BOS MILYADER: Balas Dendam

BOS MILYADER: Balas Dendam
Seperti bom waktu, begitulah kondisi mentalnya


__ADS_3

BOS MILYADER : Balas dendam



Disisi lain,


-Ruangan perawatan Liana-


Masih setengah jam proses terapi psikologis yang di lakukan dokter Lea pada Liana, akan tetapi Lucas Anggara tak sabaran dan mulai mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat ke dua dokter tersebut berkeringat dingin.


“ Kalian ! apa saja yang kalian lakukan dari tadi ? mengapa kalian masih saja tidak bisa membuat wanita ini kembali berbicara ! Aku membayar mahal kalian untuk hal penting ini , mengapa kalian begitu tidak berguna sekarang ! ” teriaknya dengan lantang memarahi kedua dokter tersebut.


“ Jika kalian tidak bisa menyembuhkannya....... akan aku pastikan pekerjaan dan impian kalian akan hancur ditanganku ! jangan harap kalian bisa memiliki izin praktek kedokteran lagi setelah ini ! Apa kalian mengerti ! ” ucap Lucas Anggara dengan nada tinggi sekaligus penuh ancaman.


Nada bicara itu begitu membuat kedua dokter itu ketakutan. Mereka berdua merasa sangat terancam ! mereka semakin merasa tiidak nyaman apabila Lucas Anggara menatapi mereka dengan tatapan membunuh sewaktu menjalankan tugasnya.


Namun sayang sekali mereka berdua berurusan dengan seseorang yang benar-benar tidak bisa mereka singgung sedikitpun.


Dengan kedudukan dan reputasi yang dimiliki Lucas Anggara , hampir semua berada dalam kendalinya.


Mau tidak mau , mereka hanya bisa patuh!


Kemudian dokter Lea memberanikan diri dan berkata,


“ Tu, tuan muda ! hal seperti ini kita tidak akan bisa mendapatkan hasilnya secepat yang tuan muda minta . Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun nona Liana masih tidak mau membuka mulutnya. Bahkan ia seolah tidak mendengar apa yang saya katakan padanya. Psikoterapi ini setidaknya membutuhkan waktu berbulan-bulan lamanya agar nona Liana bisa kembali pulih, akan tetapi ada satu hal yang saya khawatirkan disini tuan.... ” ucap dokter Lea terhenti ketika ia hendak mengatakan hal selanjutnya.


“ Apa yang sebenernya ingin kau katakan ? jangan bertele-tele . ” tanya Lucas Anggara sembari melirik tajam kearah doker Lea yang duduk disamping Liana.


Kemudian dokter Lea mendongkakkan kepalanya sekali lagi menatap Lucas Anggara dengan tatapan serius. Sembari berkata,


“ Tuan saya khawatir satu hal, nona Liana memiliki depresi yang cukup berat saat ini ! baginya apa yang dia alami sebelumnya adalah cedera terparah yang pernah ia alami . Sehingga membuat dirinya sendiri jatuh ketitik ini. Mental yang hancur ini jika ia mengalami tekanan yang membuat dirinya tidak nyaman hal ini bisa berakibat fatal ! Baik itu ibunyaa.... maupun anak yang ada dalam kandungannya bisa berada dalam bahaya kapan saja ! ”


“ Seperti bom waktu, bisa meledak kapan saja . Seperti itulah kondisi mental nona Liana saat ini. ”

__ADS_1


“ Jika dalam masa terapi pasien merasakan sedikit tekanan pada mentalnya saya takut nona Liana tidak bisa kembali seperti sedia kala. Saya harap tuan muda Lucas bisa bekerja sama dengan kami untuk kesembuhan pasien yang maksimal. ”


Setelah memberi penjelasan panjang dan lebar suasana menjadi hening sejenak. Namun keheningan itu lenyap saat Lucas Anggara mulai membuka mulutnya dan berkata ,


“ Kamu berani sekali menatapku dokter Lea ? Apa kau sudah bosan melihat dunia ? ” tanya Lucas Anggara tak bersahabat, seketika itu juga dokter lea menurunkan sorot matanya.


Dokter Lea menunduk dengan cepat, ia hanya melihat sepasang sepatu Lucas Anggara yang bewarna hitam mengkilat tanpa noda sedikitpun disana !


Tubuhnya bergemetar.


“ Maaf , maafkan saya tuan muda ! Sa,,,, saya tidak bermaksud untuk .? ” ucapnya belum sempat selesai, namun Lucas Anggara terburu memotongnya.


“ Anggap saja ini adalah bentuk kemurahan hatiku , lain kali aku tidak mengizinkanmu menatap diriku begitu berani seperti itu lagi jika kau masih ingin melihat dunia lebih lama ! Aku serahkan wanita ini pada kalian berdua . Ingat, jika kalian gagal , maka kalian jangan pernah memikirkan hal yang bagus setelahnya! ”


“ Aku tidak pernah bermain-main dengan apa yang aku katakan barusan . ” ucap Lucas Anggara sembari menutup kedua matanya, sedangkan kedua alisnya mengerut.


“ Baik tuan muda kami mengerti . ” jawab kedua dokter itu serentak.


“ Kami mengerti tuan muda ! ” jawab kedua dokter tersebut secara bersamaan.


- Suara gebrakan pintu -


Akhrinyaa.... kedua dokter tersebut bisa bernafas lega saat Lucas Anggara baru saja meninggalkan ruangan.


Kemudian dokter Lea merasakan kakinya lemas tiba-tiba, ia pun jatuh terduduk di ranjang.


“ Dokter Lea apa kamu tidak apa-apa ! ? ” tanya rekannya.


“ Saya tida apa-apa dokter Jo , hanya saja perkataan tuan muda Lucas Anggara benar-benar membuatku bergemetar ! anda tau sendiri pria seperti apa dirinya bukan ? Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan nona Liana , jika nona Liana tidak memiliki keinginan hidup bukankah terapi yang kita lakukan akan sia-sia dokter Jo....? ”


“ Saya punya satu anak perempuan dan seorang suami dirumah . Saya tidak ingin keluarga saya menderita jika kita gagal menyelamatkan nona Liana dokter Jo ! Apa yang harus kita lakukan sekarang ? ” keluh dokter Lea pada rekannya.


Kemudian dokter Lea memegang pundak Liana yang melamun dengan tatapan kosong.

__ADS_1


“ Nona Liana saya mohon katakan sesuatu . Setidaknya beri kami sedikit harapan kecil . ” ucap dokter Lea lirih sembari menyentuh pundak Liana, tatapan dokter Lea seolah sudah pasrah.


“ Nona Liana anda harus segera sembuh. ” ucap dokter Lea sembari mengerutkan alisnya merasa sedih, baru kali ini ia menangani pasien yang begitu depresi seperti ini.


Semua yang dilakukannya NIHIL !


Tidak sedikitpun Liana mendengarkan ucapannya, hanya ada raut wajah datar , bibir yang memucat , dan tatapan mata sayunya saja.


Disisi lain, kamar pribadi Lucas Anggara.


“ Helian suruh pelayan datang ke kamarku dan minta bawakan set baju untukku ! setelah ini kita harus pergi ke perusahaan untuk rapat ! ” pinta Lucas anggara sembari melepaskan jasnya.


“ Baik tuan muda saya akan memerintahkan pelayan datang kemari dan membawakan apa yang tuan muda minta ! ”


“ Saya undur diri dahulu tuan muda. ”



>>>>> To be continue <<<<<


AUTHOR


Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.


JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU


komentar 💬


Like 👍


Favorit ❤️


Tip ⭐

__ADS_1


__ADS_2