
BOS MILYADER : Balas dendam
Setelah kejadian itu Liana masih terduduk lemas menekukan kedua kakinya dalam dekapannya, Liana bahkan tidak berkutik sama sekali dari posisinya semenjak kejadian beberapa jam yang lalu itu.
Bahkan Liana tidak menyentuh makan malam yang diberikan pelayan padanya sama sekali.
Kedua mata Liana sangat sembab sehabis menangis akan tetapi tangisan itu masih belum puas bagi Liana untuk melegakan suasana hatinya , Liana ingin menangis sekali lagi agar hatinya merasa lega namun apa daya air matanya bahkan tidak ingin mengalir lagi ! serasa sudah kering karena terlalu banyak menangis disetiap harinya.
“ Mama , Liana sangat merindukan mama. ” ucap Liana menekukan kedua kedua kakinya dan memeluknya erat-erat, Liana menipiskan bibirnya dan ingin sekali menangis sekencang-kencangnya akan tetapi air matanya serasa sudah mengering tidak bisa mengeluarkan air mata lagi.
Dalam hati yang paling dalam perasan ketidak relaan serta sakit hati selalu saja menyelimuti dan membayang-bayangi dirinya. Hatinya masih begitu sakit saat mengingat bahwa dirinya adalah korban pembalasan dendam antara ayahnya dan pria terhormat dinegaranya yaitu Lucas Anggara . Korban balas dendam yang begitu menakutkan bagi Liana.
Hatinya begitu sakit, sakit sampai ia sulit bernafas.
Liana hanya berusaha menahan semua penderitaan yang diberikan pria kejam itu padanya. Sekuat apapun Liana memberontak dari pria kejam Lucas Anggara maka Liana akan semakin dibuatnya menderita dengan segala kelicikan rencananya.
Penderitaan yang diberikan Lucas Anggara sudah menghancurkan seluruh hidupnya dan masa depannya ! masa depan yang seharusnya cerah kini menjadi kegelapan saja yang tersisa.
Terkadang hati kecilnya ingin sekali menyerah pada tuhan , bahkan terlintas dalam benaknya Liana ingin sekali mengakhiri hidupnya sendiri karena tak kuasa menahan segala penderitaan yang diberikan Lucas Anggara padanya. Akan tetapi Liana tidak bisa melakukannya karena penyemangat Liana untuk tetap bertahan hidup masih menunggunya , walaupun badai begitu besar Liana harus tetap bertahan untuk mama tercintanya.
Bagi Liana mamanya adalah alasan yang membuat Liana untuk tetap bertahan hidup.
“ Mengapa takdirku begitu menyedihkan seperti ini...? dosa apa yang sudah kuperbuat dimasalalu hingga dimasa sekarang aku menjadi wanita paling tidak beruntung seperti ini. ” ucap Liana lirih mengeluh akan nasibnya, kemudian kedua mata Liana mulai samar ia tidak bisa melihat pandanganya dengan jelas.
“ Apakah aku akan mati ? ” tanya Liana berbicara seorang diri saat dirinya mulai kehilangan kesadarannya perlahan-lahan. Liana mulai tergeletak pingsan dilantai tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya.
Disisi Lain Lucas Anggara merasa cemas dirinya sudah tidak bisa mendengarkan Isak tangis wanita tawanannya lagi. Kemudian Lucas Anggara menyuruh seorang pelayan untuk datang kekamarnya memeriksa keadaan Liana, Lucas Anggara takut jika Liana akan melakukan hal tidak senonoh lagi yang mengancam nyawanya . Jika Liana mati maka Lucas Anggara akan kehilangan pijakannya untuk membalas dendam daniel Hadinata !
“ Pelayan periksa wanita itu apa dia sudah memakan makan malam yang diberikan atau tidak . Aku tidak ingin peliharaanku mati kelaparan . ” ucap Lucas Anggara dingin memerintahkan pelayanannya untuk melihat keadaan Liana.
