
...BOS MILYADER : BALAS DENDAM...
...Chapter 69...
Kediaman Lucas Anggara.
Helian berusaha membujuk tuannya begitu sampai di rumah. Ia bilang mengenai kondisi putrinya sakit parah dan membutuhkan transplantasi sumsum tulang belakang secepatnya , namun jawabannya ?
" Itu hanya trik agar aku mau pergi menemuinya, aku tidak akan pernah mau menemuinya sampai kapanpun Helian ! apa kau mengerti ? aku sudah membiarkan dia hidup , tapi aku tidak mau dia mengusik kehidupanku lagi . Apa uang dan semua fasilitas yang aku berikan kurang ? apa tidak bisa cari pendonor lain yang cocok selain aku ? berapapun biayanya aku akan bayar untuknya ! asal bukan aku. "
" Dan juga siapa pengasuhnya itu tadi namanya ? berani sekali dia menghubungi lagi kemari dan mau membahas tentangnya ? pecat saja dia !!!!! "
" Tuan nasib putri anda sedang diujung tanduk , jika bukan anda yang dihubunginya lalu siapa lagi ? bagaimana bisa anda sekejam itu pada anak kecil yang merupakan darah daging anda sendiri ? tolong kesampingkan dendam dan ego anda yang sudah lama berlalu itu, anak ini tidak ada sangkut pautnya . Dia tidak bersalah ! kumohon tuan ... coba datang kesana sekali saja , lakukan tes terlebih dahulu . "
Helian berani mengutarakan pendapatnya karena mereka berdua memang sangat dekat sejak kecil.
" Sudah cukup ! jangan menyebutnya sebagai putriku lagi. aku masih belum mau mengakuinya ! kau membuatku pusing saja . " sambil memijit keningnya.
" Jika aku melakukan transplantasi itu, Shi Nian pasti akan marah padaku di dalam mimpi ! bukankah sama saja aku mengkhianatinya ??? " berbicara omong kosong , membuat Helian semakin tidak mengerti apa yang difikirkan tuannya .
" Tuan.... nona Shi Nian sudah tidak ada ! anda harus bisa menerima kenyataan ini ! "
Teriakan Helian membuat Lucas Anggara murka . Lucas Anggara menghampiri helian , menarik kerahnya... lalu berkata dengan nada berat .
" Apa tadi kau bilang ? " tanyanya marah .
" Jangan larut dalam kesedihan terus menerus tuan.... , nona Shi Nian memang wanita yang baik ! tapi dia sudah tidak ada , tidak bisa kembali , anda harus bisa menerima kenyataan itu . "
" Apa anda yakin kalau nona Shi Nian tidak akan marah pada anda kalau anda menelantarkan darah daging sendiri ? jika nona Shi Nian masih hidup dia pasti tidak akan membiarkan anda memilih keputusan keji dan jalan yang salah seperti ini . Apalagi terhadap anak kecil yang tidak berdosa. Apa anda yakin dia disana tidak sedih karena anda terus menerus balas dendam pada orang yang tidak bersalah ? dia pasti sedih melihat anda jadi seperti sekarang . Kejam dan sangat brutal . Nona Shi Nian pasti sedih melihat perubahan anda yang sekarang . Dia kan tidak suka orang yang kejam . " Helian mengambil kelemahan Lucas Anggara.
__ADS_1
" Tadi kau bilang jika kan ? "
" Benar ... jika saja Shi Nian tidak pergi meninggalkanku ... aku yang sekarang mungkin tidak akan pernah ada . Anak wanita itu tidak bersalah katamu tadi ? memang benar juga .. tapi.... dia adalah anak wanita itu, cucu dari orang yang membunuh kekasihku . Apakah aku harus berwelas asih padanya ? bukankah aku sudah berbaik hati memberikan dia hidup dan membiarkan dia menjalani kehidupan bagai tuan putri ? Kalaupun dia mau menyusul neneknya apa hubungannya denganku ? aku tidak peduli hidup dan matinya . Itu bukan urusanku ! Apa kau mengerti Helian? "
" Aku rasa aku tidak bisa membantunya . Jadi jangan bujuk aku lagi untuk ke negara F menemuinya . Aku tidak akan pergi . "
Lucas Anggara melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Helian , kemudian pergi meninggalkan Helian dengan membanting pintu ruang kerjanya sekeras mungkin .
