BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Sudah datang


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Lucas Anggara baru saja keluar dari ruangan Liana. Terlihat Lucas Anggara sedang mematung di depan pintu ruangan Liana , tak lama kemudian datanglah Helian menghampiri tuannya sembari berkata,


" Tuan, mengapa anda berdiri terus disini sedari tadi saya amati ? anda sudah tidak tidur selama dua hari berturut-turut karena memikirkan pekerjaan dan perawatan nona Liana , tolong tuan istirahatlah sejenak , tuan jangan seperti ini setiap harinya , mohon jaga kesehatan anda tuan ! Anda bisa sakit jika terus menerus seperti ini. " ucap Helian Moura menasehati tuannya dengan raut wajah cemasnya.


" Helian , sejak kapan kamu mulai berani mengatur-atur ku ? " Lucas Anggara bertanya dan mengernyit kesal , dua jarinya pun mulai memijit kecil dahinya karena sedikit pusing.


" Maaf tuan saya tidak bermaksud mengatur-atur anda tapi ini semua demi kebaikan anda . Maafkan saya jika saya terlalu lancang dan berani menyuruh Anda untuk istirahat ! Silahkan anda hukum saya atas kelancangan saya . " jawab Helian tertunduk, ia pun tak berani meminta Lucas Anggara beristirahat lagi.


" Sudahlah, aku turuti kamu . Aku akan beristirahat sebentar . Jika tamuku sudah datang dan aku masih tertidur tolong kamu bangunkan aku Helian. " Lucas Anggara berjalan menjauhi Helian dan memutuskan untuk istirahat sejenak.


Mendengar tuannya berkata seperti itu Helian merasa sangat senang.


" Terimakasih tuan ! baik saya akan memanggil anda jika tamu sudah tiba tuan. "


Dalam hati....


Helian mulai berbicara dengan hatinya sendiri .


" Tuan, walaupun terkadang kamu bersikap seperti batu sebenarnya aku tau satu hal.... walaupun batu itu sangat keras tetap saja masih bisa dihancurkan dengan cara lain, seperti ini contohnya , kamu tanpa menyadarinya sebenarnya kamu telah merespon seseorang dalam hatimu. Semoga suatu saat nanti , tuanku yang mudah tersenyum dan berbahagia akan kembali lagi , setelah kematian nona sifat brutalmu semakin menjadi-jadi. Aku tidak ingin tanganmu berlumuran darah lagi..... Tuan. ..... tak seharusnya anda menjadi orang kejam dan tidak berperasaan seperti dulu lagi . Aku justru lebih senang melihatmu bahagia dan tersenyum seperti waktu itu. Aku merindukan dirimu yang seperti itu tuan , kumohon kembalilah. " batin Helian sembari menatapi punggung tuannya yang berjalan semakin menjauh darinya.


Disisi Lain ,


Bandara.


Detektif One , sebut saja dia dengan ini , karena kemampuannya ia dijuluki sebagai detektif nomor 1 di dunia karena pencariannya yang amat sangat di bilang mustahil bisa menjadi NYATA.


" Kita sudah sampai di bandara , kata tuan Lucas orangnya sudah menunggu selama seharian untuk menjemput kita berdua disini. Oh ya ., Ingat satu hal ini . Jangan pernah bertanya ataupun mengungkit segala hal yang terjadi pada pasien yang akan anda tangani nanti jika anda ingin tetap baik-baik saja okeeeeyyy . " One langsung mulai membuka pembicaraan ketika mereka berdua baru saja turun dari pesawat.


" Anda pasti tau kan tuan ? ada beberapa hal yang lebih baik anda tidak tau apa apa jika anda ingin hidup tenang dan damai ? " ucap detektif suruhan Lucas dengan nada serius namun tetap memasang senyum tipis di wajahnya.


" Ya , saya sudah mengerti tuan. " profesor Yuluo langsung meng-iya kan ucapannya.


" Bagus kalau anda sudah mengerti. " jawabnya sembari tersenyum lebar kearah profesor Yuluo.


Kemudian mereka berdua berjalan mencari seseorang yang telah ditugaskan untuk menjemputnya di bandara. Saat di tengah-tengah pencarian mereka , akhirnya supir yg dikirim untuk menjemputnya telah ketemu. Mereka pun bergegas ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju kediaman Lucas Anggara.


Didalam mobil.

__ADS_1


" Arghh melelahkan sekali , aku mau mengencangkan punggungku sejenak. Pak supir ! jangan lupa bangunkan aku dan profesor Yuluo saat sudah tiba yah. " One merenggangkan tubuhnya , kemudian memposisikan punggungnya senyaman mungkin.


" Baik tuan. "


Selama perjalan profesor Yuluo hanya mengamati jalan raya kota itu , sedangkan detektif One itu sudah tertidur lelap , mungkin beliau tidak tidur karena mencari dirinya selama beberapa hari itu. Gumam profesor Yuluo sembari menatap kearah pria yang tertidur disampingnya itu.


Profesor Yuluo mulai menghela nafas panjangnya dan bersandar di dekat jendela mobil.


**


Beberapa jam telah berlalu , akhirnya mereka tiba di kediaman Lucas Anggara.


Setelah mobil itu baru saja berhenti tepat di depan mansion kediaman Lucas Anggara, pak supir mulai memberitahu kedua tuan yang duduk di belakangnya.


" Tuan-tuan , kita sudah sampai . " Ucap pak supir menoleh ke belakangnya sembari tersenyum.


