
...BOS MILYADER : BALAS DENDAM...
...Chapter 75...
" Hentikan papa ! "
Semua langsung tercengang akan kedatangannya yang tiba-tiba . Bagaimana bisa tidak ada yang menyadari keberadaan Elenia ? Sudah berapa lama ia disitu ? sudah seberapa banyak yang ia dengar ?
" Jangan sakiti bibi papa ! kumohon papa jangan berkata kasar pada bibi seperti itu. " Elenia mengerutkan alisnya , ia memperlihatkan wajah marah pada Lucas Anggara.
Kemudian Elenia menjatuhkan boneka dino yang ada ditangannya dan bergegas ke arah bibi Lu untuk menolongnya. Sambil memeluk bibi Elenia berkata ,
" Bibi , ini pasti sangat sakit kan ? " hatinya sakit saat melihat bibinya diperlakukan sangat buruk oleh papanya. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat perlakuan buruknya . Bagaimana bisa ? padahal kupikir papa adalah orang yang baik , ternyata aku terlalu berekspetasi tinggi padanya !
" Tidak kok non, ini tidak sakit . " sambil tersenyum menutupi rasa sakit , bibi tidak ingin Elenia khawatir.
" Tidak ! itu pasti sakit. Berdarah begitu bagaimana bisa tidak terasa sakit ! Hiks . "
" Bibi Lu ... terimakasih karena sudah memikirkan Elen selama ini . Tapi bibi tidak perlu sampai memohon pada papa seperti ini. Biarkan papa pergi bi , jangan halangi papa lagi atau bibi bisa terluka . Elen tidak ingin orang yang Elen sayangi jadi terluka karena Elen ! " sambil menangis memeluk bibi Lu , tubuhnya sedikit gemetar saat melihat dahi bibi Lu mengeluarkan darah segar.
" Bibi tidak apa-apa kok non, ini bukan salah papa juga . Ini tidak seperti yang nona fikirkan . Bibi sendiri yang tidak hati-hati hingga jatuh lalu terbentur meja . " sambil memaksa tersenyum.
" Elenia sudah dengar dan melihat semuanya bi, bibi tidak bisa berbohong pada Elen. " kedua bola matanya bergelimang air mata.
Kemudian Lucas Anggara mendekati putrinya , lalu dengan entengnya ia berkata ,
" Sayang , ini tidak seperti yang kamu bayangkan ! Lagipula dia hanya seorang pengasuh . Sedangkan kamu adalah nona di kediaman ini apa pantas kamu bersimpati pada orang rendahan seperti dia ? " dengan entengnya sifat sombongnya pun mulai keluar , Lucas sedikit tidak bisa mengontrol amarahnya, ia benci melihat pengasuh itu karena sudah mulai berani mengatur-atur dan menyentuh kakinya.
" Orang rendahan bagaimana yang papa maksud ? dia adalah orang yang merawatku sejak kecil, sedangkan papa ? kemana saja papa selama ini ! " teriak Elenia dengan lantang saat bertanya kemana saja papanya selama ini. ?
__ADS_1
" Apa pantas papa berkata seperti itu sekarang ? " sambil tersenyum getir .
" Seorang papa yang tega meninggalkan putrinya bertahun-tahun, tidak ada hak berkata sedemikian ? papa sudah keterlaluan menghina bibi Lu ! Elen benci papa ! " memarahi papanya dengan nada tinggi karena sangat kesal melihat perlakuan papanya pada bibi kesayangannya.
Mendengar putrinya berkata menusuk seperti itu Lucas Anggara sangat marah, ia mengepalkan kedua tangannya . Berusaha mengendalikan emosi !
" Sekarang papa sudah bisa pergi, kami tidak akan menghalangi papa lagi . Lagipula memang pada dasarnya papa tidak mau menemui Elenia kan ? jujur saja ! "
" Siapa yang bilang begitu ? " Lucas Anggara marah , bagaimana anaknya tau kalau dia datang kemari tapi tidak ingin menemuinya.
" Tidak perlu berbohong lagi, jika papa sayang sama Elen papa tidak mungkin mencari segala cara agar bisa menghindar dari Elen . "
" Apa begitu sikap bertemu putrimu sendiri yang kau tinggalkan selama bertahun-tahun ? apa papa lupa kalau papa selalu menghindar dariku ? apa karena penyakit ini jadi papa jijik dan takut tertular sehingga tak ingin mendekati Elenn. ? " teriak Elenia marah .
