BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

BOS MILYADER: Balas dendam



Namun ia berusaha sebaik mungkin untuk menyembunyikan rasa cemasnya itu.


Kemudian Liuyan secara sembunyi-sembunyi mulai menaruh tangannya tepat di belakang tubuhnya. Ia mulai memainkan kuku jarinya karena merasa cemas.


“ Aku hanya berkata seperti itu dengannya saja tadi........” batinya sembari mencoba mengingat dengan jelas kejadian saat di ruangan Liana, kejadian saat dirinya menggertak Liana dengan sedikit ancaman darinya.


“ Karena disana hanya ada kita berdua saja bukankah ini masih aman ? Lagi pula aku tidak melihat adanya cctv disana jadi aku begitu bebas berani mengatakannya ! Lagi pula...... kalau wanita itu sadar dia masihlah bisu ! Akupun tau kalau ruangan perawatan wanita itu juga kedap suara . Jadi...? tidak akan ada bukti yang menunjukkan akulah pelaku yang mereka cari kan ? ”


“ Semua ini akan lancar jika pelayan wanita dihadapanku ini tidak membongkar kedok ku ! maka semua akan aman-aman saja ! ” batin Liuyan sembari melirik kearah pelayan yang berlutut di depan Lucas Anggara.


Sedangkan telapak tangannya semakin berkeringat dingin.


Kemudian Lucas Anggara menatap pelayanan yang ada di hadapannya itu dengan tatapan tajamnya.


“ Hei pelayanan,... ” panggilnya dingin sembari memegang dagu pelayan yang berlutut di hadapannya itu.


Kemudian Lucas Anggara menaikan tangannya , membuat pelayan wanita itu mendongkakkan kepalanya tepat menatap dirinya. Dengan nada liciknya Lucas Anggara pun melanjutkan ucapannya,


“ Apa kau sudah mempertimbangkan apa yang kamu katakan barusan pelayan kecil ? kalau begitu...... tunggu aku bisa membuktikan kalau kau tidak bersalah maka kau akan aman. Tapi jika aku menemukan kau adalah pelakunya...... maka kau harus siap-siap menanggung konsekuensinya ! apa kau mengerti ucapanku pelayan kecil ? ” ucapnya sembari menyeringai licik sejenak setelah menggertak pelayan kecil yang ada didepannya itu.


Namun tawa licik itu berubah begitu cepat menjadi ekspresi muram.


“ Saya mengatakan dengan jujur tuan muda , saya tidak berani berbohong tuan, jika anda menemukan bukti bahwa saya bersalah maka saya siap menerima hukuman dari tuan muda . ” ucap pelayan kecil itu menatap Lucas Anggara dengan segala ketakutannya , matanya berbinar karena menahan tangis.


Walaupun dalam lubuk hati terdalam ia sangat takut jika melihat lucas Anggara dengan emosi yang membuldak seperti ini, namun ia harus bisa menahan tangis dan rasa takutnya sementara !


“ Cih , wanita lemah ! kamu boleh kembali berdiri sekarang ! ” ucap Lucas Anggara sembari melepasakan tangannya dari dagu pelayan itu.

__ADS_1


Kemudian pelayan kecil itu berdiri , ia berbalik badan untuk kembali ke tempatnya semula . Namun Liuyan langsung memberikannya tatapan mata penuh isyarat ! benar sekali, tatapan mata itu seolah mengisyaratkan bahwa dia tidak boleh membuka mulut untuk mengadu semua hal yang ia ketahui ! mengadu bahwa Liyuan lah yang menemani nona Liana saat makan malam hari ini selain dirinya.


Mau bagaimana lagi ? Hidup dan mati adiknya kini sedang dibawah kendali Liyuan ! berbohong sekalipun..... ia harus melakukannya demi keselamatan adiknya !


Kemudian Liyuan menyeringai puas , Lucas Anggara tak menuding dirinya sama sekali di saat mereka berlima sedang di interogasi. Hanya pertanyaan kecil yang ditanyakan padanya sebelumnya , dan Liuyan berhasil melalui pertanyaan itu.


Bagi Liyuan mungkin Lucas Anggara memandang latar belakang keluarganya . Hal itu membuat Liuyan puas !


Sejenak, Liuyan pun mulai sombong. Ia begitu membanggakan latar belakang keluarga yang berlatarkan putri perdana menteri.