“ Baik tuan muda saya akan segera memeriksanya. ” jawab pelayan wanita itu bergegas pergi memeriksa keadaan Liana sesuai perintah tuannya.
Akan tetapi saat pelayan itu baru saja sampai disana pelayan itu dikejutkan setengah mati akan keadaan Liana yang tergeletak pingsan. Melihat hal itu pelayan pun langsung berlari, bergegas memberitahukan keadan Liana pada tuannya.
Saat pelayan itu berada dihadapan Lucas Anggara tubuhnya mulai bergemetar .
“ Bagaimana? bagaimana keadaannya apakah dia sudah memakannya. ” tanya Lucas Anggara sembari meletakkan secangkir kopi yang ada ditangannya diatas meja.
“ Tuan nona itu tidak memakannya sama sekali, sepertinya nona itu tidak menyentuh makan malam yang diberikan sama sekali. Saat ini nona sedang pingsan . ” ucap pelayanan wanita itu ketakutan saat menyampaikan kabar itu pada tuannya. Seketika Lucas Anggara langsung beranjak dari posisinya , tanpa menjawab perkataan palayan itu Lucas Anggara langsung meninggalkannya dengan cepat.
Raut wajahnya terlihat muram, kemudian sembari berjalan kearah kamar Liana Lucas Anggara memanggil Helian Moura melalui panggilan telefonnya.
Saat panggilan itu baru saja tersambung Lucas Anggara langsung angkat bicara, bicaranya pun terdengar dingin, “ Helian panggil dokter kemari secepatnya. ” ucap Lucas Anggara memerintahkan Helian memanggilkan seorang dokter untuknya. Belum sempat Helian menjawab Lucas Anggara langsung memutus panggilannya.
“ Wanita kau memang cari mati ! ” ucap Lucas Anggara dalam hati sembari memasukan ponselnya disaku celananya berjalan menuju kamar tidurnya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Lucas Anggara melihat Liana tergeletak pingsan dilantai, Lucas Anggara langsung menggendong Liana dan menaruhnya di atas tempat tidurnya sembari menggu kedatangan Helian membawa dokter untuk memeriksa keadaan Liana , tak lama kemudian dokter yang dipanggil Helian sudah datang. Karena dokter itu memang dari awal sudah berada dikediaman Lucas Anggara dan ditugaskan oleh Lucas Anggara merawat Liana jadi tidak butuh banyak waktu memanggilnya datang kekamar.
“ Cepat periksa dia, beritahu aku apa dia mati atau tidak ! ” ucap Lucas Anggara penuh kemarahan saat mengatakannya.
“ Ba..baik, saya akan segera memeriksa keadannya . ” ucap dokter itu begitu ketakutan saat berhadapan langsung dengan Lucas Anggara, kemudian dokter itu langsung memeriksa keadaan Liana secepatnya.
“ Tuan muda Lucas tidak terjadi hal yang serius padanya, hanya saja tubuhnya terlalu lemah karena tidak makan teratur ditambahkan lagi dirinya merasa sangat tertekan itulah yang menyebabkan keadaannya jadi seperti ini . Saya akan memberikan cairan infus agar tubuhnya tidak lemas, dan beberapa obat untuk diminum . Setelah nona sadar nanti ia harus makan makanan yang lembut dan meminum obat yang kuberikan . ”
“ Pastikan dia meminum obatnya dan jangan terlalu menekannya, atau keadaannya akan semakin memburuk . ” jelas dokter itu panjang dan lebar menjelaskan kondisi Liana pada Lucas Anggara dengan keberanian yang sudah dikumpulkan.
Namun Lucas Anggara hanya menjawab perkataan dokter itu begitu singkat.
“ Aku sudah mengerti, pergilah. ” ucap Lucas Anggara menyuruh dokter itu segera pergi, mendengar perkataan Lucas Anggara dokter itu langsung pergi secepat kilat karena takut saat berhadapan dengannya.
