulai mengepal.
Berhasil, ini bereaksi lagi ! fikir dokter Lea setelah membisikan beberapa patah kata ditelinga Liana.
Dengan rasa takut dan penuh kekhawatiran dokter Lea mulai membuka sebuah rahasia besar yang tak seharusnya ia katakan ! ia mulai membisikan sebuah ucapan yang membuat hati dan tubuh Liana tergerak !
“ Nona anda harus makan, anda harus segera sembuh karena bayi dalam kandungan anda tidak akan sanggup bertahan lebih lama jika anda tidak mau makan dan terus menerus terpuruk dalam keadaan ini . ” bisik dokter Lea bergemetar , ia harap ucapan itu bisa membantu Liana keluar dari masa keterpurukan, setidaknya Liana bisa memiliki harapan kecil untuk melanjutkan hidupnya.
Mendengar apa yang dikatakan dokter Lea , hati Liana terasa nyeri , haruskah ia mempercayai ucapnya ? Hatinya sudah mati rasa bisakah ia membuka hati kembali dan memberikan sebuah kepercayaan pada perkataan orang lain ?
“ Nona , saya berani bersumpah , saya tidak berbohong . Tidakkah anda merasakan sebuah kehidupan di dalam perut anda ? Kandungan anda baik-baik saja , anak anda masih hidup ! Tapi kondisinya lemah, karna kondisi anda juga lemah saat ini . Ini berbengaruh buruk pada kesehatan bayi dalam kandungan anda . ” bisiknya lagi pelan ditelinga Liana.
Liana semakin terlihat muram , bibirnya menipis , tubuhnya bergemetar saat ia mendengar kabar bahwa bayinya masih hidup.
“ Lucas Anggara kau menang, kau berhasil memperdayaku dan membuatku seperti hidup dalam kematian berkali kali ! haruskah aku berterimakasih padamu karna kau tidak melenyapkan bayiku ? tidak -tidak aku tidak bisa semurah hati begitu ! keadaanku yang menyedihkan seperti ini semua karena salahmu! semua ini karena salahmu ! ” batin Liana dalam hati, sembari mengepalkan jari jemarinya .
Kemudian ia berusaha membuka mulutnya.
“ Bayiku masih hidup, aku harus bertahan demi nyawa kecil ini . Lalu kita berdua akan kabur dari neraka mengerikan ini bersama- sama nak ! ” batinnya dalam hati berfikir , kemudian ia mulai bisa membuka mulutnya dan menerima suapan dari dokter Lea.
Melihat Liana mau bereaksi dan memakan sesendok bubur yang dibawanya ..... dokter Lea sangat senang !
” Nona terimakasih ! terimakasih anda mau percaya dengan ucapan saya ! tapi sungguh saya tidak berbohong akan hal ini . Saya harap anda bisa menjaga rahasia ini dan tidak mengatakannya pada tuan muda . Kita berdua sesama wanita , saya juga seorang ibu . Saya sangat tidak tega melihat kondisi anda yang terpuruk seperti ini . Karena anda sudah sembuh tugas saya akan cepat selesai . ”
__ADS_1
“ Nona terimakasih karena anda mau bekerja sama dengan saya ! . ” ucap dokter Lea terharu sembari memegang telapak tangan Liana saking bahagianya.
Mengapa ?
Mengapa mulutku tidak bisa mengeluarkan suara ? Mengapa aku hanya bisa membuka mulut dan menggerakkan tubuhku akan tetapi tidak bisa berbicara ???? . Batin Liana sembari terlihat muram.
Karena bantuan dari dokter Lea, Liana akhirnya bisa menarik dirinya dari jurang keterpurukannya.
Dokter Lea, terimakasih........
Setelah selesai makan bubur beberapa sendok dan memeriksa kondisi Liana, dokter Lea pun meninggalkan ruangan Liana untuk sementara waktu.
Tak terasa hari semakin gelap , Liana pun mulai mencoba turun dari tempat tidurnya. Selangkah demi selangkah ia berjalan menuju jendela .
Liana pun mulai menatapi langit-langit malam dengan tubuh yang goyah.
Tatapan sayu itu menatapi sinar rembulan , lalu Liana mulai menyemangati dirinya sendiri ditengah malam yang hening itu.
“ Liana kau harus tetap hidup demi kehidupan kecil ini, kau tidak boleh terpuruk terus menerus ! jika tidak......? musuhmu akan bahagia diatas penderitaanmu....... ! ”
“ Nak suatu hari nanti aku pasti akan membawamu pergi dari neraka ini ! ” ucapnya dalam hati sembari mengelus perutnya.
>>>>> To be continue <<<<<
AUTHOR
Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.
JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU
komentar 💬
Like 👍
Favorit ❤️
Tip ⭐
__ADS_1