BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Tak sadarkan diri


__ADS_3

BOS MILYADER: Balas Dendam



Detik demi detik, menit demi menit telah berlalu , belum ada seorangpun yang datang mengunjungi tempat istirahat Liana sampai saat ini. Liana yang kesakitan itu masih saja meringkukkan tubuhnya sembari memegangi kepalanya yang teramat dahsyat sakitnya.


Ia tidak bisa berbicara ! Ia juga tidak bisa meminta pertolongan ! kondisi seperti ini tentu saja akan semakin menyiksanya perlahan-lahan bukan ?


“ Kau adalah anak pembawa sial Liana, anak perempuan tidak ditakdirkan untuk meneruskan bisnis keluarga ! ” Bayangan samar Daniel Hadinata.


“ Salahkan saja pada takdirmu yang begitu sial karena memiliki ayah pembunuh ! ” Bayangan samar Lucas Anggara.


“ Kenapa kau tidak mati saja ! ” Bayangan samar seorang wanita.


Begitulah potongan bayang-bayang samar masalalu Liana yang tak ada habis-habisnya menghantui dirinya. Semakin banyak memori buruk....... maka akan semakin cepat mengkikis habis kesadaran yang Liana miliki saat ini.


Kini matanya mulai terpejam, bibirnya menipis menahan rasa sakit, hatinya pun sedang berteriak meminta pertolongan! akan tetapi semuanya mustahil , tidak akan ada yang mendengar suara hatinya.


” Kepalaku semakin sakit , semuanya menjadi gelap , gelap, sakit sekali..... ! tolong! ” batin Liana bergemetar, tubuhnya semakin lemas , keringat dinginnya pun semakin banyak bercucuran! sedangkan kesadarannya perlahan-lahan mulai terkikis habis.


Namun di akhir ketidakberdayaannya itu Liana melihat gagang pintu kamarnya mulai bergerak-gerak , seperti ada seseorang yang mencoba membuka pintu kamarnya. Namun sayang sekali ! tubuhnya sudah tidak bertenaga lagi , otaknya sudah tidak bisa menahan begitu banyaknya halusinasi buruk di dalamnya.


Liana pun pada akhirnya jatuh pingsan!


Tak lama kemudian setelah Liana jatuh pingsan, dokter yang sudah waktunya memeriksa keadaan Liana di jam malam mulai membuka pintu ruangan kamar Liana berada saat ini. Dengan ramahnya dokter itu berkata,

__ADS_1


“ Nona saya datang kembali untuk memeriksa kondisi kesehatan anda. Sebentar lagi Anda pasti akan lekas pulih ! ” ucap dokter Lea sembari menutup pintu ruangan Liana , namun tak ada reaksi maupun respon dari Liana ! Dokter Lea hanya melihat Liana yang meringkukkan tubuhnya , jika dilihat dari kejauhan maka Liana terlihat seperti gadis yang sedang tertidur dan kedinginan.


Perlahan demi perlahan dokter Lea berjalan semakin dekat kearah Liana. Ia melihat tubuh Liana berkeringat banyak, namun matanya terpejam.


Kemudian digoyang-goyangkan pelan tubuh Liana !


Dari situlah dokter Lea seperti merasa ada yang salah pada diri Liana ! Dokter Lea pun bergegas memeriksa denyut nadi Liana sesegera mungkin.


Yang benar saja , denyut nadinya melemah!


Setelah memeriksa kondisi tubuh Liana yang tidak stabil itu dokter Lea bergegas memanggil rekan kerjanya dengan terburu.


Namun ditengah jalannya ia tak sengaja menabrak tubuh Lucas Anggara.


- Suara dokter Lea berteriak kesakitan secara spontan -


“ Apa kamu buta ? ” tanya Lucas Anggara dengan nada berat , terlihat jelas wajahnya sedang menahan emosi.


“ Ah! maafkan saya tuan muda, saya tidak sengaja , tolong maafkan saya ! saya sedang terburu-buru dan tidak memperhatikan jalan saya ! ini kondisi darurat tuan muda , nona.... Nona dalam keadaan yang berbahaya ! mohon anda bisa memaafkan saya untuk situasi yang seperti ini. ” ucap dokter Lea sembari membungkukan badannya memohon maaf pada Lucas Anggara, dokter Lea sangat ketakutan, dalam hati ia berharap agar Lucas Anggara tidak murka !


“ Apa katamu ? ada apa lagi dengannya ! Bukankah kau bilang dia sudah jauh lebih baik sebelumnya ! ” tanya Lucas Anggara begitu cepat melupakan masalah dokter Lea yang menabrak dirinya.


Raut wajah Lucas Anggara terlihat sangat kaget, sedangkan sorot matanya melirik tajam dokter wanita yang ada dihadapannya itu.


“ Se, sebelumnya nona sudah baik-baik saja . Ta, tapi saya tidak mengerti mengapa saat saya kembali ke kamarnya barusan nona Liana sudah tidak sadarkan diri tuan muda ! ” jawab dokter Lea terbata-bata, ia benar-benar ketakutan setengah mati.

__ADS_1


“ Tsk ! Bodoh sekali ! bagaimana kau bisa salah periksa kondisi pasienmu ! ”


“ Apapun caranya kau harus bisa menyelamatkan dia ! bukankah kau adalah dokter terbaik di negara ini ! jangan sampai kau membuatku kecewa! Atau kau akan tau sendiri akibatnya jika aku merasa tidak puas dengan kinerjamu ! ” ucap Lucas Anggara penuh ancaman.


Mendengar ancaman yang terlontar dari mulut Lucas Anggara dokter Lea semakin bergemetar, hampir saja kedua kakinya tak sanggung berdiri tegak disana. Dengan sekuat tenaga dokter Lea pun menjawab ucapan Lucas Anggara.


“ Sa, saya pasti akan melakukan yang terbaik tuan muda . Saya permisi dulu, saya harus memanggil rekan saya untuk membantu hal ini, jika terlalu lama saya takut kondisi nona Liana akan semakin buruk ! ” ucap dokter Lea terbata-bata, kemudian berlari mencari rekannya.


Lari , lari , lari sekencang-kencangnya.


“ Nona Liana semoga kau baik-baik saja ! aku masih ingin hidup lebih lama ! ” batin dokter Lea sembari berlari mencari rekannya di ruangan mereka.



AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️

__ADS_1


Tip ⭐


__ADS_2