BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Menggores luka


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Hari sudah mulai gelap pria kejam itu melepaskan Liana untuk sementara waktu, seluruh tubuh Liana terasa sakit akibat dari perbuatan pria gila yang menawannya itu. Liana berusaha menahan rasa sakit yang dirasakannya itu dan mencoba sekali lagi mencari jalan untuknya keluar.


Namun kali ini tidaklah semudah sebelumnya, saat Liana baru saja membuka tirai jendela Liana melihat begitu banyaknya penjaga mengelilingi ruangan dimana Liana berada saat ini, seketika Liana terhuyung lemas.


“ Apakah aku benar-benar akan menjadi tawanannya selamanya ! ” Liana benar-benar terkejut pria itu mulai memasang keamanan yang begitu ketat untuk mengawasinya kali ini.


“ Tidak, aku tidak boleh berada disini terus ! berada disini akan lebih buruk daripada kematian . Mama sedang menungguku dirumah sakit aku tidak bisa tinggal diam saja disini aku harus berbuat sesuatu. Tapi apa ? apa yang harus aku lakukan ! ” Liana mulai cemas, dirinya berfikir begitu cepat bagaimana cara agar dirinya bisa kabur dari tempat yang dianggapnya neraka itu.


Kemudian sorot mata Liana tertuju pada sebuah telepon rumah yang ada didalam ruangan itu.


“ Aku, aku akan memanggil polisi kemari untuk menolongku. Ya benar memanggil polisi datang kemari , mereka akan menolongku dan memberikan keadilan untukku. ” Liana sibuk bergumam dengan sendirinya kemudian Liana mendekat kearah telepon rumah itu dan mencoba menghubungi pihak kepolisian agar seseorang datang membantunya.


Namun apa yang terjadi saat panggilan itu mulai tersambung.


“ Hallo pak polisi tolong selamatkan saya terjadi penahanan ilegal di kediaman Lucas Anggara dan juga pelecehan ! tolong datang kemari dan selamatkan saya. ” ucap Liana dengan cepat begitu panggilan itu baru saja tersambung, nada bicara Liana pun terdengar cemas.


Namun apa jawaban yang Liana dapatkan?


“ Apakah yang kamu maksud adalah Lucas Anggara pria terhormat dan disegani semua orang itu ? hei nona apa kau fikir kau bisa membohongi pihak kepolisian hah, mana mungkin orang terhormat seperti Lucas Anggara menahan seorang gadis bahkan melakukan pelecehan. ”


“ Nona anda lebih baik jangan bermain-main hal konyol seperti ini lagi jika tuan muda Lucas Anggara mengetahui ada seseorang yang berusaha mencemarkan nama baiknya maka kau akan tamat, lebih baik kau sayangi saja nyawamu satu-satunya itu jangan sampai membuat berita palsu seperti ini lagi. Aku tidak mau berurusan dengan tuan muda Lucas Anggara jika kau mencoba menghancurkan reputasinya ! ” ucap salah satu petugas kepolisian dengan nada tinggi, petugas kepolisian pun bahkan tak mempercayai apa yang dikatakan olehnya.


“ Nona berhentilah membuat laporan palsu seperti ini, ini bukanlah lelucon , bagaimana bisa kau membuat tuduhan palsu pada orang terhormat dinegara ini . Sudah-sudah anda jangan merepotkan kami yang sedang bertugas ! ” ucap petugas kepolisian menentang laporan yang diajukan Liana.


“ Tapi saya ....... ” teriak Liana belum sempat menyelesaikan perkataannya namun pihak kepolisian sudah dengan cepat mengakhiri panggilanya itu.


“ Tapi saya tidak berbohong...... ” ucap Liana berbicara sendiri sembari menangis saat petugas kepolisian mengahiri panggilannya itu. Gagang telepon itu diremas sangat erat oleh Liana tak kuasa menahan air matanya.


“ Bahkan polisi saja tidak bisa diandalkan, kenapa jika dia orang kaya dan terhormat ? apakah orang kaya begitu murni dan tidak pernah membuat kesalahan, apakah karena dia kaya raya jadi laporan yang kubuat tidak bisa diterima ? sungguh konyol ! polisi macam apa kalian yang tidak bisa melindungi orang yang benar-benar membutuhka bantuan. ”


“ Menelfon bala bantuan seperti polisi tidak akan ada yang mempercayaiku dan menolongku jika hal itu bersangkutan dengan Lucas Anggara ! apa yang harus aku lakukan, aku ingin bertemu mama , aku tidak mau berada disini. Tempat ini bagaikan neraka. ”

__ADS_1


Seluruh tubuh Liana mulai bergemetar bahkan hampir saja dirinya tak mampu menahan tubuhnya sendiri, seketika terlintas bayangan mamanya yang sedang sakit dalam fikirannya. Kemudian Liana teringat akan dokter Frans , Liana pun mulai mencoba menghubungi dokter Frans untuk menanyakan keadaan mamanya.


Panggilan itu mulai tersambung, “ hallo dengan siapa yang berbicara? ” tanya dokter Frans namun entah kenapa nada bicara dokter Frans begitu aneh dan berbeda dari sebelumnya.


“ Hallo dokter Frans saya Liana bagaimana keadaan mama saya, apakah keadaannya baik-baik saja kapan mama akan dioperasi dan melakukan transplantasi jantung , dokter Frans bilang mama akan segera dioperasi kan ? beritahu Liana dokter Frans kapan itu tepatnya ? ” tanya Liana begitu cepat menanyai dokter Frans akan pertanyaan yang begitu banyak.


“ Nona Liana keadaan mama anda.... ” ucap dokter Frans belum sampai menyelesaikan perkataannya namun tiba-tiba seseorang mengambil paksa telepon yang dipengang oleh Liana, dia adalah Lucas Anggara.


