Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama
Tentang Boy


__ADS_3

Di kediaman Boy.


"Nih hp lo." Sambil menyodorkan ponsel Arif (adiknya)


"Udah?" Tanyanya sambil mengambil ponsel nya dari tangan Boy


"Ngapa muka lu lecek gitu? bukannya harusnya seneng karna udah bisa ngabarin cewek lu?" Lanjutnya lagi namun Boy tidak menghiraukannya dan malah pergi keluar rumah.


"Dasar gila!" Teriak nya saat melihat kepergian Abangnya.


****


Malam harinya, Boy yang biasanya keluar rumah sekarang lebih memilih berdiam diri di rumah dan berkumpul bersama Ayah dan Ibunya.


Mereka sekarang sedang berkumpul di teras sambil berbincang-bincang.


"Gak keluar Boy?" Tanya ayahnya.


"Enggak Yah lagi males." Jawabnya seadanya.


"Tumben." Gumam Ayahnya pelan tapi masih di dengar Boy dan Ibunya.


"Oh ya Boy kapan jadinya kamu berangkat ke kota XXX menyusul Abangmu nak?" Tanya Ibunya membuka topik.


"Emm masalah itu belum Boy pikirin Bu, lagian juga ijazah nya Boy belum selesai." Jawabnya santai.

__ADS_1


"Kalo menurut Ibu kamu jangan lama-lama berdiam diri di kampung ini." Saran Ibunya.


"Emang nya kenapa Bu?" Tanya Boy.


"Ya karna takutnya nanti kamu di pengaruhi hal negatif sama teman sekampungmu." Jawab Ibunya .


"Oh iya Boy jadi gimana kamu mau kuliah atau langsung kerja atau mau kuliah sambil kerja?" Tanya Ayahnya menimpali.


"Soal itu Ibu tenang aja insya Allah Boy bisa mengendalikan diri asalkan itu juga Ibu jangan bosan-bosan buat negur Boy. Dan untuk pertanyaan Ayah, menurut Boy sih langsung kerja aja Yah." Jawabnya panjang lebar.


"Kamu gak ada niatan buat kuliah nak? masalah biaya Ibu sama Ayah masih bisa biayain kok dan lagi Abang- abangmu kan semua udah kerja dan mereka juga bilang mau bantuin biaya kuliah kamu." Ibu boy menambahi.


"Emm iya Bu masalah itu nanti Boy pikirin lagi ya.." Diam sejenak menarik nafas.


"Dasar itu anak kebiasaan orang tua belum selesai ngomong udoa main masuk aja." Ucap Ayah nya sambil geleng-geleng sedangkan Ibunya hanya terkekeh.


Selang 15 menit setelah Boy masuk Arif pun pulang.


"Eh ada Ayah sama Ibu." Ucap Arif setelah memasuki pekarangan rumah.


"Belum tidur Yah Bu?" Tanya nya lagi setelah memasukkan motor nya ke teras.


"Keliatannya?" Tanya ayahnya sok jutek.


"Aiss Ayah gak bisa banget basa- basi." Ucapnya sok kesal sambil duduk di lantai dibawah Ibunya.

__ADS_1


"Oh iya Bang Boy udah pulang Yah Bu?" Tanyanya sambil melihat motor Boy yang terparkir.


"Abangmu gak keluar." Jawab ibunya sambil menaruh kepala Arif di paha nya.


"Hahahah..." Arif malah tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban ibunya.


"Kenapa ketawa? apa yang lucu?" Tanya Ayahnya heran.


"Ayah sama Ibu tau gak kenapa Bang Boy gak keluar?" Tanyanya masih dengan tertawa, Ayah dan Ibunya sama- sama menggeleng.


"Putus cinta dianya Yah Bu." Lanjutnya lagi sambil kembali tertawa terbahak- bahak.


"Putus cinta? sama Sinta?" Tanya Ibunya dan Arif hanya mengangguk karna masih asiknya tertawa.


"Kok bisa? dan kamu tau darimana?" Tanya Ayahnya menimpali.


"Emm kalo masalahnya apa aku kurang ngerti Yah antara salah paham atau selingkuh dan darimana aku tau ya karna dia pake hape aku ya aku buka aja akun nya deh hehehe.." jelTasnya sambil nyengir kuda.


"Salah paham atau selingkuh?" Tanya Ayahnya dan diangguki Arif.


"Maksud kamu?" Tanya Ayahnya lagi.


"Huss udah ahh gak usah ikutan campur urusan percintaan Boy dia juga udah dewasa pasti tau apa yang terbaik untuknya." Sela Ibunya, walaupun dia juga sedih karna Sinta yang sudah dianggapnya Putri sendiri itu putus dengan Putranya.


"Udah- udah ayo kita masuk dan langsung tidur." Ajak Ibunya sambil menarik kedua tangan lelaki yang sangat dia sayangi itu.

__ADS_1


__ADS_2