
BOS MILYADER : Balas dendam
Dua orang pria datang kekamar pribadi Lucas Anggara sesuai instruksi darinya, pria berbadan tinggi itu masing-masing memegangi kedua tangan Liana , sedangkan Liana berusaha memberontak agar tangannya terlepas , namun semua usahanya gagal . Semakin Liana memberontak kedua tangannya semakin digenggam erat, membuat Liana yang malang begitu kesakitan.
Kini terlihat Liana begitu sangat menyedihkan, ditambah lagi kedua tangannya yang terlumuri darah akibat goresan kuku miliknya.
“ Nona lebih baik anda jangan melawan lagi, mari silahkan ikut dengan kami , tuan muda sudah menunggu anda disana. ” ucap salah satu dari kedua pria berbadan tinggi dan kekar.
Liana hanya menunduk, wajahnya tertutupi rambut panjangnya. “ Menurut katamu ? bagaimana mungkin aku bisa tenang apalagi menurut saat aku harus menyerahkan nyawa anakku padanya ? lelucon macam apa lagi ini . ” Liana bergumam pelan menjawab ucapan pria itu, kemudian Liana tertawa lirih menertawai nasib buruknya.
Jika nanti Lucas Anggara benar-benar akan menyakiti anaknya, maka Liana sudah memutuskan akan pergi menemani anaknya bersama-sama. Mau bagaimana lagi ? Liana merasa tidak ada gunanya lagi untuk hidup , ia sudah tidak punya alasan untuk bertahan hidup , karena alasan dia untuk bertahan hidup sudah direnggut darinya.
Tanpa tersisa.
Ruangan terlarang.
Kini Liana sudah sampai di sebuah ruangan, ruangan itu sangatlah besar, tempat itu adalah salah satu ruangan paling mengerikan yang ada didalam kediaman Lucas Anggara, jika tidak salah tebak posisi ruangan ini terletak sangat tersembunyi, tepatnya diruangan bawah tanah .
Liana tidak mengerti dengan jelas posisinya karena saat dalam perjalanan ke ruangan terlarang itu kedua matanya ditutup kain bewarna hitam tebal.
Saat penutup matanya dibuka Liana melihat berbagai peralatan keji seperti borgol, pisau, dan cambuk , semua peralatan itu bahkan sangat lengkap.
Sedangkan saat ini tepat didepan matanya ia melihat Lucas Anggara menyaksikan kedatangan dirinya dengan santainya.
Seluruh tubuh Liana sangat bergemetar ketika ia mencium aroma darah yang samar dari ruangan itu. Liana sangat yakin bahwa Lucas Anggara benar-benar tidak akan mengampuni nyawa anaknya sekarang.
Liana sudah tidak akan pernah bisa terlepas lagi dari siksaan pria kejam Lucas Anggara.
“ Bagaimana ? apa kamu sudah mengucapkan selamat tinggal pada anakmu. Jika belum kamu boleh mengucapkan selamat tinggal sekali lagi pada anak itu . Bukankah aku sangat murah hati padamu nona Liana ? ” ucap Lucas Anggara menyeringai, dirinya duduk dengan santainya menyaksikan penderitaan Liana dan menikmati wajah menyedihkan Liana.
Sedangkan Liana bergumam pelan saat dirinya mendengar ucapan Lucas Anggara yang sama sekali tidak berperasaan, nyawa anaknya sendiri pun dia tega ingin segera melenyapkannya.
Liana mulai menepiskan senyuman hina didepan Lucas Anggara sembari berkata ,
“ Lucas Anggara kau bukan manusia . ” ucap Liana mendongkakkan kepalanya menatap Lucas Anggara dengan begitu berani kemudian tertawa lirih menertawan Lucas Anggara dengan senyuman hina.
Ya benar sekali, saat wanita sedang berada diujung mautnya ia merasa sebuah nyawa sama sekali tidak ada apa-apanya lagi baginya , Liana sudah tidak takut dengan kematian yang sudah ada didepan matanya.