“ Helian buatkan bubur untuknya. ” perintah Lucas Anggara pada Helian Moura begitu dingin dan tanpa ekspresi.
“ Tuan.... ” ucap Helian terkejut saat dirinya melihat tuannya mulai sedikit perhatian pada wanita tawanannya , hal itu membuat Helian sedikit tersentuh, kemudian Lucas Anggara langsung menatap tajam kearah Helian , tatapan mata itu seakan memperingtkan Helian agar tidak berfikir macam-macam dalam benaknya.
“ Apa yang kau lihat, cepat pergi dari sini ! aku hanya tidak ingin batu pijakanku untu balas dendam mati kelaparan. ” ucap Lucas Anggara dengan nada tinggi, sembari menatap tajam kearah Helian.
“ Baik, saya akan segera menyuruh pelayan membuatkan bubuk untuknya. ” jawab Helian menunduk kemudian bergegas pergi dari kamar Lucas Anggara itu.
Sedangkan Lucas Anggara hanya menatapi raut wajah Liana dengan tatapan penuh kebencian, kemudian Lucas Anggara meraih rambut panjang Liana dengan lembut, didekatkan hidungnya mencium aroma dari rambut Liana.
“ Sayang sekali wanita secantik dirimu malah memiliki nasib buruk seperti ini, saat kau tertidur kau terlihat sangat manis dan rapuh , tapi saat kau terbangun kau akan menjadi singa yang ganas. ”
“ Jika kau tidak memberontak dan menurut untuk menjadi batu pijakanku untuk membalas dendam Daniel, mungkin aku akan mempertimbangkan memperlakukanmu dengan lembut...... ” ucap Lucas Anggara lembut sembari memainkan rambut panjang Liana dan menyeringai.
“ Wanita yang tidak beruntung...... ” ucap Lucas Anggara dingin kemudian melepaskan tangannya dari rambut Liana.
Tak lama kemudian Liana mulai tersadar, disaat ia hendak membuka mata ia melihat dengan samar Lucas Anggara berada disampingnya . Kemudian dengan cepat Liana langsung menutup matanya kembali bersikap seolah ia masih tidak sadarkan diri.
Akan tetapi Lucas Anggara sudah melihat dirinya tersadar , kemudian Lucas Anggara menyeringai .
“ Pura-pura tidur ? jika sudah bangun mengapa tidak mau membuka mata, apakah kau benar-benar ingin mati ? tapi jika kau ingin mati aku tidak akan keberatan asalkan kau bersedia aku menguburmu hidup-hidup bersama dengan kedua orang tuamu untuk menemanimu. ” ucap Lucas Anggara menyeringai, menakut-nakuti Liana , seketika Liana langsung membuka matanya lebar-lebar karena marah mendengar perkataan pedas darinya.
Liana berteriak , “ tutup mulutmu ! jangan bicara macam-macam , atau aku akan merobek mulutmu tanpa sungkan jangan pernah kau menyebut mamaku dengan mulut kotormu itu. ” jawab Liana menatap tajam kearah Lucas Anggara dengan tatapan penuh kebencian.
“ Oh ? besar juga nyalimu apa kau tidak takut denganku ? ”
“ Mengapa aku harus takut ? ” jawab Liana dengan nada tinggi, menatap kearah Lucas Anggara dengan tatapan tajam.
“ Kau begitu yakin? apakah jika aku berbuat sesuatu pada mama tercintamu yang sedang sekarat kau masih bisa berani menentang ku? wanita....apapun yang kuinginkan aku pasti bisa mendapatkannya dengan mudah. Menghancurkanmu dan seluruh keluarga Hadinata juga sangatlah mudah bagiku ! sekali hentikan jari jika aku mau maka keluarga hadinata akan lenyap, menjadi butiran debu.... ” ucap Lucas Anggara menyeringai menakuti Liana dengan setiap perkataannya.
