BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Boneka kayu cantik yang malang


__ADS_3

BOS MILYADER: Balas dendam



Kini hanya ada kesunyian dan suara isak tangis seorang wanita dari dalam ruangan tersebut setelah semua dokter pergi meninggalkan Liana agar Liana bisa menenangkan diri sejenak.


Kesunyian..... serta tangisan histeris itu mulai menyelimuti ruangan Liana berada! Dalam diam dan tangisnya Liana mulai membuka mulutnya, lalu ia berteriak sekeras-kerasnya !


“ Lucas Anggara kenapaaaa !? ” teriaknya seorang diri dengan nada tinggi, lalu ia terdiam sejenak dan menekukkan kedua kakinya untuk dipeluk.


Kemudian ia menyandarkan kepalanya tepat diatas lututnya sembari menangis dan berkata, “ Kenapa.....? Kenapa kau tidak membunuhku saja agar kau merasa puas Lucas Anggara ? Kenapa kau membiarkan aku hidup ? aku sangat membencimu..... dan aku juga membenci takdir hidupku yang begitu kejam padaku ! ” ucap Liana pelan sembari bersandar di kakinya , ucapan itu diiringi air mata yang mengalir tiada henti, kemudian Liana menggertakan giginya, ia menatapi dirinya yang begitu menyedihkan! menatapi dirinya yang malang , lagi dan lagi ia tidak bisa keluar dari sebutan TAWANAN LUCAS ANGGARA.


Kemudian Liana melepaskan pelukan tangannya dari kakinya, ia mulai menutup wajahnya dengan jari-jemarinya dan kali ini........ dadanya terasa sesak sekali ! Tubuhnya masih sangat lemas, hatinya hancur dan emosinya tak terkendali !


Kehidupan yang malang seperti ini Liana benar-benar tidak menginginkannya ! Liana membencinya ! Bahkan jika dibandingkan antara kebenciannya pada Lucas Anggara atau takdir hidupnya Liana justru lebih membenci takdir hidupnya.


Huh Takdir macam apa ini ?


Ditengah-tengah perjalanan dokter wanita yang baru saja keluar dari ruangan Liana barusan tiba-tiba ia harus menghentikan langkah kakinya sejenak karena berpapasan dengan Lucas Anggara, mereka berdua hampir bertabrakan kecil karena dokter wanita itu berjalan dengan terburu .


Saat dokter wanita itu menabrakkan tubuhnya secara tidak sengaja pada Lucas Anggara wajahnya langsung memucat, lalu ia dengan cepatnya membungkukkan badan sembari mengucapkan maaf terbata-bata,


” Ma, maafkan saya tuan muda saya berjalan dengan terburu hingga tidak memperhatikan jalan saya ! Mohon anda memaafkannya tuan muda ! ” ucap dokter wanita itu sembari menundukkan kepalanya, matanya terbelalak lebar-lebar menatapi ujung kaki Lucas Anggara .


Dokter wanita itu benar-benar sangat kaget saat ia harus berpapasan dengan Lucas Anggara.


“ Matilah aku ! ” ucap dokter wanita itu dalam hatinya ia mengutuki dirinya sendiri, lalu kembali keposisinya semula . Ia tidak berani menatap wajah Lucas Anggara apalagi menatap bagian matanya . Siapapun yang berani menatap wajah Lucas Anggara, jika Lucas Anggara tidak menyukainya maka orang yang menatapnya harus siap kehilangan matanya . Begitulah fikir dokter wanita yang melayani Liana tersebut.


“ Apa kau buta ? ” tanya Lucas Anggara dingin sembari menatapi dokter wanita itu dengan sorot mata tajamnya, nada bicaranya pun seperti menekan.


” Saya yang salah tuan muda , mohon anda berbelas kasih dan tidak menghukum saya ! ” ucap dokter wanita itu memohon maaf setulus hatinya, tubuhnya bergemetar, ia benar-benar harus menjaga setiap perkataannya agar tidak menyinggung tuan muda Lucas Anggara.


Kejam , tak memandang bulu baik itu pria atau wanita, jika berani menyinggung Lucas Anggara maka hanya akan berakhir tragis !


“ Jika kau tidak bisa berjalan dengan benar , lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada kedua mata dan kakimu . Kau mengotori pakaianku ! ” ucap Lucas Anggara dengan ekspresi wajah jijik.


Dia yang gila kebersihan itu tidak suka bila ada wanita asing yang menyentuhnya, baik itu menyentuh tubuh , maupun menyentuh pakaian miliknya. Baik disengaja maupun tidak , Lucas Anggara tidak akan pernah menyukainya ! Kecuali wanita yang dicintainya, maka ia tidak akan keberatan !

__ADS_1


Dan mengenai Liana ? dia menyentuhnya karena itu adalah bagian dari balas dendamnya.


“ Buang ini , aku tak memerlukannya lagi karena dirimu yang ceroboh ! ” ucapnya sembari melemparkan jas miliknya yang baru saja tersentuh sedikit pada dokter wanita itu.


Sorot matanya sangat tajam hingga membuat orang yang melihatnya pun ketakutan dibuatnya.


“ Baik tuan muda saya akan membuangnya, sekali lagi saya minta maaf dan terimakasih atas kemurahan hati anda ! " Ucapnya sembari memeluk jas hitam Lucas Anggara ditangannya. Sedangkan Lucas Anggara tak menggubris permintamaafan itu, ia langsung melanjutkan perjalanannya tanpa meninggalkan sepatah kata lagi.


