BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Tak seorangpun


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Rambut panjang Liana kini mulai menutupi wajah menyedihkannya , terlihat Liana masih terduduk lemas di tempat yang sama semenjak Lucas Anggara baru saja pergi meninggalkannya. Air mata, amarah, kebencian, sakit hati , keputusasaan semua bercampur aduk menjadi satu dalam hati kecilnya.


Liana ingin sekali mengeluh pada takdir bahkan ingin sekali melawan takdir buruknya, akan tetapi takdir baik masih saja belum berpihak padanya.


Liana mulai menipiskan bibirnya, hatinya terasa membeku bagaikan kristal es , sedangkan air matanya tak ada henti-hentinya mengalir deras mewakili suasana hatinya . Hatinya begitu sakit ketika harapan kecilnya perlahan hancur meninggalkannya.


Liana bergumam pelan seorang diri, ia menipiskan bibirnya setipis mungkin , sedangkan tubuhnya menggigil gemetar.


“ Mengapa ? mengapa semua orang dan juga takdirku sedang mempermainkanku. Mengapa bagi mereka aku hanyalah sebuah lelucon tak berharga di mata mereka ? dosa apa yang sudah kuperbuat dimasalalu sehingga dikehidupan ini aku sangat menderita ! katakan, katakan padaku kenapa......... ” ucap Liana pelan sembari menangis . Kedua tangannya mulai mengepal erat-erat , goresan luka beserta darah yang ada ditangannya mengalir sendirinya tanpa rasa sakit sedikitpun baginya.


Begitu pula emosi dalam hatinya , membuat dirinya sulit sekali mengontrol air mata yang hendak jatuh dipipinya.


Disisi lain, ruangan kerja pribadi Lucas Anggara.


Masih dikediaman Lucas Anggara, terlihat jelas Lucas Anggara sedang duduk di kursi kerja miliknya sembari menyilangkan kedua kakinya, sedangkan tangan kanannya bersandar di sisi kursi untuk menyangga kepalanya.


Lucas Anggara mulai memijit kecil dahinya, kemudian ia menatap tajam kearah Helian Moura yang hendak melapor tepat didepannya. “ Katakan. ” tanya Lucas Anggara singkat memecahkan keheningan, sedangkan sorot matanya masih sama tajamnya ketika menatap Helian.


“ Tuan muda dokter yang anda minta sudah datang , sekarang beliau sudah menunggu anda diruang tamu , beliau menunggu anda memberikan instruksi untukknya setelah itu dia baru bisa masuk untuk melakukan aborsi pada nona. ” jawab Helian Moura dengan sopan, dalam hati kecilnya Helian sungguh sangat berharap Lucas Anggara bisa merubah keputusannya, merubah keputusannya agar tidak jadi melenyapkan darah dagingnya sendiri.


Namun percuma saja harapan tulusnya akan sia-sia, pria seperti Lucas Anggara sangat sulit untuk dikendalikan. Jika Lucas Anggara sudah menetapkan keinginannya maka hal selanjutnya pasti akan terjadi sesuai keinginanannya , tidak ada seorangpun yang bisa mengehentikannya.

__ADS_1


Tak seorangpun !


Tiba-tiba Lucas Anggara langsung berdiri dari duduknya.


“ Heliaan.... bawa dokter dan wanita itu keruangan terlarang milik kita, tempat dimana kita biasanya mengintrogasi kejahatan musuh kita. Aku akan menunggu kedatangan kalian disana, jangan buat aku menunggu terlalu lama atau kau tau sendiri akibatnya. ” ucap Lucas Anggara dingin, Lucas Anggara melangkahkan kakinya hendak pergi namun Helian langsung mencegahnya.


Helian berlari kecil menghampiri tuannya, mencoba meyakinkan tuannya sekali lagi. Meyakinkan sekali lagi apa benar Liana harus dibawa ketempat itu untuk melakukan aborsi , dimana tempat itu adalah salah satu tempat paling mengerikan di kediaman Lucas Anggara.


Siapapun yang keluar dari sana pasti tidak akan pernah keluar dengan kondisi selamat.