Yang mati akan tetap mati, yang hidup pasti akan tetap hidup. Lalu mengapa Liana harus mati dengan kondisi ditindas ? kalau begitu lebih baik lawan saja sekalian . pikir Liana begitu cepat dalam hatinya.
Perlahan Lucas Anggara berjalan mendekat menghampiri Liana dengan raut wajah muram, ekspresi wajah tak bersahabat tak lupa ia tebarkan.
“ Waktu untuk mengucapkan selamat tinggal sudah habis, sekarang waktunya menyaksikan kepergiannya. ” ucap Lucas Anggara dingin sembari memegangi dagu Liana, Lucas Anggara sangat senang menyaksikan air mata putri dari musuhnya . Ia merasa balas dendamnya sudah hampir tercapai.
“ Lucas Anggara aku katakan selagi lagi, ampuni nyawanya. ” pinta Liana untuk yang terakhir kalinya, memohon hidup anaknya.
“ Jika aku menolak kau bisa apa ? ” jawab Lucas Anggara sembari menyeringai tipis, kemudian melepasakan tangannya dari dagu Liana.
“ Jika kau berani menyentuhnya maka aku akan membuatmu merasa berdosa, membuatmu dihantui rasa bersalah karena sudah menghilangkan dua nyawa tidak bersalah sekaligus . ” jawab Liana dingin semabari menatap tajam kearah Lucas Anggara.
Ucapannya baru saja itu tidak terdengar seperti main-main !
“ Apa kau fikir kau mampu ? kau tidak memiliki senjata apapun ditanganmu, cara apa yang kau miliki untuk menghabisi nyawamu sendiri. Lagi pula aku tidak akan membiarkanmu mati begitu mudah , aku masih belum puas denganmu. ” ucap Lucas Anggara sembari memegangi rambut panjang Liana, kemudian Lucas Anggara mencium aroma rambut Liana .
“ Menjijikan, Lucas Anggara kau monster ! ” seketika kedua mata Lucas Anggara terbelalak, untuk yang kesekian kalinya Liana memanggilnya dengan sebutan monster , kata-kata itu sungguh menusuk hatinya.
__ADS_1
Kemudian Lucas Anggara melepasakan tangannya dari rambut panjang Liana, raut wajahnya berubah begitu cepat dan terlihat sangat muram.
“ Maka akan kutunjukan monster yang sesungguhnya padamu . ” ucap Lucas Anggara dingin, kemudian berbalik badan, Lucas Anggara mulai memberikan isyarat agar Liana dibaringkan diatas ranjang yang sudah disiapkan. Sedangkan sang dokter yang diperintahkan mulai menyiapkan berbagai macam suntikan dosis tinggi, suntikan itu bisa membuat Liana keguguran hanya dengan beberapa suntikan.
Mengerikan.
“ Lucas Anggara mengapa kamu sangat kejam ! mengapa kamu begitu tidak berperasaan ! kau monster . ” ucap Liana memaki Lucas Anggara tiada henti.
“ Lepaskan aku ! ” Liana berteriak memberontak saat kedua bawahan Lucas Anggara menyeretnya kesebuah ranjang untuk melakukan aborsi.
Akan tetapi semuanya nihil, tetap saja dia berhasil di baringkan tepat diatas ranjang . Kedua tangan dan kakinya bahkan sudah diikat , Liana hanya bisa menangis dan mengutuki Lucas Anggara disetiap perkataanya.
Melihat sang dokter sudah menyiapkan berbagai macam Alat untuk mengaborsi bayinya, hatinya sudah hancur bagaikan pecahan kaca.
Kemudian Liana berkata untuk yang terakhir kalinya, ia tersenyum pahit diiringi air mata.
“ Lucas Anggara hidupku sudah sangat menyedihkan aku harus membebaskannya, aku harap kematianku dan anakku kali ini adalah yang terakhir kalinya untukmu, aku berharap tidak ada nyawa lain lagi yang kau siksa seperti diriku . Semua ini sangat menyakitkan, apa kau tau itu ? ” ucap Liana menipiskan bibirnya.
