BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Penyemangat hidup


__ADS_3

BOS MILYADER: Balas dendam



Pagi hari, tempat pemakaman.


Nyonya modigit baru saja selesai dimakamkan, kini Liana ditemani Xiaoyi mengantar kepergian mama tercinta untuk yang terakhir kalinya.


Baju pelayan yang dipakai Liana kabur kemarin kini sudah berganti menjadi baju bewarna hitam panjang mengiringi kepergian mama tercintanya.


Kematian sang mama masih meninggalkan bekas luka mendalam di lubuk hatinya, Liana masih merasa tidak rela karena dia tidak bisa menemani mama tercintanya di detik-detik terakhirnya. Semua ini karena pria kejam Lucas Anggara.


Kini Xiaoyi berdiri disamping Liana sembari memeluk pundak Liana dari belakang untuk menenangkan Liana yang rapuh . Berita kematian mamanya serta fakta yang terungkap kemarin malam masih membuat Liana syok dan sulit untuk menerima kenyataan.


Kemudian Liana memecahkan keheningan dan memberitahu Xiaoyi. “ Xiaoyi aku ingin sendiri, bisakah kamu tunggu aku didepan saja ? ” ucap Liana terlihat muram , raut wajahnya terlihat jelas banyak sekali beban berat yang dipikul pada pundak kecilnya itu.


Kemudian Xiaoyi menyetujui permintaan Liana.


“ Baiklah aku tunggu kamu didalam mobil, Liana kamu jangan terlalu banyak fikiran, kondisimu saat ini mungkin bisa berpengaruh padanya. ” jawab Xiaoyi mengerutkan keningnya cemas.


“ Aku mengerti Xiaoyi, jangan khawatir . ” jawab Liana terdengar gemetar, tubuhnya masih lemas . Kemudian Xiaoyi pergi dan menunggu Liana didalam mobilnya.


Saat Xiaoyi baru saja pergi dan meninggalkan Liana seorang diri Liana langsung duduk berjongkok didepan batu nisan pemakaman mamanya . Liana mengulurkan tanganya menyentuh batu nisan sang mama sembari berbicara seorang diri, sedangkan bola matanya mulai memerah karena menahan tangis.


“ Ma kenapa mama ninggalin Liana begitu cepat, Liana masih ingin bersama mama lebih lama lagi. Kenapa mama pergi ninggalin Liana seorang diri. ” ucap Liana pelan sembari menipiskan bibirnya menahan air mata, Liana tidak ingin menangis saat mengantar kepergian mama tercinta untuk yang terakhir kalinya.


Namun batinnya merasa tertekan, rasanya sangat sakit , namun Liana hanya bisa menghela nafas sembari meremas dadanya yang terasa perih itu.


Liana masih tetap mengulurkan tangannya dan menyentuh batu nisan sang mama tercinta dengan lembut sembari tersenyum. Kemudian Liana berkata sekali lagi,


“ Mama , apa mama tau ? Liana nyaris saja tidak ingin bertahan hidup setelah semua penderitaan yang Liana alami tapi Liana harus tetap kuat dan terus bertahan hidup . Karena bagi Liana mama adalah alasan satu-satunya mengapa Liana harus tetap hidup. ”


“ Tapi saat mama pergi ninggalin Liana, Liana seakan mati rasa , hidup Liana seperti tidak berarti lagi di dunia ini. ”


“ Sempat terlintas Liana ingin mengakhiri hidup, tapi mengapa....... ” ucap Liana dingin tak sempat menyelesaikan perkataannya , raut wajahnya terlihat muram tiba-tiba sedangkan airmatanya langsung mengalir deras.


Sekuat apapun Liana berusaha menahan tangis airmatanya tetap jatuh juga mewakili suasana hatinya saat ini.


Kemudian Liana terdiam sejenak berusaha mengatur nafasnya, dadanya terasa sesak saat hendak mengatakan hal selanjutnya.


Kemudian Liana bersandar di batu nisan pemakaman mamanya.


“ Tapi mengapa tuhan berkata lain ? tuhan memberikan Liana alasan agar Liana tetap bertahan hidup didunia yang kejam ini. ” ucap Liana semakin pelan, ia berbicara seorang diri mencurahkan isi hatinya didepan batu nisan sang mama tercinta.