“ Aku adalah putri perdana menteri, tuan Lucas mengetahui itu, dia tidak mungkin menaruh kecurigaan itu padaku ! tidak ada saksi , tidak ada bukti . Tidak akan yang bisa membuktikan bahwa akulah pelaku yang di maksud mereka sebenernya ! dan pelayan rendahan ini , dia adalah kambing hitam yang tepat ! ” batin Liuyan sembari melirik kesampingnya, ia tersenyum tipis saat melihat rekannya menjadi tersangka Lucas Anggara.


Namun di saat yang tak terduga, petugas CCTV yang diperintahkan Lucas Anggara datang kearahnya , sembari membawa laptop dan beberapa peralatan lain miliknya.


“ Tuan muda , saya sudah mengecek cctv tersembunyi yang ada di ruangan nona Liana . Anda bisa lihat sendiri hasilnya , semoga anda puas setelah melihat hasil cctv ini. ”


“ Saya akan memutar ulang di jam yang ini . ”


“ Cepat putar , jangan banyak bicara ! ” perintah Lucas Anggara tak sabaran.


Melihat pria itu membahas CCTV tersembunyi yang ada di ruangan Liana , kaki Liuyan terasa seperti tak bertenaga lagi. Berdirinya pun tiba-tiba sempoyongan . Tubuhnya mulai goyah karena takut kedoknya terbongkar !


“ Kau tidak apa apa nona Liyuan ? ” bisik pelayan yang di jadikan kambing hitam oleh Liuyan, sembari membantu Liuyan berdiri tegap.


“ Aku tidak apa apa ! jangan menyentuhku. ” jawab Liuyan ketus , namun pelan.


Saat video rekaman CCTV selesai diputar , Lucas Anggara akhirnya tau , siapa pelaku yang sebenernya ! siapa orang yang mengatakan hal yang memicu penyakit halusinasi Liana.


Dan dialah pelakunya ! seorang putri perdana menteri yang terhormat. Nona kedua dari keluarga Lee .. Liuyan Lee !


Motif apa yang begitu membuat putri perdana menteri itu berani melakukan hal seperti itu ? Lucas Anggara sama sekali tidak mengerti apa tujuan Liuyan Lee sebenarnya .

__ADS_1


Kemudian Lucas Anggara memberikan perintah,


“ Kalian semua boleh pergi . ” ucap Lucas Anggara sembari melihat kelima pelayan tersebut.


“ Baik tuan muda. " Jawab kelima pelayan tersebut serentak. Kelima pelayan itupun segera berbalik badan dan perlahan-lahan berjalan pergi, termasuk Liuyan, ia melangkah pergi dengan rasa takutnya.


“ Tuan muda menyuruh kami berlima pergi ? Syukurlah ! apakah cctv itu tidak membuktikan kalau aku adalah pelakunya ? ” batin Liuyan merasa lega untuk sementara waktu, namun TIDAK saat Lucas Anggara tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


“ Pelayan Liuyan ! hanya kamu saja yang tidak boleh pergi dari sini ! ” ucap Lucas Anggara menghentikan langkah kaki Liuyan. Sedangkan pelayan lainnya tetap melanjutkan jalannya dan pergi melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing tanpa menoleh kebelakang mereka sedikitpun.


“ Saya tuan ?? ” jawab Liuyan sembari menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.


“ Ya .... Kamu.. apakah ada Liuyan lagi disini selain dirimu ? ” jawab Lucas Anggara sembari melirik tajam kearah Liuyan..


Disaat itulah, Liuyan hanya bisa meneguk Liurnya.


Apakah Lucas Anggara sudah mengetahui segala kebenarannya ?


“ Kalau begitu apalah aku akan tamat kali ini ! ” batin Liuyan bagaikan tersambar petir, selangkah demi selangkah ia mulai melangkahkahkan kakinya maju menghampiri Lucas Anggara yang tengah duduk di sofa.


“ Berani sekali kamu menentang peraturan di kediaman ini ? apa kau sudah bosan hidup ? ” tanya Lucas Anggara penuh amarah yang tertahan.


“ Tuan muda apa yang anda katakan sebenarnya , saya tidak mengerti . ” jawab Liuyan pura-pura tidak tau.


“ Masih berani mengelak ? ” liriknya tajam.


“ BERLUTUT SEKARANG JUGA !!!! ” teriak Lucas Anggara dengan penuh amarah. Seketika itu juga Liuyan jatuh terduduk dan melemas. Ia pun bertekuk lutut secara spontan saat mendengar teriakan Lucas Anggara.



>>>>To be continue <<<<

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya yaa teman-teman, jika kalian suka jangan lupa beri aku like ,komentar dan vote yaa.


Satu LIKE dan VOTE kalian sangat berharga bagi author 💓


__ADS_2