
BOS MILYADER : Balas dendam
Beberapa jam kemudian, Helian telah tiba di kediaman Lucas Anggara , terlihat ia membawa sebuah kotak ditangannya berjalan menuju kamar pribadi tuannya. Ketika Helian sudah sampai di depan pintu kamar Lucas Anggara .... Helian langsung mengetuk pintu kamar tuannya.
Tok!tok!tok!
" Tuan, apakah anda ada didalam ? " tanya Helian memastikan.
" Masuk saja, pintunya tidak dikunci. " Sahut Lucas Anggara dingin dari dalam kamarnya.
" Baik tuan... " Setelah diberi izin Helian membuka pintu kamar tuannya secara perlahan.
Krieeettt.... ( Suara pintu terbuka pelan. ) Ketika Helian masuk ia hanya diam saja , menunggu tuannya yang memulai percakapan terlebih dahulu , mengapa begitu ? karena sepertinya suasana hati Lucas Anggara tidak cukup bagus hari ini .
Suasana menjadi hening sesaat. Lucas Anggara sedang berada di depan foto mendiang kekasihnya, terlihat tangan kanannya menyentuh foto wanita itu, lalu perlahan tangan itu turun dan berubah mengepal ! raut wajahnya seperti tidak benar , seperti sedang menyembunyikan amarahnya.
Lucas Anggara berbalik badan, lalu ia membuka percakapan untuk pertama kali , " Bagaimana.... ? apa sudah dapatkan yang kuminta Helian.....? " tanya Lucas Anggara dingin , sedangkan tangan yang tadinya mengepal erat sudah tidak lagi mengepal.
" Sudah tuan muda , saya sudah dapatkan beberapa kantung darah yang tuan muda minta . " jawab Helian sembari menunduk, tutur katanya pun juga sangat sopan di dengar.
" Baguslah kalau kamu sudah mendapatkannya . " sahut Lucas Anggara dingin, kemudian Lucas Anggara berjalan menuju sofa. Setelah Lucas Anggara duduk..... tak lama kemudian Helian bertanya .
" Tuan , ini ditaruh dimana ? " tanya Helian sembari menunjukkan kotak yang dibawanya. Mendengar itu.... Lucas Anggara langsung melirik Helian dengan tajam.
" Kenapa kamu bertanya padaku Helian ? tentu saja berikan stok darah itu pada dokter yang menangani wanita itu, setengah jam lagi operasi caesar nya akan segera dimulai... hal kecil seperti ini mengapa kamu tanyakan , sudah tidak ingin bekerja denganku lagi ? " Lucas Anggara menjawab dengan nada tak bersahabat , sembari melihat jam yang ada di dinding kamarnya. Setelah itu ia sibuk dengan dokumen-dokumen yang ada dihadapannya.
Jawaban dan reaksi itu jelas sekali bahwa Lucas Anggara tidak akan pergi ke ruangan Liana untuk menemani wanita itu melahirkan anaknya, sikap acuh tak acuhnya benar-benar tidak bisa digoyahkan ! pria ini benar-benar tidak ingin melihat buah hatinya lahir kedunia kah ? sayang sekali.... jangan sampai Lucas Anggara menyesali moment ini di kemudian hari !
" Baiklah tuan , kalau begitu saya pamit permisi dahulu, saya akan serahkan stok darah ini pada mereka. "
Setelah berpamitan.... Helian keluar dari kamar pribadi Lucas Anggara.
Tak lama setelah Helian keluar , rasa sakit hati yang sejak tadi di pendam oleh Lucas Anggara akhirnya terluap juga .
__ADS_1
Kltakkk !!! ( suara bulpoin yang patah ).
Benar sekali.... Lucas Anggara lah yang mematahkannya. Dia sangat membenci hari ini ! karena baginya , ia sudah mengkhianati Shi Nian kekasihnya , bagi Lucas Anggara keputusannya membiarkan bayi milik Liana lahir ke dunia adalah hal yang SALAH.