Kemudian Liana menyentuh perutnya, Liana semakin menangis , Liana sudah tidak bisa menahan air matanya yang ingin mengalir deras itu lagi.

__ADS_1


Liana mulai bergelimang air mata membasahi pipinya.


“ Satu pergi meninggalkan, satu lagi datang menjenguk. Satu pintu tertutup tapi tuhan malah membukakan jendela baru untukku. ” Liana menyentuh perutnya sembari menangis dalam diam , yang terjadi sudah terjadi .


Tidak tau lagi Liana harus mengeluh atau mencurahkan isi hatinya pada siapa lagi jika bukan mamanya. Hati Liana sangat sakit. Rasa sakit hati Liana saat ini ratusan kali lebih menyakitkan daripada Lucas Anggara yang menghancurkan masa depannya waktu itu.


Liana masih tidak bisa menghentikan tangisannya karena sebuah kenyataan yang diterimanya itu sungguh begitu besar baginya.


“ Ma.... katakan padaku apakah ini cara tuhan membujukku agar aku tetap bertahan hidup ? mama baru saja pergi meninggalkan Liana tapi tuhan mengirimiku satu nyawa tak berdosa didalam perutku. ” ucap Liana seorang diri, air matanya berderai begitu derasnya membasahi pipinya.


Liana terdiam lagi sejenak, hatinya masih sangat sakit, sakit sampai ia sulit untuk bernafas lancar. Liana hanya bisa meremas gaun hitamnya sembari menggigit kecil bibirnya dan menahan tangis.


Liana tersenyum lirih , sedangkan tatapan matanya kosong.


“ Sempat terlintas aku ingin menggugurkannya, sempat terlintas aku tidak menginginkan kehadiran anak ini , sempat aku tidak menginginkannya karena dia milik pria yang menyiksa hidupku, milik pria yang sudah menghancurkan aku sampai tak tersisa. ”


“ Tapi naluri keibuanku mulai muncul, aku tidak bisa melenyapkan bayi tak berdosa ini. Mama..... katakan apa yang harus Liana lakukan dimasa depan ? Liana ingin sekali berlari menjauhi kenyataan ini, tapi mengapa semakin aku berlari aku semakin merasa leherku terikat sampai tidak bisa bernafas , mentalku sudah hancur ,hidupku sudah hancur...... ” ucap Liana sembari menangis tiada henti, kali ini Liana menangis sampai terisak.


“ Apa yang harus kulakukan ma, apa yang harus aku lakukan . ” Liana semakin menangis dan menangis dihadapan pemakaman mama tercintanya.


“ Jika anak ini lahir dia tidak akan memiliki seorang ayah di masa depan . Tapi jika aku tidak membiarkannya lahir aku merasa sangat hina dan berdosa . Aku tidak bisa mencelakai darah dagingku sendiri. ” ucap Liana pelan sembari menangis.


Kemudian Liana mengelus pelan perutnya tak lupa tangisannya selalu mengiringi disetiap ucapannya.


“ Dia hanya segumpal daging, nyawa kecil yang tidak berdosa. Naluri keibuanku menginginkan anak ini tetap bertahan hidup. Tapi aku tidak tau apakah aku dan anakku bisa menjalani kehidupan normal atau tidak kelak ? ” ucap Aluna bimbang dengan takdir hidupnya.


“ Liana tidak bisa sekejam itu, aku sangat membutuhkan mama untuk bersandar sekarang. ” ucap Liana terdengar putus asa.


“ Mama hati Liana sangat sakit . ” tubuh Liana semakin melemas.


“ Ma Liana berjanji akan hidup dengan baik setelah ini, Liana tidak akan mengecewakan mama karena sudah membesarkan Liana. Liana akan tunjukan pada semua orang yang pernah menginjak-injak kita berdua kalau putrinya modigit itu sangat tangguh dan tidak mudah untuk ditindas . ” ucap Liana seorang diri.


Dengan tekad bulat dan penuh keberanian akhirnya Liana pun memutuskan bahwa Liana akan tetap hidup dan mempertahankan anak yang dikandungnya , walau itu berat Liana akan menghadapinya.


“ Liana akan mempertahankan bayi ini cucu mama. Sekarang alasan Liana tetap bertahan hidup cuma satu, hanya anak ini . ” ucap Liana menyeka air matanya , kemudian mengelus perutnya.


