BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Apa aku berlebihan ?


__ADS_3

...BOS MILYADER : BALAS DENDAM...


...Chapter 73...


Pembicaraan mereka sudah selesai, mereka berdua berjalan keluar Bar . Setibanya di depan Lucas Anggara langsung masuk ke mobil sedangkan Liana berdiri di dekat mobil Lucas Anggara , Liana berdiri kurang lebih 2 meteran jaraknya.


" Hati-hati di jalan tuan Anggara , terimakasih atas bantuan anda ! " melambaikan tangan ke arah Lucas. Kemudian Lucas membalasnya dengan senyuman getir .


" Jangan sungkan begitu nona Modigit, hanya hal kecil .. Apa anda butuh tumpangan juga ? kalau iya saya tidak keberatan mengantar . " jawabnya basa-basi , kalau dari lubuk hati Lucas Anggara mana mungkin sebaik hati ini mengantar mantan wanita tawanannya ? Semua ini dilakukannya agar tidak menimbulkan kecurigaan/ dejavu ! sebaiknya Lucas Anggara sedikit berperilaku baik padanya .


Jika tidak takutnya Liana akan cepat mendapatkan ingatannya kembali . Tidak ada yang bisa menjamin bahwa hilang ingatannya akan hilang secara permanen . Lebih baik ia tidak menunjukkan sisi kejamnya di hadapan Liana atau jika ingatannya kembali Liana bisa-bisa menggila !


" Terimakasih tawaran anda tuan, tapi hotel saya dekat sini kok lagian jalan kaki tidak sampai 10 menit sudah sampai . "


" Oh yasudah... kalau begitu saya pulang duluan nona modigit . "


" Iya tuan.. hati-hati di jalan . " Melambaikan tangannya sekali lagi sambil tersenyum. Kemudian Lucas menutup kaca mobilnya , setelah tertutup ia melaju pergi meninggalkan Liana seorang diri disana.


**


Kastil , malam hari sekitar pukul 10 malam.

__ADS_1


Elenia masih belum tidur juga , padahal kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja . Sebenarnya Elenia menyadari sikap papanya yang dingin , tapi ia ingin diperhatikan olehnya. Lebih tepatnya ingin merasakan sesosok ayah.


" Bi , papa pulangnya masih lama ya ? " Agak ngantuk tapi masih tidak mau tidur sebelum papanya pulang.


" Papa sepertinya pulang terlambat non , bagaimana kalau nona Elen tidur dulu yuk . Besok kan masih bisa ketemu sama papa . Yuk bibi antar ke kamar sekarang ? "


" Elen tidurnya nanti saja ya bi nunggu papa pulang . Hari ini Elen ingin tidur ditemani papa . " wajah mungil itu nampak bersedih , sejak tadi ia masih bersikukuh menunggu kepulangannya walaupun sebenarnya ia sangat mengantuk.


" Tapi non, anda harus banyak-banyak istirahat agar lekas sembuh . " jawab bibi Lu khawatir .


" Tak apa bi, kalau papa 1 jam lagi belum pulang yasudah Elen baru akan tidur duluan . " sambil tersenyum.


" Itu pasti papa sudah pulang bi ! " langsung turun dari sofa dan melihat siapa yang datang , ternyata memang benar itu suara Lucas Anggara membuka pintu.


" Papa ! " Elenia berlari menghampiri Lucas Anggara, ia memeluk jemari papanya , belum sehari ia sudah sangat merindukannya.


" Gadis kecil papa kenapa belum tidur ? " Sambil memasang wajah tersenyum. Kemudian Lucas Anggara menatap bibi Lu dengan sorot mata yang tajam. Seakan ia hendak memberi kode pada bibi Lu !


" Bibi...... Tolong antar nona kecil ke kamarnya ! " ucapnya halus sambil tersenyum namun terdengar sedikit memaksa.


" Baik tuan ! " Langsung mengangguk .

__ADS_1


" Nona kecil , ayo kita kembali ke kamar . Malam ini bibi akan temani nona kecil tidur sambil bacain dongeng kesukaan nona . " bibi Lu mencoba membujuk Elenia , namun Elenia menolak.


Elenia menarik jari telunjuk Lucas Anggara lalu ia berkata , " Papa , bisakah sekali ini saja temani Elen tidur ? " matanya berbinar-binar , semoga papanya tidak marah dan mau menemaninya .


Tapi jawaban yang dia dapatkan setelah rela menunggunya berjam-jam hanyalah kesia-siaan saja . Sambil mengelus kepala putrinya Lucas Anggara berkata ,



" Maaf gadis kecil... papa sangat lelah , besok saja ya ? sekarang gadis kecilku tidur sama bibi Lu dulu ya ? " sambil tersenyum Lucas Anggara membujuk Elenia. Tapi sayangnya Elenia bukan sembarang anak kecil seperti yang ia fikirkan .


Deg !


Lagi-lagi hatinya dibuat hancur . Berkata manis namun sebenarnya pahit dan sulit diterima . Apa papa sebegitu bencinya sama aku ? mengapa aku merasa papa sedang berusaha menghindariku ? batinnya.


" Tapi.... " Elenia hendak memohon lagi, tapi ia berhenti ! takut papanya malah jadi tidak suka.


Pada akhirnya Elenia hanya bisa pasrah , ia tidak ingin jadi anak nakal yang suka membantah ucapan orangtua.


" Baiklah papa , ayo bi.. kita kembali ke kamar . " Elenia membelakangi Lucas Anggara , raut wajahnya jadi muram. Langkah kecilnya berjalan pergi meninggalkan Lucas Anggara tanpa berbalik sedikitpun . Melihat putrinya tumbuh dewasa lebih dari usianya hatinya sedikit bimbang .


" Apa aku sudah terlalu berlebihan ? " batin Lucas Anggara sembari melihat putri kecilnya yang penurut .

__ADS_1


__ADS_2