BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Bantu saya tuan !


__ADS_3

...BOS MILYADER : BALAS DENDAM...


...Chapter 72...


Lucas Anggara masih menggendong Elen , dilihat dari raut wajahnya nampak sekali ia terpaksa . Apa begitu sulit memberi ruang kecil untuk putri kecilnya sendiri ? mengapa sulit baginya menerima kenyataan ?


" Papa dahi Elen sakit bisa papa tiup agar tidak sakit lagi ? " sebenarnya dahinya tidak begitu sakit.


Lucas Anggara terdiam sejenak , sampai kapan sandiwara ini berakhir ? sulit baginya untuk memerankan sesosok ayah yang menyayangi anaknya.


" Dimana yang sakit sini biar papa tiup . " jawab Lucas Anggara nampak enggan dan muak !


Kemudian Elen menunjuk dahinya yang terbentur dengan jari telunjuknya.


" Disini papa . " Setelah itu Lucas Anggara mengelus bagian yang sakit dan meniupnya secara perlahan.


Fuuuuhhhh


Fuuuuhhhh


" Sudah papa tiup . Apa masih sakit ? "


" Hehe sudah tidak sakit lagi kok , makasih ya papa ! " sambil tersenyum ceria. Elen sangat senang bisa bertemu papanya hari ini , rasanya ia ingin menghabiskan waktu seharian penuh bersama papanya. Mungkin ini adalah kerinduan yang sudah lama ia simpan.


Kemudian Lucas Anggara berjalan menghampiri Bibi Lu ,


" Sekarang kamu sama bibi dulu ya , papa ada urusan yang harus diselesaikan. Nanti kita bertemu lagi setelah papa pulang okey ? " sambil menyerahkan Elenia ke bibi Lu .


Kini Elen berada dalam gendongan bibi Lu. Sedangkan Lucas Anggara berjalan pergi , seketika itu juga Elen jadi murung , hanya bisa melihat punggung papanya berjalan semakin jauh dan menjauh , kemudian menghilang. Pada akhirnya ia ditinggalkan !


" Bibi kenapa papa pergi lagi ? apa papa tidak mau menemani Elen , Elen sangat nakal ya jadi papa tidak suka . "


" Atau karena tadi Elen minta gendong jadi papa marah dan tidak suka sama Elen ? " Sedih , kecewa beraduk jadi satu.


Kemudian Bibi Lu menenangkannya .


" Tidak kok nona , papa kayaknya ada urusan pekerjaan penting yang harus diselesaikan . Tadi papa juga bilang kan kalau sudah pulang Elen bisa bertemu papa lagi . "

__ADS_1


" Owh begitu ya Bi, papa pergi karena ada urusan pekerjaan ? bukan karena tidak suka sama Elen ? "


" Betul nona . "


" Yasudah baiklah bi, kalau begitu Bibi yang main boneka-bonekaan sama Elen ya sekarang . "


" Siap nona , bibi yang jadi apa nih ? "


" Bibi jadi mamanya . Elen jadi anaknya. " Mereka pun bermain bersama dengan bahagia.


Disisi Lain, saat ini sudah pukul 8 malam.


Lucas Anggara gagal menemui temannya dikarenakan temannya sedang berbulan madu ke negara lain , wajar saja hal ini terjadi dikarenakan Lucas tidak memberitahu temannya kalau dirinya mau bertamu di rumahnya .


Karena tidak mau pulang cepat Lucas Anggara pergi ke Bar yang biasa ia datangi saat di negara F . Disana kopinya berbeda dengan yang lainnya . Seorang diri ! hanya seorang diri ia pergi ke Bar itu , kali ini tidak di dampingi Helian .. Lucas Anggara butuh waktu untuk menenangkan dirinya sejenak sambil menikmati kopi dan pemandangan malam hari . Bulannya bersinar terang malam ini.


" Tuan ini kopi yang anda pesan . " Menyuguhkan .


" Kalau ada yang kurang atau perlu bantuan tinggal tekan bel di atas meja anda , nanti saya akan datang membantu anda . " ucap pelayan , setiap meja memiliki pelayan ekslusif sendiri .


Saat ia sudah duduk disana agak lama dan menikmati kopinya datanglah satu gadis ingin mengajak Lucas Anggara berkenalan ! Dari tampang dan penampilannya ia memang memenuhi kualifikasi tipe idaman sempurna para gadis ! tidak heran ... pria setampan dirinya jam segini keluar keluyuran sendirian begini akan menjadi incaran gadis-gadis di luaran sana.


" Tuan apa saya boleh duduk disini? " dengan percaya diri dia mengira semua pria tidak akan menolak wanita secantik dan se sexy dirinya.