Lucas Anggara mengatupkan kedua tangannya sembari bergumam pelan , " Shi Nian.... maafkan aku......... "
" Hari ini aku akan memiliki anak yang terlahir dari musuhmu ! anak dari putri Daniel bajingan yang melecehkanmu sampai kamu mati bunuh diri ! harusnya aku tidak boleh melakukan kesalahan sampai sini . Aku hanya ingin menyiksa dia , menyiksa putrinya seperti Daniel menyiksamu sebelum kamu akhirnya mati. Shi Nian ..... maafkan aku. " Lucas Anggara berbicara pada dirinya sendiri, berulangkali mengeluh akan penyesalannya.
Kemudian Lucas Anggara membuang semua benda yang ada di atas meja!
BRUAKKK !!!
" Aku benci hari ini....aku benci Hari ini ! " teriak Lucas Anggara dengan nada sedikit menekan ! matanya memerah menahan amarah. Ruangan Lucas Anggara kedap suara , jadi walaupun dia berteriak sekeras apapun tidak akan ada seorangpun yang mendengarnya. Jadi Lucas Anggara bebas meluapkan emosinya.
Setelah membuang semua benda yang ada di meja , Lucas Anggara terdiam sejenak , tangannya mulai mengepal kesal .
" Anak wanita itu seharusnya tidak lahir ke dunia ini , tapi aku tidak tau.... (?) mengapa perkataan wanita itu membuatku berubah fikiran, sehingga membuatku merubah keputusan untuk tidak melenyapkan nyawa kecil itu ! Menyesal sekarang sudah terlambat, aku Lucas Anggara juga tidak akan pernah mengingkari janji yang sudah aku keluarkan dari mulutku ! "
ARRGGHHHHHHH !!!! ( teriak Lucas Anggara sekeras-kerasnya. ) " Maafkan aku Shi Nian. Maaf ! " Lucas Anggara pasrah, kemudian menyandarkan tubuhnya.
" Tuan Helian..... " sapa dokter Lea setelah membukakan pintu untuk Helian Moura.
" Dokter Lea ini ada beberapa kantung darah untuk nona Liana. Saya serahkan pada anda . Semoga operasinya berjalan dengan lancar . " ucap Helian sembari tersenyum, menyerahkan kotak itu pada dokter Lea.
" Syukurlah stok darah pasien sudah didapatkan, jadi... operasi persalinan bisa segera dimulai. Terimakasih tuan Helian ! " jawab dokter Lea lega , akhirnya stok darah selangkah itu berhasil di dapatkan dengan mudah atas bantuan Lucas Anggara .
" Ya , kalau begitu saya harus segera keluar. Ada beberapa hal yang harus saya urus lagi . Permisi dokter Lea . " pamit Helian sopan, kemudian meninggalkan ruangan perawatan Liana.
Setelah Helian keluar , dokter Lea berlari kecil menuju senior dan rekannya , dokter Jou . Ia menyampaikan kabar bagus .
" Senior, dokter Jou ... stok darah sudah berhasil di dapatkan , sekarang operasi persalinan sudah bisa segera di mulai kan ? " dokter Lea bahagia , karena masalah stok darah sudah terselesaikan.
" Sudah bisa dimulai , kalau begitu ganti pakaian kita dengan pakaian steril terlebih dahulu sebelum melakukan operasi ! "
" Siap senior ! " jawab dokter Lea dan dokter Jou serentak. Kemudian mereka bertiga mengganti pakaian mereka dengan pakaian steril sebelum memulai operasi persalinannya .
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, semua sudah selesai berganti, operasi pun segera di langsungkan.
Kali ini para dokter akan melakukan operasi persalinan yang sangat langkah, dimana mereka tidak perlu membius pasiennya. Apanya yang dibius ? Liana saja sudah mati rasa diseluruh tubuhnya hampir setengah tahun lebih . Operasi persalinan kali ini adalah operasi tersulit yang pernah mereka lakukan selama hidup mereka , sebab , ibu dan bayi mampu bertahan hidup selama ini hanya karena jalan obat-obatan .
