BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Mengambil darahnya


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Begitu panggilan itu tersambung, Lucas Anggara langsung berbicara intinya.


" Helian , cari orang yang memiliki golongan darah seperti wanita itu . Dapatkan itu dalam waktu 2 jam . Bagaimanapun caranya kamu harus bisa mendapatkannya ! "


Disisi Lain Helian sangat bingung saat mengetahui golongan darah Liana yang terbilang langkah ! Dimana ia bisa mendapatkan golongan darah selangkah itu hanya dalam waktu 2 jam saja ( ? )


Helian mulai berfikir sejenak.


Selangkah apapaun darah orang itu pasti salah satu dari orangtuanya juga memiliki darah yang sama sepertinya kan ? haruskah dirinya mengecek data Daniel ?


Helian mencoba memberikan saran.


Akan tetapi ia tidak tau apakah Lucas Anggara akan menyetujuinya atau tidak ?


Pada akhirnya ia memberanikan diri untuk mengatakan sarannya.


" Tuan Lucas , darah nona Liana begitu langkah . Apakah kita perlu mengecek data Daniel Hadinata ? selaku orangtua kandungnya .Barangkali golongan darah mereka sama , dengan begitu kita mungkin bisa mendapatkannya dengan cepat ! " saran Helian pada tuannya.


Tanpa dugaan , setelah berfikir sejenak Lucas Anggara memutuskan.


" Baiklah terserah kamu saja Helian , yang penting hari ini dapatkan beberapa kantung darah yang kuminta ! "


" Operasi persalinan wanita ini tidak bisa ditunda , jadi kamu harus mendapatkan stok darah itu bagaimanapun juga caranya. Walaupun harus mengambil habis darah musuhku tetap harus didapatkan. "


" Tapi ingat satu hal ini Helian.... jangan pernah katakan pada Daniel kalau putrinya sudah waktunya melahirkan . Karena Daniel hanya tau cucunya sudah lenyap di tanganku sejak awal. Bilang saja putrinya sedang sekarat ! Kalau mau putrinya tetap hidup maka berikan beberapa kantung darah untuk putri yang dicintainya ! "


" Mengerti ? "


Helian dengan cepat mengiyakannya.


" Baiklah tuan saya mengerti ! "


Kemudian panggilan itupun terputus~~


- - Beberapa menit kemudian - -


Hanya dalam beberapa menit Helian sudah berhasil mendapatkan informasi seputar Daniel Hadinata .


Sungguh kebetulan sekali...... golongan darah Liana ternyata sama dengan Daniel Hadinata ! Mengetahui itu Helian langsung membawa beberapa orang dan satu dokter ikut bersamanya menuju kediaman Hadinata.


KEDIAMAN HADINATA


Dengan kecepatan yang luar biasa cepatnya Akhirnya Helian dan beberapa orangnya kini sudah tiba di kediaman Hadinata .


Helian dan lainnya pun segera turun dari mobil mewahnya.


" Ikuti saya ! "


" Baik tuan. "

__ADS_1


Jawab semuanya serentak , Helian mulai memimpin jalan.


Nampak jelas kediaman Hadinata tak sekaya dahulu. Rumah yang dulunya mewah dan banyak pelayan yang merawatnya sekarang nampak sepi, seolah sudah tidak berpenghuni lagi , hampir mirip bangunan tua terbengkalai.


Awalnya Helian mengira rumah ini sudah tidak dihuni lagi semenjak kebangkrutan perusahaan Hadinata , namun Helian mencoba memastikan.... apakah Daniel ada di dalam rumah itu atau tidak ? karena setelah kecelakaan yang mengakibatkan Daniel lumpuh ... memangnya orang itu bisa pergi kemana lagi ? logika inilah yang ada di otak Helian. Jadi ia memutuskan untuk mengeceknya dahulu.


Helian mulai mengetuk pintu.