Lucas Anggara hanya menepiskan wajah jijik. Lalu dia menjawab dengan nada merendahkan,


" Apa menurutmu kamu pantas duduk dengan saya ? "


Setelah mendengar jawaban Lucas Anggara wanita berbaju merah menyala ini sangat kesal , untuk pertama kalinya dia ditolak.


" Sombong sekali ! " ia kesal kemudian pergi meninggalkan Lucas Anggara.


Setelah kejadian ini Lucas sudah kehilangan moodnya , ia pun pergi ke kasir untuk membayar tagihan. Saat membayar tagihan disebelahnya ada seorang wanita, dari pembicaraan yang di dengarnya sepertinya wanita itu lupa membawa uang dan hpnya . Tapi dia sudah terlanjur memesan , harus bayar dulu dan pesanannya tidak bisa ditinggal karena harganya lumayan mahal.


" Kalau saya tidak boleh pergi ambil dompet sama ponsel saya terus gimana saya bayarnya ? hotel saya dekat kok saya akan cepat kembali dan tidak akan kabur . Jadi ... "


" Maaf nyonya tidak bisa. Atau tinggalkan sesuatu seperti ktp baru bisa . "

__ADS_1


" Tapi saya salah membawa tas , disini isinya cuma beberapa peralatan make up saja , kalau begini terus saya jadi tidak bisa membayarnya . Jadi izinkan saya ambil uang saya dulu di hotel ya.. tidak jauh kok saya janji akan kembali tidak akan kabur . "


" Maaf , ini sudah peraturan disini nyonya . " sambil mengatupkan tangan .


" Astaga , terus bagaimana dong ini ? "


Kemudian Liana melihat ke sampingnya... ada seorang lelaki, pertama ia melihat sepatunya... sepertinya sepatu yang dipakainya sangat mahal. Karena mahal berarti dia orang kaya dong, pinjam uang pasti dikasih kan ? batinnya . Kemudian Liana memberanikan diri , ia menarik sedikit jas pria tak dikenalnya itu.


" Tuan , boleh saya minta tolong anda ? saya mohon bantu saya yang kasihan ini . " mengatupkan tangannya dan menahan malu karena dilihat penjaga kasirnya.


Lalu Liana menatap wajahnya , sepertinya dia pernah melihat wajah ini disuatu tempat .Seketika Liana tersadar , bukankah pria ini adalah Lucas Anggara ? CEO anggara group itu ?


" Tuan Lucas Anggara ? " Syok , bagaimana bisa kebetulan begini ada orang yang dikenalnya meskipun hanya mitra bisnis.


" Nona modigit ya ? pemenang tander waktu itu kan . " Liana tidak menyangka Lucas Anggara mengenali namanya.


Bagaimana Lucas tidak mengenalinya ? Dia kan mantan tahanannya selama kurang lebih 1 tahun. Wajah ini tentu saja Lucas Anggara tidak akan pernah bisa melupakannya ! Jangankan wajahnya ... bahkan suara rintihannya saja Lucas Anggara masih ingat dengan jelas !


" Iya benar tuan Anggara , itu saya . " Canggung , malu sekali dirinya...ingin rasanya bersembunyi di lubang tikus sekarang juga.


" Tuan Anggara emm... anu... itu... apa boleh saya pinjam uang anda sebentar ? saya janji akan saya ganti setelah ini , 2x lipat .. saya akan menggantinya 2x lipat . "


" Jangan sungkan , biar saya yang bayar tidak perlu diganti . "


" Ini kartu saya , tagihan nona ini biar saya yang bayar . " menyerahkan black card ke kasir , Liana lega akhirnya masalahnya sudah teratasi .


Omong-omong sepertinya tuan Anggara agak berbeda dari sebelumnya , saat di perusahaan ia terlihat sangat dingin dan cuek . Tapi hari ini dia terlihat sangat santai dan sedikit baik .


" Tagihan sudah saya bayar , kalau begitu saya pamit pergi duluan ya nona modigit ? "


" Tidak , tunggu ! biar saya mengganti uangnya, saya tidak bermaksud meminta uang anda .. saya kan pinjam . " Liana mengambil pesanannya , lalu mengejar Lucas Anggara .. Liana tidak mau berhutang padanya .


" Hanya uang kecil tidak perlu diganti. " jawab Lucas Anggara dingin, sorot matanya tajam ! berharap Liana berhenti mengikutinya .


" Kalau begitu Lain kali biar saya traktir anda ! " Teriak Liana , kemudian berhenti mengikutinya. Entah kenapa saat melihat sorot mata Lucas Anggara ia merasa tubuhnya bereaksi ketakutan.


" Kalau takdir mempertemukan kita lagi saya akan terima traktiran anda nona Modigit ! "

__ADS_1



__ADS_2