BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Kecemburuan pelayan yang terobsesi


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Masih di malam yang sama, Liana hanya terdiam menatapi langit-langit malam dari dekat jendela. Dalam hatinya ia mulai bertanya-tanya mengapa ia masih belum bisa berbicara ?


Seolah pita suaranya tertekan akan sesuatu.


Dengan tatapan sayu nya ia mulai bertanya-tanya dalam hati kecilnya. “ Oh tuhan, mengapa...? mengapa aku tidak bisa berbicara ? mengapa mulutku terasa berat bila aku berusaha mencoba mengatakan sesuatu ? ” tanya Liana sembari menatapi langit malam dengan tatapan kosong sekaligus ditemani kesunyian malam yang teramat dingin.


Lalu Liana tersenyum tipis , dalam hatinya ia mulai menertawai dirinya sendiri.


“ Huh Liana ! apa gunanya kamu bisa berbicara atau tidak sekarang ? toh semuanya akan sama saja . Tidak akan ada seorangpun yang mau mendengarkanmu berbicara . Begini juga lebih baik bukan ? ” ucapnya dalam hati sembari menyengir pahit.


Ia mulai menghela nafas panjangnya.


“ Lagi pula aku juga tidak ingin berbicara dengan siapapun disini....... apa gunanya bisa berbicara atau tidak ? Seluruh perkataanku hanyalah sia-sia saja disini . Semua hanya akan berjalan sesuai kehendak Lucas Anggara ! Diam lebih baik bukan.......? ” batinnya sembari memejamkan matanya sejenak, sedangkan salah satu tangannya menyentuh jendela yang ada di hadapannya itu.


Namun tiba-tiba rintik-rintik hujan mulai turun menghalangi pandangannya. Percikan air hujan itu dengan tipis membasahi wajahnya. Ditengah-tengah lamunannya...... tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu kamar Liana ! Dia tak lain adalah salah satu pembantu di kediaman Lucas Anggara.


“ Permisi nona , makan malam sudah siap mohon anda ikut saya turun ke lantai bawah untuk makan malam. ” ucap pelayan wanita dengan hormatnya, sembari menundukkan kepalanya.


Suasana menjadi sangat hening sesaat.


Tangan Liana perlahan mulai mengepal diam-diam. Dalam lubuk hati terdalam Liana sama sekali tidak ingin menyentuh ataupun menyantap makanan yang ada di kediaman Lucas Anggara !


Namun apalah daya ? Liana hanya bisa pasrah ! Ada kehidupan kecil di dalam perutnya ! begitulah fikirnya, tak ada yang lebih penting kecuali kehidupan kecil yang ada di perutnya saat ini.


Kemudian tanpa sepatah katapun Liana berjalan menghampiri pelayanan itu , menandakan ia bersedia untuk makan malam. Dengan cepat pelayan itu tersenyum ramah, ternyata itu tidak sesulit yang ia bayangkan untuk mengajak nona nya makan malam.


“ Baik nona mari pegang tangan saya, anda masih lemah saya takut anda terjatuh saat menuruni tangga nanti . Biarkan saya menuntun anda sampai ke ruang makan jika anda berkenan tentunya. ” ucap pelayan tersebut memberikan tawaran bantuan untuk Liana sembari tersenyum. Menunggu Liana menerima tawaran kecilnya itu.


Kemudian Liana mengulurkan tangannya, ia bersedia dituntun oleh pelayan wanita itu.


Perlahan demi perlahan langkah kakinya mulai menuruni satu persatu anak tangga. Tanpa alas kaki..... kakinya mulai terasa sangat dingin ketika ia menapaki satu persatu anak tangga.


Hingga beberapa saat kemudian sampailah dirinya di ruang makan.


Banyak sekali makanan yang telah disiapkan diatas meja . Padahal disana hanya ada dia seorang.

__ADS_1


“ Nona anda duduklah disini, mari duduk ! saya akan mengambilkan beberapa menu hidangan makan malam untuk anda . ” ucap pelayan wanita itu sembari menekan pundak Liana agar duduk ditempat duduknya.


“ Makanan sebanyak ini apakah hanya untuk aku seorang ? ” batin Liana heran sembari mengambil peralatan makan yang ada di hadapannya. Peralatan makan itu mulai ia genggam erat-erat.


Kemudian pelayan wanita itu mulai mengambilkan beberapa jenis makanan , dan ditaruhnya ke mangkuk makan milik Liana sembari berkata,


“ Tuan muda tadi bilang pada saya bahwa beliau akan tiba beberapa menit lagi , dia menyuruh saya agar anda bisa makan dahulu dan tidak perlu menunggunya. Mari nona makan yang banyak ! semua makanan ini sangat baik untuk tubuh anda ! ” ucap pelayan wanita itu sembari meletakan sayuran diatas mangkuk Liana.