Saat Liana hendak berdiri dari duduknya Liana seperti mendengar banyaknya langkah kaki mendekat kearahnya, padahal lokasi pemakaman mamanya tadi sangat sepi hanya ada dirinya dan Xiaoyi saja.


Kemudian belum sempat Liana berdiri maupun melihat kebelakangnya tiba-tiba dua orang pria berbadan tinggi dan kekar menarik kedua tangannya sampai berdiri.


Yang benar saja Liana sangat terkejut saat seorang pria dengan ekspresi membunuh berdiri tepat didepan matanya. Dia tak lain adalah Lucas Anggara.


“ Kau ! ” teriak Liana dengan nada tinggi, kemudian Liana menatap tajam kearah Lucas Anggara dengan tatapan penuh kebencian, sedangkan kedua tangannya terlentang lebar-lebar saat kedua bawahan Lucas Anggara menariknya dengan kasar.


Liana sangat marah, karena pria itulah dia tidak bisa menemani mama tercinta sampai detik terakhirnya. Antara Liana dan Lucas Anggara hanya tersisa dendam dan dendam membara saat ini.

__ADS_1


“ Bawa anjing liar ini masuk kedalam mobil . ” perintah Lucas Anggara dingin, raut wajahnya dipenuhi aura membunuh.


“ Lucas Anggara aku tidak mau ikut bersamamu lagi ! aku sudah muak dengan seluruh permainanmu . Lucas Anggara kau tidak punya hak untuk mengurungku ! atas dasar apa ? atas dasar apa aku harus menuruti segala ucapan dan perintahmu ! Lucas Anggara kau benar-benar pria kejam . ” teriak Liana dengan lantang, sedangkan kedua kakinya menahan diri semaksimal mungkin agar bawahan Lucas sulit menyeretnya.


Lucas Anggara tidak menggubris perkataan Liana sama sekali, kemudian memerintahkan bawahannya lagi menyeret Liana pergi .


“ Bawa dia masuk ke mobil, jangan biarkan aku mengulangi perkataanku ! ” teriak Lucas Anggara sangat marah meminta bawahanya segera menarik Liana masuk kedalam mobil.


Kemudian tiba-tiba Xiaoyi yang mendengar Liana berteriak langsung menghampiri Liana.


“ Hentikan, kalian mau apa kenapa menyeret temanku . Lepaskan Liana atau aku akan menelfon polisi kemari ! ” teriak Xiaoyi meminta bawahan Lucas agar melepaskan tangan Liana, Liana sudah terlihat tak berdaya dan lemas tak bertenaga.


Liana terlihat sangat menyedihkan. Kemudian Xiaoyi dengan terpaksa menerobos bawahan Lucas Anggara dan menarik tangan bawahan Lucas agar mereka berdua melepaskan Liana. Namun Xiaoyi tidak cukup kuat , Xiaoyi pun terpental .


“ Helian urus wanita satu ini. Kalian bawah anjing liar itu masuk kedalam mobil . Cepat ! ” teriak Lucas Anggara tak bersahabat.


Kemudian Helian mendunduk , “ baik tuan muda saya akan mengurus wanita ini dan sisanya. ” ucap Helian menuruti perintah Lucas Anggara dengan cepat , bawahan lainya menghentikan Xiaoyi agar tidak mengejar Liana.


Sedangkan Xiaoyi kedua matanya terbelalak lebar-lebar melihat temannya dibawa pergi tepat didepan matanya, Xiaoyi pun berteriak sekeras-kerasnya berharap seseorang mendengarnya dan menolongnya.


“ Tidaaaaakkkkkkk jangan bawa dia , lepaskan dia , kenapa mereka membawa temanku pergi ! Lianaaaa ! ” teriak Xiaoyi histeris kedua tangannya dipegang erat oleh bawahan Lucas Anggara.


Semua usahanya pun nihil, Liana tetap dibawa pergi sekelompok pria berbadan tinggi tepat didepan matanya.


“ Tidak jangan bawa dia ! ” Xiaoyi menangis tersedu-sedu saat dia tidak bisa menghentikan orang itu membawa pergi Liana.


“ Lianaaaa, tidakkk ! ” teriak Xiaoyi menangis histeris.


to be continue....



AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman❤️❤️ jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️


Tip ⭐

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️


__ADS_2