
BOS MILYADER : Balas dendam
Setelah permintaannya disetujui oleh Lucas Anggara dokter Lea bergegas menuju ruang pasien , tempat dimana Liana dirawat . Dalam perjalanannya menuju ruangan Liana dokter Lea mulai membatinkan suatu hal mengenai Lucas Anggara.
" Apa aku sudah salah dengar ? tadi tuan Lucas begitu cepat menyetujui permintaanku untuk membawa nona Liana keluar dari ruang perawatan ? Tidak menyangka...... beliau begitu cepat menyetujuinya , walaupun ada satu permintaan darinya, yaitu jangan sampai saat aku membawa nona Liana keluar nanti..... jangan sampai kami berdua berpapasan dengan tuan Lucas Anggara ! " Dengan raut wajah ragu dokter Lea berfikir sembari berjalan.
Kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Tapi ini juga memang demi penyembuhan nona Liana jadi tidak heran kalau tuan Lucas Anggara langsung menyetujuinya! "
" Apa yang sudah aku fikirkan ini ? mungkinkah aku sudah terbiasa melihat nona Liana yang selalu terkurung di dalam kediaman ini, bagaikan hewan peliharaan yang dijerat erat lehernya oleh sang majikan sampai sang peliharaan tidak punya peluang untuk terlepas ? Itu sebabnya aku jadi sedikit terkejut saat SANG TUAN melepaskannya sekali saja ? " fikirnya.
Tak lama kemudian sampailah dokter Lea tepat di depan pintu ruang perawatan Liana. Ia pun membuka pintu ruangan itu secara perlahan .
( Suara pintu terbuka pelan, hingga terdengar lirih bunyi gagang pintu yang di pegangnya .) Saat pintu sudah terbuka, dokter Lea melihat Profesor Yuluo sepertinya baru saja selesai memeriksa.
" Bagaimana? apa sudah mendapatkan izin darinya? " tanya Profesor Yuluo, baru saja ia selesai memeriksa kondisi Liana untuk pagi hari ini dan hasilnya cukup baik dari sebelumnya, ada peningkatan ! mungkin beberapa hari kedepan / beberapa minggu kedepan syaraf yang membuat Liana tidak bisa berbicara bisa berfungsi dengan normal kembali . Dengan begitu sudah siap dilihat hasil maximalnya , Jika obat penghilang ingatan itu sudah bereaksi maka Liana dan mereka bertiga sudah bisa meninggalkan kediaman Lucas Anggara yang hampir mengurung mereka semua selama 1 tahun lebih lamanya.
" Sudah senior , saya sudah mendapatkan izin beliau untuk mengajak nona liana keluar dari ruangan ini. " jawab dokter Lea sembari tersenyum.
" Oh, baguslah kalau beliau sudah memberi izin untuk itu! "
__ADS_1
" Apakah senior sudah selesai memeriksa nona Liana ? " tanyanya memastikan.
" Sudah, kamu sudah boleh membawanya pergi keluar dari ruangan yang berbau obat obatan ini. Ruangan ini tidak cukup bagus untuk proses pemulihan pasien kita . Suasana terbuka akan lebih baik untuk kondisinya saat ini karena bisa merilekskan suasana fikiran dan hatinya. " jelas Profesor yuluo.
" Apa yang anda katakan memang benar sekali senior..... kalau begitu saya ambilkan kursi roda dulu untuk mengajak nona Liana berkeliling sekitar menghirup udara segar. "
" Ya, ambilkan dulu kursi rodanya . "
" Baik senior! "
Beberapa menit kemudian,
dokter lea menghampiri ranjang Liana sembari mendorong kursi roda, lalu ia duduk tepat di sampingnya. Ia pun mulai memanggil Liana yang sedang terduduk dengan tatapan kosong.
Dokter lea tidak menyerah, lalu ia mengelus telapak tangan Liana dan berkata.
" Nona Liana... hari ini saya akan mengajak anda keluar dari ruangan ini untuk mencari udara segar, apa anda bersedia ikut denganku? " tanya dokter Lea penuh kelembutan dan kesabaran.
Setelah beberapa detik hanya terdiam akhirnya Liana mulai menunjukkan reaksi, seperti menganggukkan kepalanya! Melihat hal itu dokter Lea sekaligus profesor yuluo begitu terkejut dan gembira. Untuk pertama kalinya nona Liana akhirnya sedikit demi sedikit mulai ada perubahan yang bagus.
" Terimakasih nona Liana ! terimakasih anda telah bersedia mengikuti ajakan saya. Saya benar-benar gembira. " ucapnya dengan nada mengharukan, benar-benar bahagia bukan kepalang.
" Nona saya akan memapah anda duduk di kursi roda yang telah saya bawakan. Mari nona.... "
Liana mulai melangkahkan kaki turun ranjang, dengan bantuan kedua dokter hebat itu kini Liana telah duduk di kursi rodanya.
__ADS_1
" Sudah selesai, mari kita mulai jalan-jalannya nona.... " suasana hati dokter Lea hari ini benar-benar sangat bagus, sedangkan Liana masih duduk di kursi roda tanpa mengeluarkan ekspresi sedikit pun.
Ditengah perjalanan dokter Lea mulai berkata,
" Nona Liana.... "
- Hening -
Dokter Lea tidak bisa menahan perasaannya lagi, akhirnya perkataan itu segera ia luapkan walaupun dia tau mau seribu atau ratusan ribu kata yang dia katakan saat ini tidak akan pernah mendapat balasan jawab dari wanita yang ada di hadapannya itu.
" Nona Liana, saya sangat senang anda bisa kembali terbagun dari tidur lama anda...... saya sungguh bahagia sekali rasanya sampai ingin menangis! Kali ini saya sangat berharap kepada tuhann agar mengabulkan keinginanku satu ini , semoga anda lekas diberikan kesembuhan dan umur yang panjang. " ucapnya sembari mendorong kursi roda Liana menuju ke arah taman kediaman Lucas Anggara .
Lalu ia berkata lagi,
" Nona Liana....... Saya percaya bahwa orang baik pasti akan memiliki takdir yang baik juga. Bagi saya anda adalah wanita yang baik, pasti anda juga akan memiliki takdir yang baik juga di dalam hidup anda. " dengan mata berbinar ia menunjukan isi hatinya.
Lalu ia berhenti berbicara, dia hendak berkata lebih akan tetapi dia takut ucapannya terdengar seseorang lalu dilaporkan pada lucas Anggara! Dokter Lea tidak ingin menambahkan masalah, pada akhirnya hanya bisa menyimpannya dalam hati.
Sebenarnya hal yang ingin dikatakan dokter Lea pada Liana adalah .....
\>\>\>\>**To be continue**<<<<
__ADS_1