
2 Tahun lebih Sudah berlalu.
Allah hu akbar.. Allah hu akbar..2x
Asyhadu allaila ha illallah.....2x
Asyhadu anna muhammadar rasulullah..2x
Hayya alassolah.. 2x
Hayya alalfalah..2x
Kodkomatissolah tukodkomatissolah
Allah hu akbar allah hu akbar lailahaillallah
Suara adzan terdengar merdu di telinga Sinta yang lantas membangunkannya tidurnya.
"Hoaammm.." Sambil merentangkan kedua tangan, "Pagi dunia.. apakah kalian bersemangat untuk memulai hari?"
"Yaa.. mari kita mulai." Sambil beranjak dari tempat tidur dan tak luput senyum merekah dari bibirnya.
****
"Halo bebeb- bebeb nya aku." Sapa Sinta pada semua temannya saat sudah ada di hadapannya, namun semuanya hanya menampakkan senyum terpaksa.
"Ah kalian kok tegang gini sih? aihh ayolah guys ini bukan kalian, dan kita tidak perlu tegang ini hanya awal dari perjuangan oke." Ucapnya memberi semangat pada teman- temannya namun ucapannya masih dianggap angin lalu oleh mereka.
"Ya sudah lah terserah kalian saja." Ucapnya acuh.
Pukul 08.00 WIB bel pun berbunyi.
"Untuk sesi satu diharapkan memasuki ruangan untuk melaksanakan ujian Nasional." Petunjuk dari arah kantor terdengar samar-samar.
__ADS_1
"Loh kalian mau kemana?" Tanyanya bingung karna teman- teman nya pada berdiri.
"Mau tidur! ya kali Sin, lo gak denger barusan ada suara mic?" Jawab Yana geram.
"Ya denger lah barusan dia bilang sesi pertama.." Ucapannya menggantung dan langsung mengambil kartu ujian dari dalam tasnya.
"Eheheh kita sesi satu ya." Sambil cengengesan dan itu membuat teman-temannya kesal dan lantas meninggalkan dia sendiri di kantin.
"Ehh tungguin gue dong!" Setengah berteriak karna teman-temannya yang sudah jauh.
***
Sudah 3 hari berlalu dan ini adalah hari terakhir sekolah Sinta mengikuti ujian Nasional nya.
Dia bangun pagi langsung menuju kamar mandi, setelah itu melaksanakan sholat shubuh dan berdoa agar dilancarkan segala urusan nya termasuk masalah ujian nasional nya.
Setelah selesai dia pun bersiap- siap ke sekolah.
"Diharapkan untuk siswa-siswi yang telah melaksanakan ujian nasional berkumpul di lapangan." Ujar seorang Guru diatas panggung kecil depan kantor, semua lantas berbaris di depan mengikuti intruksi.
"Saya juga ingin memberitahukan bahwasannya hasil nilai kalian akan keluar setelah satu minggu setelah ini, jadi untuk kalian yang sudah bisa di bilang sudah tamat liburr sampai saatnya nanti jika ada panggilan dari sekolah.."
"Baiklah sekian dari saya dan kalian boleh bubar dan kembali ke rumah masing-masing." Setelah mengatakan itu sang Guru pun beranjak pergi.
***
Seminggu telah berlalu dan sekarang Sinta sedang di jalan menuju sekolahnya untuk melihat hasil dari ujian Nasional.
Pasti kalian bertanya tanya dimana Tria? tumben gak bareng lagi sama Sinta? kan mereka sahabat deket banget? ya jawabannya karna setelah mendengar ceramah dari sang ustazah saat pesantren kilat waktu itu, dia sedikit menjaga jarak pada Tria karna menurutnya pergaulan Tria yang terlalu bebas. Sinta sudah pernah mengajaknya untuk berubah menjadi lebih baik lagi namun Tria menolaknya dengan alasannya sudah nyaman dengan hidupnya yang sekarang.
Sinte sekarang lebih banyak sendiri dan merenungi nasibnya dari pada keluyuran gak jelas apalagi masalah pacaran dia sudah tidak lagi mengingat ngingat itu, walau kadang memori nya berputar pada saat dirinya bersama Boy dan itu juga cepat-cepat dia singkirkan dari pikirannya.
Sinta sudah sampai di sekolahnya dia langsung memarkirkan kreta nya setelah itu berjalan menuju mading.
__ADS_1
Saat dia sampai di mading ternyata sudah ramai orang yang berkerumun di depan mading. Dengan terpaksa dia harus menyelip-nyelip agar bisa ke paling depan.
"Misi-misi.." Ucapnya sambil terus maju ke bagian depan.
Dia pun kembali keluar dari kerumunan itu dan menjauh dengan senyum merekah, saat sudah keluar dari kerumunan ada yang memanggilnya.
"Sinta!" Panggil seseorang, lantas dia pun melihat ke arah samping kanan dan ada teman- teman nya yang sedang mengobrol di meja piket guru.
Sinta pun bergegas menuju teman- temannya.
"Gimana Sin? lulus gak lo?" Tanya Yana saat Sinta telah duduk santai.
"Alhamdulillah lulus." Jawabnya seadanya.
"Oh ya kalian mau ngelanjutin kemana setelah ini?" Lanjutnya lagi.
"Kalo gue sih rencana mau ke Universitas di kota XXX."
"Gue kayaknya gak kuliah karna mengingat masalah ekonomi keluarga."
"Kalo gue ya kemana lo ya gue kesitu Sin." Timpal Tria dan Sinta hanya tersenyum kikuk.
"Kalo gue kayaknya mau nyusul kakak gue deh ke kota XXX." Ujar Yana dan itu sukses membuat Sinta terkejut karna itu ada tempat dimana mantan kekasihnya melanjutkan hidupnya.
"Lo sendiri?" Tanya salah satu temanya dan itu sukses membuyarkan lamunan Sinta.
"Emm.. gue belum tau sih pastinya tapi pengennya sih kuliah." Jawabnya seadanya.
"Hemm gimana kalo kita sekarang ke cafe guys buat acara perpisahan terakhir gitu kan seru." Ucap Yana.
"Iya ide bagus tuh." Jawab yang lain menimpali.
"Sorry ya guys gue gak bisa ikutan soalnya ada urusan, yaudah kalo gitu kalian lanjutin aja senang-senang nya gue dulu ya bye..bye." Tanpa menunggu respon dari teman- temannya Sinta lantas berlari menuju parkiran, dan langsung menuju ke rumahnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah dia langsung masuk kamar dan nmembaringkan tubuhnya keatas tempat tidur nya, selang beberapa waktu dia pun tertidur dan mulai memasuki alam mimpi.