" Keras kepala . Kejam . Aku takut suatu hari nanti kau akan dapat karmanya tuan... " batin Helian memandangi pintu yang tertutup rapat .
Kemudian Helian mengambil ponselnya, memberitahu bibi Lu .. bahwa dia gagal membujuk Lucas Anggara.
Disisi lain, aula serbaguna Lin Group .
Nampak semua karyawan kantor sedang merayakan keberhasilan proyek pulau G . Bagaimanapun juga proyek ini sangat bernilai tinggi dan sangat menguntungkan .
" Selamat Presdir Huan, proyek ini berhasil kita dapatakan ! " ucap Liana .
" Wah benaran nih pak presdir ? senangnya bisa liburan ! " karena ini di kantor Liana tetap menghormati Huanyu sebagai atasan walaupun mereka sepasang kekasih .
Liana sangat gembira, tidak hanya dapat bonus tapi juga mendapatkan gaji 2x lipat, dan tour gratis selama sebulan. Siapa yang nggak senang ?
" Kamu senang, aku sedikit tidak senang mengenai liburan itu sih sebenarnya . "
" Eh kenapa ? "
" Karena aku nggak bisa menemani kamu liburan, urusan dikantor banyak sekali .. nanti bagaimana kalau aku jadi merindukanmu . " bisik Helian ditelinga Liana , membuat Liana merona.
" Da, dasar.. ! " gugup .
" Kalau rindu temui saja aku ke negara F , bwleee :p " goda Liana bercanda , mana mungkin Huanyu meninggalkan urusan pekerjaan yang sangat penting demi dirinya ?
__ADS_1
" Baik , sesuai ucapanmu tuan putriku . " sembari tersenyum lebar .
Senyuman yang sangat sempurna membuat detak jantung Liana berdegup kencang . dag dig dug ....
Keesokan harinya, kediaman Lucas Anggara .
Nampak Lucas Anggara sedang bercermin membenarkan kancing bajunya , lalu menatap kaca dalam-dalam . Ia teringat mimpinya semalam , di mimpinya Shi Nian benar-benar mendatanginya , di dalam mimpi Shi Nian samar-samar berkata , " selamatkan anakmu ! jangan menjadi pria kejam atau aku akan sedih dan tidak tenang disini . "
Padahal itu hanya mimpi, namun seolah benar-benar nyata ia didatangi Shi Nian dengan pesan seperti itu ? Shi Nian nampak tidak bahagia di dalam mimpinya ! sejenak Lucas Anggara berfikir , apakah Shi Nian tidak menyukai tindakannya ? apa dia benar-benar harus melakukan seperti yang dikatakan Shi Nian dalam mimpi ?
Hatinya bimbang .
" Sial ! kenapa aku bisa goyah karena Shi Nian datang ke mimpiku ? " sambil menggebrak kaca meja . Asalkan itu Shi Nian yang bilang... meski dalam dunia nyata ataupun dalam mimpi sekalipun . Lucas Anggara pasti akan menuruti segala keinginannya .
Kemudian Lucas Anggara keluar dengan terburu-buru , dan berpapasanlah dengan Helian Moura .
" Apa saja jadwalku hari ini ? " tanya Lucas Anggara sembari berjalan terburu , begitupun juga helian langkah kakinya menyesuaikan tuannya .
" Hari ini jam 11 siang nanti ada pertemuan dengan sekretaris Gyelgom group . Dan jam 3 sore ada pertemuan dengan CEO dahyon group . Lalu....."
Lucas Anggara memotong pembicaraan Helian Moura tiba-tiba.
" Undur semua jadwalku hari ! siapkan pesawat pribadiku dalam kurun waktu 3 jam dimulai dari sekarang . Kita akan segera terbang ke negara F ! . "
" Hari ini juga ! "
Tanpa ekspresi Lucas Anggara mengatakannya dengan tegas ! entah ada angin apa Lucas Anggara tiba-tiba bersedia pergi ke negara F ? Helian sangat sangat senang mendengarnya ! ini benar-benar kabar baik !
" Ba, baik tuan, saya akan segera menyiapkannya untuk anda !! " jawab Helian bersemangat !
__ADS_1