Ketukan pertama masih belum ada yang membukakan pintu untuknya, namun di ketukan kedua barulah terdengar seseorang membukakan pintu dari dalam . Dia tak lain adalah Daniel Hadinata, duduk diatas kursi roda membukakan pintu Helian dengan raut wajah terkejut setengah mati.


Tatapan ketakutan Daniel nampak jelas di wajahnya, seolah ia sedang melihat hantu.


" Ka, kamu ! ke, kenapa kamu datang kerumah saya ! "


Daniel langsung menggerakkan kursi rodanya mundur menjauhi Helian, Daniel kenal jelas wajah pria itu, dia adalah tangan kanan Lucas Anggara.


" Tolong jangan ganggu saya lagi, perusahaan saya juga sudah di akuisisi oleh tuan Lucas Anggara , sekarang saya sudah jatuh miskin dan kehilangan kaki saya . Tidak ada gunanya jika kalian datang untuk mengusik saya ! putri saya juga ada ditangan kalian , untuk apa kalian datang kemari ? apa untuk membunuhku ? ''


Daniel ketakutan dengan sendirinya. Sedangkan Helian masih bersikap sangat tenang dengan postur tubuh tingginya, berdiri tegak di depan pintu.


" Harap tuan Daniel tenang, kedatangan saya kemari bukan untuk menakuti anda ataupun ingin mengambil nyawa anda . Tapi kedatangan saya kemari hendak meminta persetujuan dari anda . "


" Persetujuan apa yang anda bicarakan tuan Helian ? "


" Saya ingin kamu memberikan beberapa kantung darahmu untuk kubawa . Walaupun sebenarnya tanpa persetujuan darimu saya akan tetap mendapatkannya . Saya masih bermurah hati pada anda dengan bersikap sopan meminta persetujuan anda. "


Daniel kaget, untuk apa Helian meminta beberapa kantung darahnya ? apakah telah terjadi sesuatu pada putrinya ? Daniel jadi sangat sensitif setelah mendengar hal itu .


" Apa telah terjadi sesuatu pada putriku !!!? " Helian berteriak , kekhawatiran mulai menyelimuti dirinya . Dia takut iblis Lucas Anggara tidak akan berhenti menyiksa putrinya .


" Mangapa bisa begini, kalian melakukan apa pada putriku ! kenapa kalian masih tidak melepasakan putriku ? kenapa !! bukankah kalian sudah membuat aku hancur . Untuk apa kalian masih menawan putriku tuann .... tolong bebaskan putri saya !!! "


Daniel merasa hancur saat mendengar kondisi putrinya.


" Putriku...tidak seharusnya menderita seperti ini...semua ini salahku . Salahku !!!! . "


Daniel tidak tau penyiksaan seperti apa yang dialami putrinya di neraka itu selama berbulan-bulan lamanya ? jika saja dia tidak menyerahkan putrinya , mana mungkin putrinya diambang kematian begini ? ia menangis terisak menyesali perbuatannya yang mengakibatkan putrinya sendiri jadi tumbal penebus dosanya.


Kemudian Daniel merangkak turun dari kursi rodanya, ia kesakitan , tapi ia tetap mencoba memohon di bawah kaki Helian.


" Tuan jika saya menyerahkan darah saya, apakah kalian akan melepaskan putri saya setelah ini ? kumohon bebaskan dia , ini bukan salahnya . "


Daniel menangis sembari memohon dibawah kaki Helian.


" Tuan Daniel....saat anda memutuskan berurusan dengan tuan saya anda harus tau sendiri konsekuensinya. Anda sendiri yang sukarela menyerahkan putri anda demi mempertahankan perusahaan anda . Menyesal ? saya rasa sudah terlambat ! " jawab Helian dingin.