Saat Lucas Anggara berjalan agak jauh meninggalkan dokter wanita itu , dokter itu langsung terhuyung lemas setelah mendengar ancaman yang keluar dari mulut Lucas Anggara .


Sangat menakutkan ! batinnya.


Kini Lucas Anggara telah berdiri di depan pintu ruangan Liana dirawat, lalu ia membuka pintu ruangan tersebut dengan perlahan.


-Suara pintu terbuka-


Ruangan itu sangat hening ketika ia membukanya, terlihat jelas seorang wanita berpakaian putih duduk diatas ranjang pasien, di tangannya masih melekat jarum jarum infus yang sudah teraliri darah Liana yang naik akibat pergerakan tubuhnya sebelumnya.


Namun Liana justru lebih tenang dibandingkan sebelumnya, ia sudah tidak menangis lagi , tatapan matanya sayu menatapi sudut ruangan . Mungkin juga ia tidak menyadari kehadiran Lucas Anggara, itulah sebabnya ia menjadi tenang.


Namun dugaan Lucas Anggara salah , sudah berjalan begitu dekat Liana masih seperti tidak menyadari kehadirannya.


Kemudian Lucas Anggara naik keatas ranjang, lalu menarik dagu Liana agar wanita tawanannya bisa menatap wajahnya. Saat kedua wajah itu berhadap-hadapan Liana seperti tak memiliki pandangan yang benar , tatapan matanya masih sama seperti tadi , sayu , tanpa ekspresi dan kebungkamannya saja.


Hal itu membuat Lucas Anggara kesal, berani-beraninya wanita tawanannya tidak menggubris perkataannya.


“ Berani sekali kau mengabaikan ucapannku ! " Ucap Lucas Anggara dengan nada tinggi. Mendengar teriakan itu Liana bergemetar , lalu ia berhasil membuka mulutnya dan bertanya pada Lucas Anggara dengan berat hati.


“ Lucas Anggara tolong bebaskan aku. ”


” Semua ini........ ”


“ Menyakitkan.... ! ” ucapnya tak bertenaga sembari menekan kata terakhirnya . Kemudian Liana terdiam sejenak , ia berkata seperti itu sembari menatapi mata Lucas Anggara, tatapan matanya sangat tak berdaya ketika mengatakan hal itu, namun mulutnya tersenyum dan airmatanya menetes saat mengatakan hal itu.


Kemudian Lucas Anggara tersenyum iblis.


“ Melepaskanmu ? ” tanya Lucas Anggara sembari tetap memegang dagu Liana tinggi-tinggi menatap kearahnya, lalu menghempaskannya begitu kasar sembari berkata memperingati Liana,

__ADS_1


“ Huh ,lebih baik kamu jangan pernah bermimpi untuk lepas dariku, kau selamanya adalah milikku, tawanan milik Lucas Anggara seorang ! kau hanya bisa lepas jika aku yang melepaskanmu ! Bahkan untuk mati sekalipun kau perlu meminta izin dariku ! Jadi jangan pernah berfikir bahwa aku akan mengabulkan keinginanmu itu, dan jangan bertindak bodoh lagi untuk mengakhiri hidupmu ! ”


“ Jadilah tawananku yang penurut maka aku akan bersikap lebih lembut padamu, jika tidak ? maka jangan salahkan aku yang kejam padamu ! ” ucap Lucas Anggara sembari beranjak dari posisinya, lalu ia berjalan keluar dari ruangan Liana begitu saja, meninggalkan Liana seorang diri yang terdiam murung diatas ranjang pasien.


Lalu Liana menundukkan wajahnya, dalam hati ia mulai menertawai dirinya sendiri. Pada akhirnya semua hanyalah sia-sia. Mulai dari hari ini , jam ini dan detik ini Liana sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup !


Baik itu hatinya, tubuhnya , mulai terasa mati rasa .


Perlahan demi perlahan ia tidak bisa memiliki sebuah emosi, mulutnya terkunci rapat-rapat. Mentalnya hancur bersamaan dengan kata-kata yang begitu menyakitkan dari mulut Lucas Anggara.


Kini...... hal yang dikhawatirkan dokter telah terjadi, Liana telah menjadi boneka kayu cantik yang malang.


Disisi lain, depan pintu kamar Liana. Sesosok pria masih berdiri disana dan termenung sembari berdiri tegap, pria itu tidak lain adalah Lucas Anggara.


“ Sesuai janjiku, aku , Lucas Anggara, akan memberikanmu sebuah kebebasan yang telah aku janjikan sebagai bentuk kemurahan hatiku ! aku berjanji setelah kau berhasil melahirkan anak yang tidak seharusnya hadir di dunia ini maka aku berjanji akan melepaskanmu sebagai tawananku.......”


“ Memberimu kebebasan yang seharusnya milikmu ! ”


“ Dan membuatmu tak pernah mengingat kejadian yang kau alami saat bersama denganku. ” tangannya mulai mengepal erat.


“ Disaat hari itu tiba , maka kau akan terbebas nona Liana ! ” tiba-tiba kepalan tangan itu melepas saat perkataannya berakhir. Kemudian Lucas Anggara berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan raut wajah muramnya.


>>>>>To be continue<<<<<



AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️

__ADS_1


Tip ⭐


__ADS_2