
Tettt....
Bel istirahat kedua pun berbunyi.
"Yan temenin gue yuk." Ajak Sinta.
"Kemana?" Tanya Yana.
"Ke kantin alat tulis." Sinta berbohong agar Yana mau menemaninya.
"Lo mau ngapain kesitu?" Tanya Yana lagi dengan ekspresi polosnya.
"Mau nimpuk orang pake batu." Jawab Sinta asal dan Tria yang mendengarnya pun terkekeh sedangkan Yana semakin bingung.
"Astaga Sin tolong jangan lakuin itu lo tau kan itu dosa trus nanti lo bakal dihukum..." Dengan cepat Sinta menutup mulut Yana yang mulai bicara omong kosong.
"Lo mau gak?" Tanya Sinta memastikan.
"Ogahh gue mah kalo mau cari masalah." Jawab Yana yang semakin bloon bagi Sinta.
"Ya mau beli Pena lah Yanaa... lo ya percuma lo pinter tapi logika lo kurang." Sambil menepuk jidat Yana pelan dan Tria yang melihat itu malah semakin terkekeh.
"Trus kenapa lo ngajakin gue kenapa gak ngajakin si Tria?" Tanya Yana lagi.
"Katanya dia lagi gak mood mungkin ada masalah sama si Edi kali." Jawab Sinta asal.
"Sembarangan lo!" Ketus Tria sambil melemparkan pena nya ke Sinta.
"Yaudah deh yuk." Ajak Yana.
"Nah gitu dong dari tadi kek.. itu baru namanya sahabat gue." Sambil melingkarkan tangan nya di bahu Yana.
.
"Loh kok belok kanan Sin? bukannya kantin nya ada di kiri ya?" Tanya Yana kebingungan.
"Bentar gue mau kesitu dulu." Jawab Sinta dan Yana hanya menganggukkan kepalanya.
"Kak.. Kak Boy nya ada?" Tanya Sinta pada salah satu teman sekelas Boy yang sedang duduk di teras Kelas.
__ADS_1
"Oh Boy yah dek dia ada kok di dalem masuk aja." Suruh Kakak Kelas itu.
"Ah.. em.. Kak bisa minta tolong gak panggilin dia?" Sinta merasa tidak enak hati tapi dia juga tidak berani masuk ke Kelas Boy.
"Kenapa gak langsung masuk aja?" Tanya Kakak Kelas itu heran.
"Saya gak berani Kak,, please yah kak panggilin dia." Sinta memohon.
"Oke,, kalo gitu tunggu sebentar ya." Ucap Kakak Kelas tersebut sambil berjalan menuju ke dalam kelas.
"Woyy.. Boy ada yang nyariin lo tuh!" Sinta bisa mendengar dengan jelas suara Kakak Kelas tersebut.
"Siapa?" Tanya Boy acuh.
"Adik Kelas." Jawab Kakak Kelas itu singkat.
"Namanya *****!" Ketus Boy.
"Eh?.. dek namanya siapa?" Tanya Kakak Kelas itu yang berbalik ke belakang.
"Sinta kak." Jawab Sinta sambil tersenyum dan tanpa menjawab Kakak Kelas itu langsung berbalik.
"Pacar gue." jawab Boy santai sambil berjalan keluar dan semua orang yang ada di Kelas ikutan keluar karna ingin melihat pacar Boy.
Sinta yang mendengar itu merasa sangat malu dan belum lagi Yana yang mengomel karna menunggu terlalu lama.
"Eh.. Sinta,, ada apa?" Tanya Boy dengan wajah nya yang tanpa dosa.
"Jadikan Kakak kemaren ambilin ponselnya Sinta?" Tanya Sinta sambil menunduk lantaran malu karna teman-teman Boy yang menatapinya.
"Ohh.. iya jadi,, tapi ketinggalan di kos'an...." Jawab Boy masih dengan wajah santainya.
"Gimana kalo nanti Sinta pulangnya aku anterin tapi sebelum itu kita jemput hape nya dulu ke kos'an, gimana?" Boy memberikan saran.
"Tumben ya si Boy mau pacaran sama satu Sekolahan." Ucap salah satu teman cewwk Boy.
"Iya dia juga pernah cerita ke gue kalo dia gak suka pacaran satu Sekolah." Ucap salah satu nya lagi.
"Kapan ya mereka jadian nya? romantis gak sih gue jadi kepo ni."
__ADS_1
"Iya gue juga si Boy kan humor nya tingkat dewa uda gak mikir lagi kalo ngomong."
"Emm.. yaudah deh Kak kalo gitu Sinta balik ke Kelas dulu ya." Sinta terpaksa menyiyakan saran Boy dan langaung pergi dari kelas Boy lantaran sudah malu karna di bisikin teman cewek nya Boy.
"Lo pada ngapain sih bisikin gue sama pacar gue liat tuh dia kan jadi malu, norak lo pada ya!" Bentak Boy dan teman-teman nya masih merasa kalau Boy sedang bercanda.
"Tau nih uda-uda bubar !" Bentak Rio selaku teman dekat Boy.
.
Sesampainya di kantin alat tulis Sinta dan Yana duduk di kursi.
"Gila... se famous itu ya dia di Sekolah sampe-sampe temen sekelas nya cewek sampe gosipin lo." Ucap Yana.
"Gak lah menurut gue dia nya aja tuh yang sok cari sensasi kan temen- temen nya semua jadi pada tau." Jawab Sinta agak kesal.
"Iya juga ya eh.. tapi omong-omong kok hape lo ada sama dia sih?" Tanya Yana yang baru menyadari tujuan mereka kesana.
"Iya kemaren Hape gue kebawa sama dia ." Jawab Sinta singkat.
" Kok lo biarin sih!" Ucap Yana lgi.
"Bukan nya gue biarin tapi kita sama-sama lupa Yana ku sayang yang ****** nya tingkat dewa." Ucap Sinta geram tapi Yana masih dengan wajah polosnya.
"Eh neng mau beli apa?" Tanya Ibu kantin yang membuat mereka terkejut.
"Eh Ibu bikin kaget aja,, ini Sinta mau beli pena nya satu Bu." Jawab Sinta.
"Oh pena,, tunggu sebentar Ibu ambilin dulu ya." Ucap Ibu kantin seraya mengambil pena dan Sinta hanya mengangguk.
"Ini neng." Ucap Ibu kantin sambil memberikan sebuah pena dan Sinta mengambil penanya lalu membayar penanya.
"Makasih ya Bu.." Ucap Sinta seraya meninggalkan kantin itu bersama Yana.
Bersambung...
Bagi like nya hiks..
komen..
__ADS_1
vote...