Kata-kata ini membuat Lucas Anggara tertegun, tapi pria itu masih menganggap angin lewat perkataan Liana.
“ Lucas Anggara , dikehidupan ini maupun selanjutnya aku tidak akan pernah memaafkanmu, jika bisa aku akan membalaskan semua dendam ini dikehidupan selanjutnya. Kau pantas menerima hal yang setimpal. ” ucap Liana untuk yang terakhir kalinya, kemudian Liana menutup mulutnya rapat-rapat menahan rasa sakit dihatinya.
Harapan hidup sudah tidak ada lagi, waktunya mengucapkan selamat tinggal pada dunia beserta takdir menyedihkannya.
“ Mama maaf, putrimu tidak bisa melanjutkan hidup didunia yang sangat kejam ini , maaf . ” ucap Liana dalam hati kemudian mulai memejamkan matanya , airmatanya berderai membasahi pipinya.
Saat dokter hendak menyuntikkan sebuah suntikan untuk Liana tiba-tiba sang dokter dibuat terkejut oleh tindakan Liana. Mulut yang tertutup rapat itu tiba-tiba mengeluarkan darah, matanya pun tidak lagi ia buka semenjak selesai mengucapkan perpisahan terakhir.
Pada akhirnya Liana memutuskan mengakhiri hidupnya beserta anaknya. Liana sudah lelah.
“ Tuan muda nona tidak sadarkan diri, mulutnya mengeluarkan darah ! dia mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menggigit lidahnya ! tuan muda apa yang harus kita dilakukan, jika darah ini tidak dihentikan nyawanya akan menjadi taruhannya. ” teriak sang dokter ketakutan dan bertanya pada Lucas Anggara .
Mendengar hal itu Lucas Anggara sangat terkejut tidak disangka Liana benar-benar akan memilih untuk bunuh diri demi menyelamatkan hidup bayinya.
Lucas Anggara langsung berbalik badan kemudian berteriak.
“ Apa lagi yang kau tunggu buka mulutnya jangan biarkan dia menggigit lidahnya lagi ! jika dia mati aku akan mengubur kalian semua yang tidak berguna ini bersamanya ! ” teriak Lucas Anggara sangat marah, kemudian menyuruh dokter itu menyelamatkan nyawa Liana terlebih dahulu.
“ Wanita aku tidak akan membiarkanmu mati ! ” ucap Lucas Anggara dingin sembari menyaksikan dokter itu bertugas menyelamatkan nyawa Liana.
Kebetulan semua peralatan medis sudah sangat lengkap disiapkan disana. Hanya menunggu hasil akhirnya.
Kondisi Liana sudah tidak sadarkan diri, kini Liana terbaring menyedihkan dengan lumuran darah dibagian tangan dan mulutnya.
Lihatlah betapa menyedihkannya kehidupannya, dosa yang tidak seharusnya ia terima kini sangat menyiksanya.
Harapan untuk hidup sudah pupus.
**
Sekarang Liana berada ditempat yang asing, ia melihat dirinya berubah menjadi kecil, sedangkan seorang wanita yang berdiri diujung sana adalah mamanya yang masih muda.
“ Mengapa aku bisa melihat mama ? apakah aku sudah berada dialam baka ? apakah aku sudah meninggal ? tapi begini juga jauh lebih baik aku sudah tidak menderita lagi. ” ucap Liana bertanya-tanya dalam hati kecilnya.
Sang mama mulai mengulurkan tangannya pada Liana sembari tersenyum, kemudian Liana berteriak memanggil mamanya , Liana berusaha meraih tangan mamanya, kemudian berlari sekencang-kencangnya.
“ Mama, mama jangan pergi ! tunggu Liana , Liana ingin ikut dengan mama. ”
__ADS_1
“ Mama dunia ini sangat kejam Liana takut sendirian , biarkan Liana ikut dengan mama . Mama tunggu Liana ! ” ucap Liana kecil sembari menangis , ia tidak bisa menggapai tangan mamanya walupun ia berlari mengejar kearah mamanya.