“ Kau, berikan telepon itu padaku. ” pinta Liana sembari menahan amarahnya sedangkan Lucas Anggara terlihat begitu tidak senang, tatapan matanya pun semakin tajam menatap Liana.


Kemudia Lucas Anggara mengambil ponsel yang ada disakunya, ia mulai memanggil Helian memalui sebuah panggilan , “ Helian tutup jaringan yang ada di wilayah kediamanku, putus semua koneksi internet jangan biarkan seseorang bisa menggunakan koneksi internet maupun jaringan lainya. Jangan biarkan serangga sekecil apapun bisa keluar masuk diwalayahku. ” perintah Lucas Anggara pada Helian Moura begitu tegas, raut wajahny pun terlihat sangat muram saat mengatakannya. Kemudian Lucas Anggara membanting telepon rumah yang ada di kamarnya karena marah.


“ Lucas Anggara apa yang kau lakukan kenapa kau menghancurkannya, kenapa kau membatasiku ! ” teriak Liana tidak terima.


“ Apa yang bisa aku katakan lagi bukankah sudah jelas karena kau adalah tawanan aku Lucas Anggara. ” jawab Lucas Anggara menyeringai puas.


“ Kau benar-benar iblis tak memiliki hati nurani, berikan aku ponselmu ini sangat penting bagiku. ” pinta Liana mengukurkan tangannya sembari berusaha menahan emosinya, sedangkan tangan yang satunya menggengam erat tanpa sepengetahuan Lucas Anggara.


“ Kalau aku bilang tidak apa yang bisa kau lakukan. ” jawab Lucas Anggara sembari menepiskan senyuman licik.


“ Lucas Anggara aku tidak punya waktu lagi untuk meladeni basa-basimu, mamaku sedang sekarat dirumah sakit apakah kau masih tidak memperbolehkan aku menggunakan ponselmu untuk menanyakan kabar mamaku ! Lucas Anggara jangan jadi orang kejam . ” teriak Liana sangat keras mencemooh Lucas Anggara karena marah.


Mendengar perkataan Lucas Anggara yang begitu keterlaluan Liana mulai melayangkan tangannya dipipi Lucas Anggara dengan sangat keras.


“ Lucas Anggara kiperingatkan kau jangan pernah menyangkut pautkan masalahmu dengan mamaku, jangan pernah sebut mamaku dengan mulut kotormu itu ! kau tidak pantas . ”


“ Aku masih bisa menerima luka yang kau berikan padaku akan tetapi aku tidak akan tinggal diam jika kau berani mengusik mamaku ingat itu, jika kau bisa begitu kejam memangnya kau fikir aku tidak bisa keras kepala dan berani melawanmu ? ”


“ Lucas Anggara jangan pernah berfikir aku akan tunduk padamu, menghayal lah saja dimimpimu. ” ucap Liana dingin, Liana begitu marah saat seseorang berbicara hal buruk akan mamanya hal itu sungguh membuat Liana hilang kendali .


“ Berikan ponselmu padaku. ” pinta Liana dingin saat mengatakannya.


“ Jangan harap. ” jawab Lucas Anggara terlihat muram sekaligus marah.


“ Jika kau tidak mau maka kau akan melihat jasadku, kau akan dihantui rasa bersalah karena sudah menahan gadis yang tidak bersalah. Hehe bukankah kau sangat berharap akan kematianku, maka aku akan segera mengabulkannya jika kau menolak memberikanku ponselmu. ” ucap Liana sembari menepiskan senyuman menakutkan.

__ADS_1


“ Jangan berbicara konyol kau tidak akan pernah bisa melakukannya. ” jawab Lucas Anggara begitu meremehkan Liana.


Seketika Liana mengambil vas bunga yang ada didekatnya itu dan memecahkannya dengan cepat , perbuatannya itu sungguh membuat Lucas Anggara terbelalak.


Liana mulai menggoreskan pecahan vas bunga yang ada dalam genggamannya itu pada lehernya sedikit, terlihat wajah Liana yang dipenuhi air mata namun masih bisa tertawa dalam kondisi seperti itu.


“ Lucas Anggara bukankah kau berfikir aku tidak berani melakukannya ? lihatlah apa yang sudah aku lakukan pada diriku sendiri. Jika aku mati ini semua adalah salahmu. ” ucap Liana sembari tertawa sekaligus menangis.


“ Wanita bodoh letakan pecahan itu, aku masih belum mengizinkanmu mati ! ” teriak Lucas Anggara begitu terkejut, Lucas Anggara benar-benar tidak menyangka bahwa wanita yang ada dihadapannya itu begitu pemberani.


“ Dengarkan aku buang pecahan yang ada ditanganmu itu, baiklah kau menang ! aku akan meminjamkan ponselku untukmu. ” teriak Lucas Anggara mencoba meyakinka. Liana, walupun pada akhirnya Lucas mengaku kalah namun Liana masih tetap terluka.


“ Untuk mama aku tidak akan ragu sekalipun walaupun aku harus mengorbankan nyawaku, Lucas Anggara aku menang. ” gumam Liana dalam hati kemudian melepaskan pecahan vas yang ada ditangannya.


Seketika Liana jatuh pingsan dihadapan Lucas Anggara, Lucas Anggara begitu syok melihatnya.


“ Helian, Helian ! ” teriak Lucas Anggara berlari keluar memanggil Helian, kemudian Lucas Anggara kembali menghampiri Liana dan menggendong Liana dalam pelukannya.


_



AUTHOR


selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman❤️❤️


jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️

__ADS_1


Tip ⭐


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️


__ADS_2