Seketika Liana terdiam. “ Iblissss..... ” ucap Liana dingin menyebut Lucas Anggara Iblisss dengan keberanian.
Mendengar perkataan Liana barusan Lucas Anggara menjadi marah, seperti hinaan tersendiri baginya, Lucas Anggara menggertakan giginya dan berteriak , “ kauuuu ! beraninya..... ” ucap Lucas Anggara tak menyelesaikan perkataannya , Lucas Anggara masih teringat perkataan dokter, tidak boleh terlalu menekannya.
__ADS_1
Lucas Anggara berusaha menahan emosi, kemudian seseorang datang keruangannya dia tak lain adalah Helian Moura yang membawakan bubur hangat sesuai perintah darinya.
“ Tuan muda bubur yang anda minta sudah datang. ” ucap Helian Moura dengan sopan kemudian berjalan semakin masuk kedalam kamar, Helian melihat perang dingin antara tuannya dan wanita tawanannya.
Kemudian Helian menyerahkan bubur itu pada Lucas Anggara, kemudian Lucas Anggara memberi kode pada Helian agar segera pergi meninggalkan ruangannya. Dengan cepat Lucas Anggara langsung pergi secepat mungkin dari ruangan tuannya.
Lucas Anggara yang memegang bubur hangat itu mulai mengambil bubur itu sedikit dalam sendok dan meniupnya secara pelan.
Sendok itu disodorkan tepat didekat mulut Liana, “ buka mulutmu. ” ucap Lucas Anggara dingin saat menyuapi Liana. Melihat Lucas Anggara yang berinisiatif menyuapinya Liana sangat terkejut dibuatnya dan menatap kearah Lucas Anggara lebar-lebar dengan tatapan bingung sekaligus tak percaya.
“ Apa yang kau fikirkan? aku hanya tidak ingin batu pijakanku untuk balas dendam mati , cepat makan . ” ucap Lucas Anggara mengernyitkan kedua alisnya, sedangkan tangannya masih menyodorkan sendok berisi bubur pada Liana.
“ Ternyata hanya hayalanku saja, tidak mungkin iblis kejam sepertinya bisa bersikap lembut padaku... Liana apa yang kamu harapkan? ” ucap Liana dalam hati sembari menyeringai, kemudian Liana memalingkan kepalanya menolak suapan yang diberikan Lucas Anggara padanya.
“ Jika kau memakan bubur ini sampai habis, dan meminum obatnya aku akan mengizinkanmu bertemu dengan mamamu besok. ” ucap Lucas Anggara dingin, mencoba membujuk Liana agar segera memakan buburnya .
Mendengar perkataan itu Liana sangat terkejut. “ benarkah !? ” tanya Liana penuh semangat menjawab perkataan Lucas Anggara.
“ Jika kau ingin aku mengulangi perkataanku sekali lagi aku akan berubah fikiran. ” ucap Lucas Anggara dingin, tangannya masih tetap menyodorkan bubur itu tepat didekat mulut Liana.
Dengan berat hati Liana langsung setuju, “ baiklah aku akan menurut untuk yang ini, jangan kau mengingkari perkataanmu. ” ucap Liana terpaksa, kemudian melahap bubur yang di siapkan Lucas Anggara untuknya.
Suapan-demi suapan Lucas Anggara mulai dilahap habis oleh Liana , namun tiba-tiba sesuatu telah terjadi.
“ Kenapa...... ? kenapa hatiku merasa aneh. ” ucap Lucas Anggara dalam hati, entah kenapa saat dirinya menyuapi Liana seperti ada yang salah dengannya, tatapan matanyapun tidak bisa lepas memandang Liana.
**
to be continue.....
AUTHOR
selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman❤️❤️
jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.
JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU
komentar 💬
Like 👍
Favorit ❤️
Tip ⭐
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️