" Jadi. ......... . ..... tidak ada bedanya ada papa atau tidak disini sekarang ! untuk apa datang jika tidak mau singgah sebentar saja menemaniku ? bahkan papa sendiri tau hidup Elen sudah tidak lama , tapi papa tidak peduli dan masih keras kepala ingin pergi dari sini ! sekarang apa yang Elen harapkan ? tidak ada gunanya memohon agar papa tetap tinggal. " Elen menangis histeris, kenapa baru bertemu papa yang di impikannya malah tidak sesuai yang diharapkan. Papanya sendiri bahkan tidak peduli walaupun hidupnya tinggal hitungan hari.
Ia mengeluh dihadapan Lucas Anggara, kenapa kedua orangtuanya tidak ada yang menginginkannya . Yang satu papanya berhati kejam , yang satu mamanya tidak pernah datang menemuinya.
Hati kecil ini tak bisa berhenti menjeritkan tangisanya sampai terisak . Sedangkan Lucas Anggara merasa kasihan , dia hanyalah anak penyakitan .. hidupnya pun tidak lama lagi, apa seharusnya dia bersikap baik dan menuruti keinginannya ? 6 bulan saja , tidak sampai 1 tahun kan ? Haruskah aku melanjutkan sandiwaraku ini ?
" Papa aku benci papa ! , huhuhuhu. hiksss.,.. "
Papa macam apa sebenarnya Lucas Anggara ini ? dia telah menyakiti putrinya sendiri . Tidak cukupkah dia sudah menelantarkan putrinya tanpa kasih sayang orang tua selama bertahun-tahun ? kenapa dia harus kejam menghukum putrinya sendiri seperti ini. Bagaimanapun juga Elenia hanyalah gadis kecil yang tak berdosa , dia juga tidak bisa memilih harus mempunyai ayah yang bagaimana dan seperti apa kan ???
" Hatiku sakit sekali papa..."
" Sangat sakit !"
" Kenapa papa tidak bisa jadi harapanku satu-satunya agar aku bisa melewati hari hari terakhir selama sisa hidupku ini ? Padahal keinginan terakhir Elen sebelum Elen tiada hanyalah sederhana , berkumpul dengan orang tua yang selama ini tidak pernah Elen lihat sejak lama dan mendapatkan kasih sayang dari kalian. Sulitkah keinginan terakhirku ini ? Apa sungguh sesulit itu ? " menangis sampai terisak.
__ADS_1
Kemudian tangan yang tadinya mengepal perlahan terbuka , Lucas Anggara berlutut dan mengelus kepala Elenia sambil berkata ,
" Maaf, maaafkan papa karena sudah membuatmu takut dan sakit hati atas perbuatan papa barusan . Papa tidak akan mengulangi hal itu lagi. Jadi papa mohon berhentilah menagis okay ? " Lucas Anggara mengelus kepala Elenia dengan lembut, berusaha membujuk putrinya agar tidak sedih dan mau memaafkannya .
" Papa minta maaf ya sayang, papa mengaku salah ! apa putri kecil papa mau memaafkan papa ? " sambil memasang wajah sedih , hebat sekali perubahan raut wajahnya sangat cepat . Kali ini dia berhasil memerankan perannya dengan sempurna.
" Sebagai gantinya papa berjanji tidak akan begitu lagi sama bibi , dan mulai hari ini papa tidak akan pernah meninggalkan Elen lagi . Kemanapun papa pergi Elen boleh ikut sama papa . Bagaimana ? apa putriku yang cantik ini sudi memaafkan papa ? " dengan segala bujukannya akhirnya Elenia berhenti menangis.
" A, apa be be nar yang dikatakan papa barusan ? " tanya Elen sambil sesenggukan.
" Papa janji tidak akan marah pada bibi lagi ? "
" Papa janji tidak akan pernah meninggalkan Elenia lagi dan Elen boleh ikut papa kemanapun papa pergi mulai sekarang ? "
" Ya betul , papa tidak akan berbohong mengenai hal ini . Semua yang tuan putriku inginkan akan papa turuti . " Sambil tersenyum hangat dan menyentuh hidung mungil putrinya.
" Sungguh ? "
" Ya , sungguh! " sambil tersenyum lebar.
" Kalau putri cantikku mau memaafkan papa , sini peluk papa . " merentangkan tangannya. Kemudian Elenia menerima pelukan itu.
" Asal papa bisa menepati janji papa Elen mau memaafkan papa . " sambil memeluk Lucas Anggara sangat erat.
Sedewasa apapun pemikiran Elenia , dia tetaplah anak kecil yang membutuhkan kasih sayang .
" Yasudah jangan menagis lagi okey ? bagaimana kalau hari ini papa ajak Elen jalan-jalan ke pantai ? bibi Lu juga ikut . " Sambil memasang raut wajah riang .
__ADS_1