Helian semakin cemas dan khawatir , “ Tuan muda apa anda yakin ? orang yang sudah masuk ke dalam sana dia tidak akan bisa keluar hidup-hidup , bahkan jika dia mampu keluar maka dia tidak akan keluar dengan kondisi baik seperti sebelumnya ! ” ucap Helian cemas.


“ Tuan muda tolong fikirkan sekali lagi dengan fikiran dingin, apa anda yakin ingin mengaborsi anak kandung anda sendiri ? tempat itu sangat mengerikan, bagaimana mungkin anda membawa seorang wanita kesana untuk melihat tempat yang keji itu . ” tanya Helian menghentikan Lucas Anggara pergi, Helian berusaha membuat Lucas Anggara mengerti bahwa tindakannya sangatlah berlebihan.


Suasana menjadi hening sejenak.


Kejam, sangat kejam.


Seketika seluruh tubuh Helian bergemetar mendengar setiap perkataan tuannya, “ Tuan muda sampai kapan hatimu terus saja membeku seperti ini ? mengapa tak seorangpun mampu mengetuk hatimu. Tuan muda wanita itu sama sekali tidak bersalah , apakah perlu kamu menghancurkan seluruh kehidupannya yang tersisa. Aku berharap tuan muda bisa segera membebaskan wanita malang itu. Dia sudah banyak menderita . ”


“ Tuan muda maaf atas kelancangan saya , saya hanya tidak ingin tuan kembali kejalan yang salah . ” ucap Helian sembari berlutut tiba-tiba karena sudah begitu berani mengungkapkan seluruh isi hatinya pada tuannya. Jika Helian harus dihukum atas kelancangannya bicara Helian sudah siap untuk menerimanya akibatnya.


Namun Lucas Anggara hanya diam mendengarkan setiap perkataan Helian Moura, kemudian Lucas Anggara mulai memberikan jawaban ,


“ Helian kau sudah mengikutiku selama puluhan tahun, kau tumbuh besar bersama denganku , melewati kekejian dunia bersama-sama menghadapi dunia ini yang sangat kejam ! Kita harus tidak berperasaan agar kita bisa sampai titik ini, semua orang sudah melihat keberadaan kita dan menghormati kita. Baru saja aku bisa menikmati indahnya dunia, betapa indahnya memiliki cinta , tapi mengapa dia merenggutnya dariku ? ” ucap Lucas Anggara menyeringai tipis, entah apa yang sedang ia tertawakan saat ini.

__ADS_1


Tiba -tiba Lucas Anggara berteriak , “ Katakan padaku Helian kenapa ! baru saja aku berbaik hati mengapa mereka merenggut nyawa seorang wanita yang kucintai , katakan padaku Helian kenapa ! apa aku terlalu murah hati sehingga dia melupakan siapa aku ? ” raut wajah Lucas Anggara terlihat muram berusaha mengendalikan amarahnya.


“ Hatiku sangat sakit saat aku melihat jasadnya , dan pria tua itulah yang menyebabkannya, papa kandung wanita itu dia pantas mati . ” ucap Lucas Anggara sembari mengepalkan kedua tangannya.


“ Helian hatiku sudah mati rasa , dan semua penderitaan wanita itu memang sudah menjadi takdir hidupnya . Jika saja wanita itu bukanlah putrinya mungkin aku bisa saja mempertimbangkan nyawa kecil dalam perutnya. ” jawab Lucas Anggara dingin, raut wajahnya terlihat sangat muram.


“ Sekarang jangan banyak bertanya lagi, lakukan saja sesuai yang aku perintahkan , segera bawa wanita itu dan dokter itu keruangan terlarang milik kita , niatku sudah bulat ! yang tidak diharapkan seharusnya tidak hadir kedunia ini. ” saut Lucas Anggara dingin. Kemudian Lucas Anggara mengkibaskan jas hitam yang dikenakannya dan bergegas pergi meninggalkan Helian Moura ditempat.


“ Baik tuan muda saya mengerti . ” jawab Helian dingin tanpa ekspresi sembari tetap berlutut.


Lucas Anggara mulai membanting pintu ruangan kerjanya dengan sangat keras !


AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman❤️❤️ jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️


Tip ⭐

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️


__ADS_2