
BOS MILYADER : BALAS DENDAM
Beberapa menit kemudian sampailah mereka berdua di taman belakang . Taman itu sangat luas , disana juga terdapat berbagai jenis tanaman mahal yang bernilai fantastis ! udara juga sangat sejuk cocok sekali untuk proses penyembuhan Liana. Kemudian bola mata Liana mulai bergerak ke kanan dan ke kiri , ia nampak memandangi sekitarnya secara perlahan , tangan kanannya juga sudah mulai aktif bergerak sekarang . Melihat Liana mulai banyak menggerakkan anggota tubuhnya dokter Lea sangat senang !
" Nona , Syukurlah anda sudah mulai aktif menggerakkan beberapa anggota tubuh anda sekarang , saya yakin sebentar lagi nona pasti akan lekas sembuh ! " Dokter Lea kemudian duduk berlutut di depan Liana sembari tersenyum . Mengatakan hal bagus untuk menyemangatinya tanpa mengenal lelah .
Kemudian dokter Lea melirik kearah bibir, sepertinya ada pergerakan disana . " Nona apa anda ingin mengatakan sesuatu ? " Liana sedikit demi sedikit berusaha membuka mulutnya , akan tetapi dia tidak dapat mengeluarkan suara apapun .
" Nona apa anda perlu bantuan ? tarik nafas dulu nona.... lalu hempaskan perlahan... fiuuuuuuuhhhhh....haaaah... lakukan seperti yang saya ajarkan ini nona." sambil memperagakan , kemudian perkataan dokter Lea cepat ditirukan olehnya , sepertinya otak yang tadinya kosong kini perlahan mulai kembali bekerja sedikit demi sedikit. Sungguh mengejutkan ! setelah sekian lama menunggu akhirnya sepatah kata demi kata mulai terlontar dari bibir mungilnya. Hal pertama yang terucap dari bibir mungilnya ternyata belenggu kebingungan tentang siapa dirinya (?)
" Dimana ini ? "
" Sebenarnya.... " ( nada bicara gemetar)
" Aku ini.. siapa ? " ( nada bicara gemetar ) sambil menunjukkan raut wajah bingung dan ketakutan . Disaat dirinya mencoba mengingat memori yang hilang , kepalanya tiba-tiba merasakan pusing yang sangat amat dahsyat sakitnya.
" Akhhh ! " memegangi kepalanya sembari memejamkan mata menahan rasa sakit seperti benda tajam menusuk isi kepalanya.
Dokter Lea tercengang, dan khawatir .
" No, nona .... Anda jangan terlalu memikirkan hal itu , anda baru saja sembuh , jika anda memaksa maka akan terjadi hal fatal. Nona ... sebaiknya kita kembali kedalam dan memberitahu dokter Yuluo untuk memeriksa keadaan anda . " dokter Lea cemas lalu mendorong kursi roda Liana kembali ke ruangan perawatan .
Liana menganggukan kepala , dia sudah bisa bicara sedikit demi sedikit . Namun saat dia sudah bisa bicara ternyata dia melupakan segalanya , termasuk siapa dirinya . Disaat seperti ini Liana mulai bertanya-tanya pada hatinya . Siapa aku ? apakah aku adalah orang penting ? rumah mewah , dokter hebat disekelilingku ketika aku membuka mata , pelayan yang banyak , semua ini pasti bukan orang biasa yang mempunyainya kan ? dalam perjalanan otaknya tidak bisa berhenti berfikir membuatnya jatuh pingsan.
" Nona ! Nona ! " menepuk pipi Liana pelan .
" Gawat nona Liana pingsan. Bersabarlah nona kita akan segera sampai ! jangan sampai terjadi apa-apa lagi dengan anda ! " semakin bergegas kembali keruang perawatan.
__ADS_1
Sesampainya di ruang perawatan. Ia memapah Liana naik keranjangnya. Disaat Liana belum sadarkan diri ia bergegas mencari dokter Yuluo , seseorang yang lebih ahli darinya menangani kondisi Liana . Dan beberapa saat kemudian Dokter Yuluo datang bersamaan dengan dokter Lea. Keadaan sangat darurat ! Liana adalah pasien terpenting yang tidak bisa disepelekan oleh mereka. Apabila terjadi sesuatu dengan Liana hidup mereka adalah taruhannya.
" Dokter Lea siapkan peralatan yang aku ucapkan . " Memegang sebuah suntikan ditangannya .
" Baik ! "
Mereka berdua berusaha semaksimal mungkin dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa.
Disisi Lain Dokter Jou menyampaikan kondisi Liana pada tuannya , Lucas Anggara.
Ruangan kerja pribadi Lucas Anggara.
