
BOS MILYADER : Balas dendam
Beberapa jam kemudian suara decitan mobil terdengar jelas dari dalam ruangan.
Ya benar sekali suara decitan mobil itu berasal dari mobil yang di tumpangi Lucas Anggara, dokter itu tidak menyangka pria seperti Lucas Anggara langsung bergegas pulang setelah mendengar kabar bahwa wanita tawanannya dalam bahaya.
“ Tuan muda benar-benar langsung pulang, apakah tuan muda Lucas telah jatuh hati dengan nona yang malang ini ? tidak mungkin tidak mungkin! ” batinnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan cepat ia menolak tebakannya. Ia tidak berani membayangkan hal yang tidak-tidak mengenai pria terhormat Lucas Anggara.
Tak lama kemudian suara decitan pintu mulai terbuka, sang dokter langsung membungkukan setengah badannya menyambut kedatangan Lucas Anggara.
“ Tuan muda.... ” panggilnya lirih sembari membenarkan posisi kacamatanya.
Sedangkan Lucas Anggara terlihat muram, ia mulai berjalan mendekati dokter itu dengan salah satu tangan yang berada di kantung sakunya. Terlihat jelas suasana hatinya sedang buruk, maka dokter pun segera menjaga ucapannya.
Lucas Anggara mulai menatapi Liana yang terbaring di atas tempat tidur pasien, selang-selang infus pun telah di pasangkan kembali seperti semula. Namun Lucas Anggara hanya terfokuskan pada mata Liana yang membengkak sehabis menangis.
“ Katakan apa yang telah terjadi padanya ? ” tanya Lucas Anggara dingin, sorot matanya menatap tajam kearah dokter tersebut. Terlihat jelas ekspresi wajah Lucas Anggara sangat penasaran , penasaran apa yang telah terjadi pada wanita tawanannya itu ?
Kemudian dokter itu menjawab dengan gugup.
“ Untuk saat ini kondisi nona Liana lebih baik daripada sebelumnya, saat ini nona Liana hanya membutuhkan waktu istirahat yang cukup , saya sudah memberinya obat penenang. Tapi... menurut diagnosa saya nona Liana telah mengalami halusinasi besar ! saya khawatir ini tidak akan berlangsung singkat . Jika hari demi hari nona Liana keadaannya makin memburuk saya takut halusinasi berat itu bisa mengancam nyawanya ! ” ucap dokter itu terdengar cukup serius.
“ Misalnya ia akan mencoba melakukan percobaan bunuh diri lagi seperti tadi. Halusinasi berat setelah koma memang sangat mengerikan , karena itu menyerang memori ingatan terburuknya . ” sambung dokter itu sekali lagi, menjelaskan secara rinci apa yang telah terjadi pada Liana.
Lucas Anggara terdiam, lalu ia membuka mulutnya dan bertanya.
“ Lalu apa solusimu untuk menanganinya kali ini ? ” tanya Lucas Anggara tanpa ekspresi, lagi lagi ia hanya menepiskan raut wajah tak bersahabatnya itu di hadapan sang dokter.
“ Untuk saat ini saya hanya bisa menyarankan agar nona Liana menjalani psikoterapi jika nona Liana masih seperti sebelumnya ! Saya rasa ia telah mengalami tekanan mental yang sangat luar biasa sehingga ia bisa berada di titik ini setelah sadarkan diri dari koma nya. ”
“ Dan juga satu hal lagi, nona Liana tidak boleh merasakan dirinya tertekan. Atau keadaannya akan semakin memburuk dan sulit saya presdiksikan. ” jelas dokter yang menangani Liana secar rinci.
__ADS_1
“ Baiklah lakukan apa saja yang terbaik untukknya. ” ucapnya dingin, kemudian Lucas Anggara memberikan isyarat tangan, agar dokter itu meninggalkan Lucas Anggara di ruangan itu sendiri.
Kini hanya ada Lucas Anggara seorang diruangan itu yang menemani Liana, kemudian Lucas Anggara berjalan menghampiri ranjang Liana . Ia mulai duduk di sampingnya sembari menyilang kaki panjangnya.
Perlahan tangannya menyentuh rambut panjang Liana, ia mengambilnya sedikit lalu mencium aroma rambutanya sembari berkata,
“ Wanita..... aku tidak menyangka ada juga waktu kamu selemah dan semenyedihkan ini . Dimana wanita yang selalu teguh itu ? mengapa kau terlihat semakin menyedihkan sekarang ? bangunlah mari silahkan memakiku dengan mulut pedasmu. ” ucapnya seorang diri sembari membelai rambut Liana, kemudian Lucas Anggara tersenyum iblis.