“ Nona ini sudah selesai, silahkan anda memakannya , saya akan menunggu anda disamping anda sampai selesai. Kemudian saya akan mengantarkan anda kembali kekamar anda. ” ucapnya lagi sembari tersenyum ramah.


Namun ia tak mendapatkan jawaban sedikitpun dari Liana.


Sungguh suasana yang sangat canggung bukan ??


Kemudian Liana yang malang itu mulai menyantap makanannya , perlahan demi perlahan dengan tatapan kosongnya. Ia harus makan untuk bertahan hidup.


Tak lama setelah Liana makan, baru saja habis setengah tiba-tiba terdengar suara seseorang pria dari Luar berteriak !


“ Tuan muda telah tiba , pelayan ! siapkan handuk baru untuk tuan muda ! ” suara Helian memerintahkan pelayan dengan terburu-buru. Sedangkan Lucas Anggara hanya berdiam dengan ekspresi dinginnya tepat di samping Helian.


Belum ada beberapa menit seorang pelayan berlari kearah tuannya dengan membawa sebuah handuk baru untuk tuannya.


“ Baiklah kamu bisa pergi dan melanjukan pekerjaanmu ! ” ucap Helian saat ia baru saja menerima handuk lembut yang diberikan pelayan wanita barusan.


“ Tuan muda ini handuknya. ”


Tanpa perlu berbicara , Lucas Anggara hanya mengambil handuk itu dan mengeringkan wajahnya dari percikan kecil hujan.


“ Sebelah sini tuan muda , makan malam sudah siap dihidangkan. ” tiba-tiba seorang kepala pelayan datang mendekatinya , kepala pelayan itu memberitahu Lucas Anggara bahwa makan malam yang di mintanya sudah siap.


Helian dan Lucas Anggara pun segera berjalan menuju ruangan makan , namun langkah kaki Lucas Anggara mulai terhenti ketika ia melihat Liana sedang menunduk dan menghentikan makannya.


“ Tuan muda kenapa anda berhenti ? ” tanya Helian kaget saat ia melihat tuannya menghentikan langkah kakinya tiba-tiba.


“ Aku sudah kenyang setelah makan malam diluar ! ” celetuk Lucas Anggara tak bersahabat sembari menatapi Liana yang terdiam muram ketika melihat kehadirannya.


Dengan cepat Lucas Anggara berbalik badan , ia berjalan menapaki anak tangga dan kembali ke kamarnya setelah mengucapkan beberapa patah kata barusan. Sedangkan Helian yang sedari tadi bersama disisi tuannya mulai heran !


Apa yang tuannya katakan ?

__ADS_1


Kapan dia makan malam diluar ? Setelah rapat panjang ia langsung pulang kerumah , mana mungkin tuan muda sudah makan ! batin Helian begitu cepat , ia merasa tak melewatkan apapun karena sepanjang hari ia menemani tuannya rapat di perusahaan.


Kemudian Helian melihat kearah ruang makan . Baru saja ia menyadari ternyata Liana juga ada disana.


“ Jadi kerena ini..... ? ”


“ Mungkinkah tuan muda mengalah agar nona Liana bisa makan dengan tenang ? ini benar-benar sesuatu yang langkah ! ” batin Helian terkejut melihat perubahan tuannya.



Disisi lain,


tepat di ujung sana terlihat seorang pelayan wanita yang menyaksikan kejadian barusan.


“ Huh Liana bagaimana bisa tuan muda mulai melihatmu sekarang ! kau adalah wanita beruntung karena tuan muda Sudi melihatmu ! Sedangkan aku ????? aku adalah nona muda dari keluarga kaya ! aku rela bekerja menjadi pelayan disini hanya agar tuan muda Lucas bisa menatapku sekali saja ! ” batinnya penuh amarah sembari menatap Liana dengan tatapan penuh kebencian.


“ Tapi mengapa dia tidak pernah menatapku ! MENGAPA ! Apa yang kurang dariku, aku jauh lebih cantik, lebih kaya, jauh jauh lebih baik dibandingkan dirimu !!!! Sedangkan kau ???? kau hanyalah pion balas dendamnya ! tapi mengapa dia begitu peduli padamu sekarang ! mengapa kau tidak cepat mati saja ! ” batinnya merasa iri , tangannya mengepal erat saat melihat Lucas Anggara mulai begitu perhatian dengan wanita tawanannya.


Sudah 3 bulan lamanya dia bekerja sebagai pelayan di kediaman Lucas Anggara , akan tetapi ia tidak pernah di tatap oleh Lucas Anggara.


Walau hanya sekali saja.


Tidak pernah !


>>>>> To be continue <<<<<


AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️


Tip ⭐

__ADS_1


__ADS_2