Detektif One menguap , " Hoaammm, sudah sampai yah ? " tanya nya .


" Ya tuan , kita sudah sampai. "


One menoleh ke sisi sampingnya sembari berkata , " Yasudah , profesor Yuluo kamu ikuti saya yah, saya akan membawamu menemui tuanku . Ingat dengan apa yang sudah aku katakan pada anda tadi okey ? Anda dipanggil kesini hanya untuk mengobati seorang pasien , selebihnya anda tidak perlu mencampuri urusan yang lainnya , tau banyak hal kadang-kadang bisa membuat orang jadi berumur pendek lho. " jelas detektif One itu pada tuan Yuluo sembari memasang senyuman.


" Separah apa pasien itu hingga harus memanggilku kemari sejauh ini ? dan mereka bilang aku tidak perlu tau hal mengenai pasien itu kenapa ? aneh sekali. " Batin profesor Yuluo sembari mengikuti detektif itu masuk ke mansion kediaman Lucas Anggara.


Saat mereka berdua baru saja melewati pintu kediaman Lucas , Helian Moura langsung menyapa kedatangan mereka.


" Detektif One , profesor Yuluo , kalian berdua sudah tiba ! mari..... silahkan masuk... Saya akan memanggilkan tuan untuk menemui anda. Mohon menunggu sebentar . " Ucap Helian sopan sembari tersenyum.


" Ya terimakasih untuk sambutannya. "


Detektif One dan profersor Yuluo akhirnya masuk kedalam dan duduk di sofa tamu menunggu kedatangan Lucas Anggara.


" Seperti apa tampangnya saat nanti bertemu langsung ? aku hanya pernah mendengar nama ini dan melihatnya di tv , karena beliau sepertinya orang yang sangat amat penting di negara ini . Aku penasaran bertemu langsung dengannya. " bantin profesor Yuluo dalam hatinya.


Tak lama kemudian seorang pria dengan setelan jas bewarna hitam mulai menuruni anak tangga. Postur tubuh yang bagus , ditambah setelan jas hitam itu membuat profesor Yuluo dan detektif One terkesima.


" Benar-benar pria yang sangat sempurna , tapi mengapa aura pria ini begitu menakutkan ? " batin profesor Yuluo tertegun ketika Lucas Anggara sudah sampai dihadapannya.


Lucas Anggara mulai duduk di depan mereka berdua , kakinya menyilang kemudian berkata.


" Selamat datang profesor Yuluo, selamat datang tuan One... " sapa Lucas Anggara tanpa berjabat tangan.

__ADS_1


" Mari kita langsung keintinya saja , Helian segera tranfer sejumlah uang yang telah aku sepakati dengan tuan One sebelumnya dan jangan lupa berikan dia bonus karena sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik. " ucap Lucas Anggara memberi perintah pada Helian yang berdiri di sampingnya.


" Anda sangat murah hati tuan , terimakasih banyak tuan Lucas ! Jika anda membutuhkan bantuan saya lagi anda bisa langsung hubungi saya saja . Saya pasti akan melakukan yang terbaik. " ucap detektif One berterimakasih dengan nada gembira.


Kemudian Lucas Anggara mengalihkan pandangannya menatap kearah profesor Yuluo sembari tersenyum.


" Dan untuk anda profesor Yuluo, apa anda tau kenapa anda di undang datang kemari ? " tanya Lucas Anggara.


" Ya tuan saya sudah mengerti. "


" Bagus kalau anda sudah mengerti, saya jadi tidak perlu menjelaskannya pada anda. " Lucas Anggara tersenyum , namun dibalik senyuman ramah itu terlihat sangat menakutkan.


Kemudian Lucas Anggara memanggil pelayan yang lewat .


" Ya tuann, anda memanggil saya ? apa ada yang bisa saya bantu tuan ? " tanya pelayan sembari menundukkan kepalanya.


" Ya, tolong kamu antar tamuku, tuan Yuluo ke kamar perawatan nona. " ucap Lucas Anggara dingin tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.


" Baik tuan "


" Tuan Yuluo, mari , saya antarkan anda sampai ke ruangan nona. " ajak pelayan itu dengan nada ramah dan sopan.


" Ya , terimakasih . Anda jalan saja dulu saya akan mengikuti anda dari belakang. " saut profesor Yuluo sembari tersenyum.


Kini hanya tinggal Lucas Anggara , Helian , dan detektif One saja di ruang tamu itu.


" Tuan One maaf tidak bisa berbincang lebih lama denganmu, terimakasih atas bantuanmu. Tapi saya ada rapat via video sebentar lagi . Saya harap anda bisa mengerti . Lain waktu saya akan menjamu anda menggantikan hari ini. " ucap Lucas Anggara sembari melihat jam yang ada ditangannya.


" Oh tidak masalah tuan, saya juga harus kembali ke organisasi saya untuk menyelesaikan misi lagi. "


" Baiklah, senang atas kerjasama anda. " Lucas Anggara mengukurkan tangannya.


" Senang juga bekerjasama dengan anda tuan ! " jawab One sembari menerima uluran jabat tangan Lucas Anggara.


>>>> To be continue <<<<<



( Gambar ilustrasi character by Lucas Anggara )


Jangan lupa like, komen, vote dan share ya teman-teman. Semoga di bulan ini author bisa rajin updatenya💕

__ADS_1


__ADS_2