Kemudian Lucas Anggara terdiam, wanita tawanannya tak bereaksi, hal itu membuatnya tidak menarik lagi. Kemudian Lucas Anggara mendesis kesal !
“ Cih sangat merepotkan. ” desisnya pelan kemudian melepasakan rambut Liana.
Lalu Lucas Anggara beranjak dari duduknya, ia hendak pergi namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti saat ia mendengar Liana mengigau. Ia pun segera menoleh kearah Liana dengan cepat, terlihat jelas Liana berkeringat dingin dengan kedua alis yang mengerut sedih.
“ Papa jangan sakiti mama, jangan pukul mama , jangan usir Liana dan mama pa! ” ucap Liana mengigau, terlihat ia menggeleng-gelengkan kepalanya , sedangkan alisnya mengerut sedih.
Entah apa yang wanita itu mimpikan ? Lucas Anggara tidak mengerti karena ucapannya terdengar tidak jelas.
Kemudian Lucas Anggara kembali dan mengecek keadaan Liana, ia mulai menempelkan tangannya pada dahi Liana , yang benar saja Liana mengalami demam tinggi!
“ Mama Liana sangat takut jangan pergi ! ” ucapnya sembari memegang erat tangan Lucas Anggara , tangan yang dianggapnya sebagai mama dalam mimpi buruknya.
Cengkraman tangan itu sangat erat, entah setakut apa dia dalam mimpinya sampai-sampai ia mencengkram Lucas Anggara begitu erat.
Kemudian Lucas Anggara terlihat tidak senang.
“ Lepaskan tangan kotormu dariku ! ” ucap Lucas Anggara tak senang ketika wanita tawanannya menyentuh anggota tubuhnya. Namun ia mulai melihat ekspresi Liana, entah kenapa hatinya goyah , dengan mudahnya ia mulai menyerah dan membiarkan Liana menyentuh tangannya.
Lalu ia duduk kembali di samping Liana, ia membiarkan tangannya disentuh sepuasnya oleh wanita yang sangat ia benci.
“ Baiklah hanya untuk kali ini saja aku akan meloloskanmu, karna kau seorang pasien. Jika tidak ? aku tidak akan mungkin membiarkanmu menyentuhku dengan tangan kotormu. ” ucapnya menggerutu tak senang.
Keesokan harinya....
__ADS_1
Tanpa sadar ia tertidur di ranjang yang sama dengan Liana , namun untungnya Lucas Anggara terbangun lebih dahulu di bandingkan Liana. Kemudian Lucas Anggara melihat Liana yang masih tertidur, ia mulai bangun dari tidurnya dan memengangi kepalanya yang terasa pusing akibat posisi tidur yang salah.
“ Sial , bisa-bisanya aku tertidur disini ! mengapa tidak ada yang membangunkan aku. ” ia langsung membuka matanya lebar-lebar dan mulai merapikan pakaiannya, Lalu ia pergi meninggalkan ruangan rawat itu dan kembali ke kamarnya untuk mandi.
Tak lama setelah Lucas Anggara keluar dari ruangan rawat itu sang dokter yang bertugas mengurus Liana mulai datang untuk memeriksa kondisi Liana.
Mula-mula dokter itu mengganti infus yang hampir habis itu, namun disaat ia sedang mengganti infus baru ia melihat Liana mulai membuka matanya. Akan tetapi ia melihat Liana yang terbangun dengan pandangan mata kosongnya saja.
“ Nona selamat pagi , anda sudah bangun ? pelayan baru saja mengirimkan bubur hangat saya akan membantu nona untuk mengambilkannya dan menyuapi nona. Mumpung masih hangat. ” ucap dokter itu ramah sembari tersenyum.
Namun Liana tak menunjukkan reaksi sama sekali . Ia hanya membuka matanya dengan tatapan kosong, ratapan matanya terlihat jelas ia sangat menderita.
Bibirnya mungilnya pun terkunci rapat-rapat, pandangan matanya yang sayu itu membuat dirinya seolah seperti mayat hidup.
Perlahan airmatanya menetes, akan tetapi raut wajahnya tak menujukan reaksi sedih apapun.
Lalu mengapa air mata itu menetes begitu saja ? apakah hatinya begitu terluka sampai ia sudah tidak bisa berkata-kata ?
Hidup yang menyedihkan!
To be continue....
AUTHOR
Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.
JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU
komentar 💬
Like 👍
__ADS_1
Favorit ❤️
Tip ⭐