" Masuk ! " Nada bicara yang amat dingin ini rupanya masih sama saja. Sekali dengar bisa membuat orang ketakutan .
Nampak Lucas Anggara duduk dihadapan begitu banyak berkas-berkas penting di hadapannya . Selama beberapa hari ini dirinya memang sangat menyibukkan diri , ditambah lagi suasana hatinya selalu saja buruk , tidak ada bagusnya !
" Jika tidak penting lebih baik kamu keluar ! " tangannya tidak berhenti menandatangani dokumen . Kemudian dokter Jou langsung mengatakan intinya .
" Itu, tuan Lucas ... dokter Lea menyuruh saya menyampaikan pada anda mengenai nona Liana . Dua hal berita baik dan buruk untuk dikatakan pada anda . Tuan ingin saya mengatakan yang mana terlebih dahulu ? " sekali lagi dia sangat-sangat gugup. Sekali saja salah biacara entah hukuman seperti apa yang akan dia terima !
Mendengar berita wanita itu Lucas Anggara berhenti melakukan pekerjaannya, sepertinya dia tertarik untuk mendengarkan berita mengenai wanita tawanannya ini. Lucas Anggara mulai duduk dengan serius menatap dokter Jou dari meja kerjanya.
" Katakan berita yang baik dulu . " sambil mengatupkan tangannya erat-erat. Sorot matanya tertuju pada dokter Jou. Melihat sorot mata itu dokter Jou hanya bisa meneguk ludah.
" Baik tuan Anggara, kabar baiknya adalah... nona Liana sudah mulai ada peningkatan, tadi setelah diajak jalan-jalan sebentar oleh dokter Lea nona Liana sudah mulai aktif menggerakkan anggota tubuhnya sedikit demi sedikit. Dan kabar paling baiknya adalah nona Liana sudah bisa bicara , beliau tadi mengatakan beberapa kata pada dokter Lea . "
" Oh , apa saja yang wanita itu katakan ? "
" Dokter Lea bilang nona Liana bertanya siapa dirinya dan sedang berada dimana dirinya . Sepertinya ini akibat dari obat yang telah disuntikan padanya, bukankah ini adalah hasil yang anda inginkan tuan ? " ucapnya , kemudian berhenti sejenak.
__ADS_1
Lucas Anggara nampak puas dan lega , inilah akhir yang diinginkannya . Balas dendam kekasihnya sudah cukup berakhir disini saja , Daniel Hadinata sudah cacat, jatuh miskin , mental putrinya juga sudah hancur , tidak hanya itu ... semua yang paling berharga dalam hidup putrinya juga berhasil dia renggut. Meskipun ia merasa dendam nyawa harus dibayar dengan nyawa , wanita satu ini sangat hebat telah mendapatkan pengecualian dari dirinya . Padahal , semua mangsa tidak akan pernah Lucas Anggara lepaskan bila sudah memasuki areanya !
" Aku terlalu murah hati bukan ? " sembari mengangkat sudut bibirnya sedikit , bahagia tujuannya tercapai . Shinian pasti lega karena dirinya sudah membalaskan dendamnya . batinnya.
" Lalu katakan, apa berita buruknya ? "
" Berita buruknya... nona Liana jatuh pingsan setelah berhasil berbicara , dan sekarang beliau masih dalam perawatan dokter Yuluo . Kondisi baik buruknya masih belum bisa dipastikan . "
Nampak Lucas Anggara sangat santai mendengar kabar buruknya. Selagi wanita itu sudah kehilangan ingatannya untuk keadaan dia selanjutnya , baik ataupun buruk... itu sudah bukan urusannya . Sesuai janjinya dia akan tepati, apabila Liana sudah melahirkan anaknya dan berhasil menghilangkan ingatannya . Maka .... dihari itu juga dia akan membiarkan Liana bebas.
Hidupnya selanjutnya ... tidak ada hubungannya dengan dirinya lagi ! Semua sudah selesai, penderitaan tiada tara yang diberikan oleh Lucas Anggara untuknya sudah BERAKHIR !
" Sudah selesai bicaranya ? "
" Su, sudah tuan ... "
" Keluar ! "
" Ba baik , tuan ! " bergegas pergi meninggalkan ruangan Lucas Anggara.
Setelah dokter Jou keluar , Lucas Anggara mulai menghubungi Helian Moura . Begitu panggilan tersambung Lucas Anggara segera memberi perintah.
" Belikan satu rumah untuk anaknya Daniel ! besok atur dia meninggalkan kediamanku . "
Jangan lupa like , komen dan favorit ya teman-teman tercinta. Semoga sehat selalu dan berbahagia, happy new year 2022🐰♥️
Ig : queenreen_14
__ADS_1