" Tapi bukankah tuan Lucas sudah mengakuisisi perusahaan saya dan membuat saya bangkrut sebangkrut-bangkrutnya ? bahkan saya sudah lumpuh. Mengapa dia masih tidak mau melepaskan putri saya !!! "


" Kamu tau sendiri, tuan muda saya punya prinsip , siapapun yang berani mengusiknya akan dibalas berkali-kali lipat . Mengakuisisi perusahaanmu saja tidak cukup membuatnya puas. Pelecehan yang kamu lakukan tentu saja kamu harus merasakan bagaimana orang terdekatmu merasakannya juga bukan ? "


" Tuan Daniel cukup disini saja berdebatnya, jika anda ingin putri anda selamat segeralah menuruti perkataan saya. Jika terlambat sedikit saja .... putri anda akan tiada . "


Helian melirik Daniel dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Mendengar itu Daniel berhenti berbicara, hanya terisak kemudian menyetujui permintaan Helian.


" Kalian masuklah , aku sudah siap untuk diambil darahku. "


" Ambil sampai habis jika bisa . Aku juga tidak bisa meminta pengampunan dari putriku , aku tidak pantas ! aku hanya berharap putriku bisa hidup damai dan tenang. "


" Hal sekecil ini tidak bisa dibuat menebus dosaku padanya ! " Jawab Daniel dingin, air matanya tidak bisa dihentikan untuk mengalir , kesedihan benar-benar membutakan hatinya sekarang. Baginya lebih baik mati daripada hidup.


Sekarang sudah terbukti, Lucas Anggara benar-benar membuatnya merasakan hidup segan matipun tak mau.


Kemudian Helian serta rekannya langsung masuk kedalam kediamannya, seseorang mengangkat Daniel kembali ke kursi rodanya.


Saat mereka masuk kedalam , kediaman itu amat sangat sepi , tidak ada satupun pelayan yang berlalu lalang juga ! Mungkin karena perusahaan Hadinata sudah hancur , tidak seberjaya kemarin jadi tidak sanggup membayar satupun pelayan untuk tetap tinggal, dia hidup seorang diri di mansion tua ini.


Setelah sampai disofa , Helian langsung membuat perintah.


" Kalian, bantu ambil beberapa kantung darahnya ! "


Persiapan sudah matang , Helian juga sudah membawa seorang dokter bersamanya, guna membantu mengambil darah Daniel.


" Baik tuan. "


Dokter itu maju kearah Daniel kemudian meletakkan kopernya yang berisi peralatan medis.


" Jangan tegang tuan Daniel, ini tidak akan sakit. "


" Baik . "


- - Setelah beberapa puluh menit kemudian - -


" Sudah selesai tuan , sekarang anda kekurangan darah jadi saya memberi infus untuk memulihkan keadaan anda kembali. "


" Dua hari kemudian anda sudah normal kembali. "


Daniel masih terdiam lemas setelah darahnya diambil beberapa kantung. Tatapannya masih kosong.


" Jangan pedulikan saya , cepat kalian pergi jika sudah selesai , anakku pasti membutuhkannya saat ini. Selamatkan nyawanya , jangan sampai dia berakhir tak bernyawa. "


" Atau sampai matipun aku tidak akan bisa memaafkan diriku. "


Jawab Daniel terdengar menekan suaranya yang lemah.


" Kalau begitu saya tinggalkan dokter ini disini untuk merawat anda sampai pulih, terimakasih untuk kerjasamanya. " ucap Helian.


" Kamu tidak perlu khawatir karena putrimu adalah milik tuan Lucas Anggara sepenuhnya, jadi dia tidak akan mati dengan mudah ! "


Kemudian Helian pergi dari ruangan itu, sedangkan dokter itu tetap berdiam disana selama dua hari untuk memulihkan Daniel.


BRUMMMMMMMMMMM


Suara mobil Helian dan beberapa rekannya mulai meninggalkan kediaman Hadinata.


__ADS_1


Gambar ilustrasion : Lucas Anggara.


Tinggal beberapa chapter lagi Liana akan segera melahirkan anaknya loh ? coba tebak cewe apa cowok nih teman-teman hehe. Untuk menyemangati author agar terus update jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya yah. Dukungan kalian sangat sangat berharga buat author, terimakasih atas partisipasinya ❤️


__ADS_2