Para dokter masih tidak bisa menebak, resiko apa yang akan mereka terima saat mereka memutuskan harus melahirkan bayi kecil itu kedunia ? efek samping dari silince mungkin akan berdampak buruk pada bayinya, namun pastinya mereka juga belum tau efek samping dari penggunaan suplemen itu . Saat ini mereka hanya fokus pada tugas mereka YAITU.... melahirkan bayi itu dengan selamat !
" Nyalakan penerangnya ! " perintah senior , kali ini senior yang memimpin jalannya operasi persalinan Liana dan bayinya.
" Baik ! " sahut dokter Jou langsung menyalakan penerang sesuai perintah seniornya.
Setelah lampu menyala dengan terang , profesor Yuluo mulai mensterilkan bagian perut Liana terlbih dahulu , guna mencegah bakteri masuk selama persalinan berlangsung. Setelah selesai mensterilkan Liana , profesor Yuluo memasangkan beberapa alat bantu nafas untuk Liana guna berjaga-jaga , dan beberapa alat lainnya sesuai kondisi Liana saat ini.
Pembedahan pun dimulai.
" Dokter Lea, ambilkan pisau bedah ! "
" Ini senior ! " Dokter Lea menyerahkan apa yang diminta dengan cepat.
Sayatan demi sayatan mulai dilakukan sampai menembus ke rahimnya secara hati-hati agar tidak terjadi pendarahan yang berakibat fatal , kemudian selaput ketuban pun di pecahkan ! profesor Yuluo mulai mengangkat bayinya keluar dari rahim Liana. Setelah bayi terangkat keluar ... profesor Yuluo mengambil plasentanya.
Bayi mungil nan kecil dan masih terbaluri darah di sekujur tubuhnya itu kini telah terlahir kedunia . Profesor Yuluo langsung menyerahkan bayi kecil itu pada dokter Lea untuk diurus , sedangkan dokter Jou dan dirinya melanjutkan penjahitan terkahir untuk sang ibu.
Disisi Lain, dokter Lea mulai membersihkan darah yang ada di sekujur tubuh bayi mungil itu . Suara tangisan bayi Liana membuat dokter Lea terharu.... " Bayi perempuan yang sangat cantik ! " dokter Lea memandikannya sembari tersenyum haru, setelah proses panjang mempertahankan bayi yang seharusnya tidak bisa bertahan lebih lama , namun takdir berkata lain ! bayi ini memang harus melihat dunia .
Dia hidup, walaupun kelahirannya sebagai bayi prematur.
" Semoga kelak nasibmu jauh lebih bahagia dari ibumu.... " dokter Lea membawa bayi itu keruangan intensif setelah selesai membersihkannya, Dokter Lea tau bahwa setelah ini bayi ini akan di pindahkan keluar negri untuk diasingkan cepat atau lambat.
" Semoga garis takdir akan jauh lebih baik untukmu nak ! " dokter Lea menagis setelah meletakkan bayi itu pada inkubator yang telah disediakan. Pasalnya dokter Lea juga seorang ibu.
" Bagaimana bisa seorang ayah menjauhkan anak dari ibu kandungnya ? mengapa dia begitu tega ? apakah bayi ini di takdirkan menjadi nona muda yang terbuang kelak ? Apakah garis takdir nya tidak bisa dirubah ? " Air mata jatuh membasahi pipi dokter Lea saat memandangi bayi nona Liana , begitu kecil, mungil dan cantik seperti ibunya .
>>>> TO BE CONTINUE <<<<
Hallo pembaca setia bos milyarder balas dendam mana nih suaranya😁 terimakasih sudah membaca , ada beberapa pengumuman ya... mohon maaf ILUSTRASI kali ini tidak ada , dikarenakan semua ilustrasi tokoh ada di ponsel author yang dalam kondisi PERBAIKAN :) jadi tidak bisa meng-upload untuk saat ini, jika sudah selesai dalam masa perbaikan nanti akan direvisi dan dikasih ilustrasi ya. Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan votenya ya teman-teman, dukungan kalian sangat berharga buat Author . Terimakasih banyak untuk partisipasinyaa ❤️❤️
__ADS_1