Semakin Liana berlari mamanya semakin menjauh darinya, kemudian Liana terjatuh seketika itu pula mamanya terlihat semakin samar, senyuman lembut sang mama juga ikut menghilang.
Disisi lain dokter bilang nyawa Liana sudah sangat kritis.
“ Tuan muda kondisi nona sangat kritis, dia sepertinya tidak memiliki harapan hidup lagi, hal itu membuat kondisinya semakin buruk , sudah berjam-jam nona masih belum melewati masa kritisnya . Saya takut dia tidak menginginkan untuk hidup, jadi dia lebih memilih pergi dan tidak mau membuka matanya. Jika terus seperti ini mungkin dia bisa mengalami koma yang cukup lama . Itu tidak akan bagus untuk ibu dan anak. ”
“ Dia tidak boleh mati, jika dia mati aku akan mengubur kalian bersamanya. ” ucap Lucas Anggara dingin berdiri tepat disamping Liana .
Dokter itu semakin ketakutan. Kemudian sang dokter membenarkan posisi kacamatanya.
“ Tuan muda saya ada cara, terapi ini benar-benar nyata dan manjur jika kita bisa menggunakannya dengan tepat . Apa anda pernah mendengar orang yang sudah koma dia juga bisa mendengarkan kita, jika tuan bisa memberinya alasan untuk dia semangat bertahan hidup, kemungkinan nona ini bisa sadarkan diri. ” ucap sang dokter memberitahu Lucas Anggara.
Kemudian Lucas Anggara mengerti, ia mulai mendekatkan mulutnya tepat ditelinga Liana.
“ Jika kau sadar aku akan melepaskan bayi ini, kemudian melepaskanmu pergi setelah kau melahirkannya. Aku tidak akan menggangu kehidupanmu lagi, tapi jika kau tidak sadar aku akan mengubur semua dokter tidak berguna ini untuk menemanimu. ” ucap Lucas Anggara dingin tepat ditelinga Liana.
Disisi lain Liana semakin menangis.
“ Mama jangan tinggalkan Liana disini sendirian, Liana sangat takut . Maaaaaama ! ” Liana berteriak histeris sembari mengulurkan tangannya , namun tetap saja mamanya menghilang dari pandangannya.
“ Tidaaak~~~ !” Liana menangis histeris. Akan tetapi disaat dia sedang terpuruk tiba-tiba seorang pria datang mengulurkan tangannya, wajah pria itu terlihat samar.
“ Ikutlah denganku . ” ucap pria samar yang mengulurkan tangannya pada Liana.
“ Apakah kau malaikat yang dikirimkan tuhan untukku. ” jawab Liana kecil sembari memegang telapak tangan pria tinggi itu, perasaan tidak asing terlintas dalam benak Liana.
Disaat Liana mulai menggenggam telapak tangan pria itu , bertepatan pula dengan jari jemari Liana mulai tergerak.
“ Bagus sangat bagus, ini bereaksi ! detak jantungnya sudah kembali normal . Tuan muda Lucas nona baru saja melewati masa kritisnya , semua ini berkat tuan muda. ” ucap sang dokter gembira akhirnya nona itu bisa melewati masa kritisnya, jika tidak maka dokter itulah yang akan jadi mayat .
Tiba-tiba Lucas Anggara kembali keposisinya, ia berjalan pergi meninggalkan ruangan itu sembari berkata.
“ Setelah kondisinya membaik pindahkan dia kemarku, bilang padanya bayinya sudah mati . Tidak ada seorangpun yang boleh mengatakan bayinya masih hidup . Helian kamu ikut denganku ! ” ucap Lucas Anggara dingin sembari berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.
“ Tuan muda sangat menakutkan. ” gumam semua orang yang ada disana sembari menatapi punggung Lucas Anggara yang berjalan semakin jauh menghilang dari pandangan.
to be continue....
AUTHOR
Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman❤️❤️ jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.
JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU
komentar 💬
Like 👍
Favorit ❤️
Tip ⭐
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️
__ADS_1